Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dream - Mengajak pada kebaikan tidak harus dikerjakan dengan kekerasan. Alangkah baiknya jika cara mengajak dijalankan dengan penuh kearifan.
Kebaikan dapat berubah menjadi keburukan jika disampaikan dengan cara yang kurang patut. Malahan, orang yang diajak pada kebaikan dapat menentang lantaran diajak dengan cara yang keliru.
Potret mengajak kebaikan dengan cara yang arif ditunjukkan oleh tokoh sejarah dan pengasuh Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Situbondo, KHR As'ad Syamsul Arifin. Tanpa harus dengan kekerasan, dia bisa mengajak pimpinan preman di Bondowoso untuk rajin Sholat Jumat.
Kiai As'ad memang memiliki reputasi sebagai jawara silat. Hal itu membuat para preman segan jika harus berhadapan dengan Kiai As'ad.
Meski begitu, Kiai As'ad tidak memaksa mereka untuk rajin ibadah. Bagi Kiai As'ad, pemaksaan agama bukanlah cara yang tepat diterapkan dalam berdakwah.
© Dream
Untuk itu, Kiai As'ad punya cara sendiri mengajak mereka rajin beribadah. Dalam satu kesempatan, Kiai As'ad mengumpulkan para preman dan meminta pimpinannya menjaga sandal para jemaah Sholat Jumat.
"Sandal jemaah di masjid ini sering hilang kalau sholat Jumat, saya bisa minta tolong untuk menjagakannya agar tidak hilang?" tanya Kiai As'ad.
Pimpinan preman itu menyanggupi permintaan Kiai As'ad.
"Gampang itu, Kiai. Paling yang mencuri ya anak buah saya. Biar saya yang akan menjaga," kata pimpinan preman itu.
Hari Jumat berikutnya, pimpinan preman itu tampak berjaga di dekat masjid. Selama dia berjaga, tidak ada satupun sandal yang hilang.
Pimpinan preman itu terus berjaga di tiap hari Jumat. Sampai suatu hari, pimpinan preman itu mulai berpikir yang dia jaga adalah sandal milik masyarakat yang derajatnya tidak setara dengan dia.
"Masak sih saya menjaga sandal tukang becak, penjual kacang dan orang-orang remeh itu. Seharusnya saya juga sholat dan sandal saya yang dijaga," kata pimpinan preman itu dalam hati.
© Dream
Pimpinan preman itu kemudian mengadu kepada Kiai As'ad. Mendengar aduan itu, Kiai As'ad lantas bertanya siapa yang akan menjaga sandal para jemaah.
"Tenang, Kiai. Saya punya banyak anak buah. Biar mereka yang menjaga, saya yang sholat," kata pimpinan preman itu.
Mendengar perkataan pimpinan preman itu, Kiai As'ad menyetujuinya. Di dalam hati, Kiai As'ad bersyukur pimpinan preman itu telah mendapat hidayah.
Advertisement

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Deforestasi Amazon Brasil Turun ke Level Terendah, Ini 5 Pelajaran yang Bisa Ditiru Indonesia

Cuma 10 Menit Olahraga Sehari Bisa Bikin Tidur Lebih Nyenyak, Ini Temuan Peneliti

Sering Tersengat Listrik Saat Memegang Gagang Pintu? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Apa yang Terjadi Jika Semua Hutan di Bumi Hilang? Bukan Cuma Hewan, Kehidupan Manusia Ikut Terancam

Buah Kalengan Ternyata Bisa Menyehatkan, tetapi Perhatikan 2 Hal Ini Sebelum Membelinya
