Amalan Puasa Sunnah, Senin-Kamis, Nabi Daud hingga Sya'ban, dengan Niatnya

Reporter : Sugiono
Kamis, 27 September 2018 17:01
Amalan Puasa Sunnah, Senin-Kamis, Nabi Daud hingga Sya'ban, dengan Niatnya
Inilah macam-macam amalan puasa sunnah lengkap dengan bacaan niatnya. Mulai puasa Senin-Kamis, puasa Nabi Daud, hingga puasa Sya'ban.

Dream - Puasa adalah salah satu amalan ibadah yang utama dalam Islam. Dalam sebuah hadits bahkan dijelaskan betapa istimewanya ibadah puasa itu karena Allah SWT sendiri yang akan langsung membalasnya.

" Allah SWT berfirman (yang artinya), '...kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya'." (HR. Muslim no. 1151)

Dalam hadits yang sama, puasa ternyata mendatangkan dua kebahagiaan yang tak terkira bagi yang mengamalkannya.

" Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan, yaitu kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabb-nya. Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi."

Tidak itu saja. Soal balasan di akhirat kelak, orang yang rajin berpuasa pun akan disediakan pintu surga khusus, yaitu masuk surga melalui pintu Ar-Rayyan.

Selain puasa Ramadan yang bersifat wajib, ternyata terdapat puasa-puasa yang hukumnya sunnah dan sangat dianjurkan dalam Islam.

Puasa sunnah adalah puasa yang apabila dikerjakan mendapat pahala. Tapi jika tidak mengerjakannya juga tidak berdosa.

Ada sebagian puasa sunnah yang hanya bisa diamalkan pada waktu-waktu tertentu, seperti puasa Senin-Kamis, puasa Sya'ban, atau puasa Nabi Daud.

Namun, namun ada juga puasa sunnah yang bisa dilakukan kapan saja, misalnya puasa bagi pemuda yang belum juga menikah. Hal ini seperti yang dianjurkan Rasulullah SAW dalam hadits berikut.

" Wahai sekalian pemuda, barangsiapa diantara kalian yang telah memiliki kemampuan untuk menikah, maka hendaklah segera menikah, karena menikah akan lebih menundukkan pandangan dan menjaga kemaluan. Dan barangsiapa yang belum mampu maka hendaklah shaum (berpuasa) karena shaum akan menjadi perisai baginya." ( HR. Bukhari dan Muslim)

1 dari 4 halaman

Manfaat Puasa Sunnah

Dream - Kita bisa mendapatkan berbagai hikmah atau manfaat dari menjalankan ibadah puasa sunnah. Hikmah atau manfaat puasa sunnah tersebut bisa berupa fisik maupun rohani.

Berikut adalah hikmah atau manfaat puasa sunnah bagi orang-orang yang gemar menjalankannnya:

  1. Menjauhkan diri dari segala perbuatan maksiat yang bisa mendatangkan siksa dari Allah SWT.

  2. Melatih Muslim untuk mengolah emosi dan kesabarannya.

  3. Mengasah kepekaan Muslim dengan merasakan bagaimana penderitaan kaum dhuafa saat tidak bisa makan.

  4. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Dengan berpuasa, sistem imunitas menguat akibat peningkatan limfosit sebanyak 10 kali lipat. Sel T dalam tubuh mengalami kenaikan sangat pesat meskipun sel darah putih tidak berubah.

  5. Menjadi terapi yang menyembuhkan penyakit kronis. Rajin mengamalkan puasa sunnah dapat mengendalikan tekanan darah, menurunkan kadar gula, serta menurunkan kolesterol.

  6. Mencegah tubuh mengalami panas dalam. Dengan berpuasa sunnah, organ-organ pencernaan dapat beristirahat sejenak sehingga potensi panas dalam dapat dihindari.

Begitu besar manfaat puasa sunnah sehingga Islam sangat menganjurkan umatnya untuk rajin mengamalkannya.

2 dari 4 halaman

Macam-macam Puasa Sunnah

Dream - Seperti dijelaskan sebelumnya, puasa sunnah menjadi bagian yang penting dari rangkaian ibadah dalam agama Islam. Ibadah ini menjadi salah satu jalan bagi seorang Muslim agar lebih dekat kepada Allah SWT.

Dalam ajaran agama Islam terdapat macam-macam puasa sunnah yang bisa diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa puasa sunnah tersebut bahkan menjadi amalan rutin Rasulullah SAW.

