Pria Non-Muslim Ini Hafal Surat-surat Alquran, Azan Juga Merdu

Reporter : Sugiono
Rabu, 16 Agustus 2017 11:02
Pria Non-Muslim Ini Hafal Surat-surat Alquran, Azan Juga Merdu
"Saya tak malu mengakui, saya pun tahu bagaimana bacaan surat Al-Fatihah. Kalau mau suruh saya azan pun, saya bisa," kata dia.

Dream - Menjadi hal yang umum jika seorang Muslim bisa azan dan hafal surat-surat kitab suci Alquran. Tapi menjadi sesuatu yang luar biasa jika seorang non-Muslim mampu melakukan keduanya.

Seperti kemampuan R. Nanthakumar. Pria ini menarik perhatian umat Islam. Bagaimana tidak? Dia tahu bagaimana mengalunkan azan dan membaca doa-doa singkat setelah sholat. Tidak itu saja, dia juga hafal surat-surat pilihan.

Pasti banyak yang bertanya-tanya bagaimana pria yang akrab dipanggil Nan ini dapat melakukannya?

Keturunan India ini mengaku rumahnya kebetulan berhadapan langsung dengan sebuah surau di Kampung Air Meleleh, Port Dickson, Malaysia. Karena itulah dia bisa menghafal setiap baris kalimat azan dan mampu mengalunkannya kembali.

" Karena rumah saya dekat dengan surau. Jadi saya selalu dengar azan dan melihat bagaimana orang berwudhu dan sholat," kata dia.

nan© mynewshub.cc

" Saya tak malu mengakui, saya pun tahu bagaimana bacaan surat Al-Fatihah. Kalau mau suruh saya azan pun, saya bisa. Termasuk doa-doa singkat pun saya sudah hafal," tambah Nan.

Nan yang juga merupakan satu-satunya keluarga berkebangsaan India yang menetap di situ mengaku tertarik untuk belajar budaya dan agama lain karena bisa membuatnya lebih menghormati agama lain.

" Saya masih ingat ketika di sekolah rendah dahulu, waktu kelas Pendidikan Moral, ada seorang cikgu (guru) yang selalu ajar saya banyak hal tentang budaya Melayu dan agama Islam. Itu membuat saya senang dan ingin belajar," ujar dia.

1 dari 1 halaman

Pernah Juara Hadrah

Karena sudah terbiasa dengan budaya orang Melayu, Nan pernah menjadi ketua kelompok hadrah saat bersekolah di Sekolah Menengah Kebangsaan Datuk Haji Abdul Samad di Port Dickson.

Bahkan kelompok hadrah yang dipimpinnya pernah menjadi juara pada tahun 2009.

" Pernah sekali ibu saya marah jika tahu saya ikut puasa Ramadhan. Tapi ketika saya beritahu itu hanya coba-coba, ibu bilang tidak apa-apa. Diam-diam, saya sudah ikut puasa selama 10 tahun. Puasa baru-baru ini, saya hanya melewatkan empat hari saja," ujarnya.

Meskipun minatnya tidak ditentang anggota keluarga yang lain, dia masih tidak melupakan kebiasaan orang India. Dia mahir memainkan gendang tradisional masyarakat tersebut yang diberi nama Uremi Melam.

Karena sikapnya yang terbuka tanpa memandang ras dan agama ini, lulusan Sarjana Administrasi di Universiti Antarabangsa (Unitar) ini sangat disukai teman-temannya.

Beri Komentar