Berikut adalah macam-macam puasa sunnah yang sangat dianjurkan untuk diamalkan oleh umat Muslim yang dirangkum Dream dari berbagai sumber.

1. Puasa Sunnah 1-7 Dzulhijjah

Puasa sunnah 1-7 Dzulhijjah adalah puasa sunnah yang dikerjakan dari tanggal 1 hingga tanggal 7 Dzulhijjah. Puasa sunnah ini adalah salah satu amalan yang dianjurkan dikerjakan dalam 10 hari pertama bulan Dzulhijjah.

Dalil yang mendasari puasa sunnah 1-7 Dzulhijjah ini terdapat dalam hadits berikut ini.

" Dari Umar radhiyallahu‘anhuma, bahwa Rasulullah SAW bersabda: 'Tidak ada hari yang paling agung dan amat dicintai Allah untuk berbuat kebajikan di dalamnya daripada sepuluh hari (Dzulhijjah) ini. Maka perbanyaklah pada saat itu tahlil, takbir dan tahmid'." (HR. Ahmad)

Untuk mulai menjalankan amalan puasa sunnah 1-7 Dzulhijjah, disunnahkan untuk membaca niatnya seperti berikut:

" NAWAITU SHAUMA SYAHRI DHILHIJJATI SUNNATAN LILLAAHI TA’AALA"

Artinya: " Aku niat puasa sunnah di bulan Dzulhijjah karena Allah Ta’ala."

2. Puasa Arafah 9 Dzulhijjah

Puasa Arafah adalah puasa sunnah yang dikerjakan pada tanggal 9 Dzulhijjah, tepat sehari sebelum hari Idul Adha. Puasa Arafah ini bagi mereka yang tidak mampu melaksanakan ibadah haji.

Puasa Arafah 9 Dzulhijjah punya keutamaan yang besar daripada puasa sunnah 10 hari pertama Dzulhijjah lainnya. Keistimewaan puasa Arafah ini diungkapkan dalam sebuah hadits berikut ini.

Dari Abu Qotadah, Rasulullah SAW bersabda, " Puasa Arafah dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyura (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu." (HR. Muslim no. 1162)

Adapun niat puasa Arafah adalah dengan membaca bacaan berikut:

" NAWAITU SHAUMA 'AROFATA SUNNATAN LILLAAHI TA’AALA"

Artinya: " Aku niat puasa sunnah Arafah karena Allah Ta’ala"

3. Puasa Tasu'a

Puasa Tasu'a adalah puasa sunnah yang dikerjakan pada tanggal 9 Muharram. Puasa ini dilakukan untuk mengiringi puasa yang dilakukan pada keesokan harinya yaitu di tanggal 10 Muharram.

Mengapa demikian? Karena di hari yang sama yaitu tanggal 10 Muharram, orang-orang Yahudi juga melakukan puasa. Intinya puasa Tasu'a ini dikerjakan agar tidak menyerupai ibadah orang Yahudi.

Adapun niat puasa Tasu’a adalah dengan membaca bacaan berikut:

" NAWAITU SAUMA GADHIN MIN YAUMI TASU’A SUNNATAN LILLAHI TA’ALA."

Artinya: “ Aku berniat puasa sunnah Tasu’a karena Allah Ta’ala.”

3 dari 4 halaman

Puasa Asyura 10 Muharram

Puasa Asyura adalah puasa sunnah yang dilakukan di bulan Muharram, atau tahun barunya umat Islam. Puasa Muharram biasanya dilakukan pada tanggal 10 yang dikenal dengan puasa Asyura.

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu, Rasulullah SAW bersabda yang artinya:

" Seutama-utama puasa setelah Ramadan adalah puasa di bulan Muharram, dan seutama-utama shalat sesudah shalat fardhu, ialah shalat malam." (HR. Muslim no. 1163)

Dari penjelasan di atas sudah jelas bahwa puasa Asyura 10 Muharram adalah puasa sunnah yang terbaik dan terutama setelah menjalankan puasa Ramadan.

Adapun niat puasa Asyura 10 Muharram adalah dengan membaca bacaan berikut:

" NAWAITU SAUMA GHODIN MIN YAUMI ‘ASYURA SUNNATTAN LILLAHI TA’ALA."

Artinya: " Aku berniat puasa sunnah Asyura’, karena Allah ta’ala."

5. Puasa Syawal

Puasa Syawal adalah puasa sunnah yang dilaksanakan pada enam hari di bulan Syawal yang merupakan sunnah Nabi Muhammad SAW. Puasa Syawal ini memiliki sejumlah keutamaan. Dalam hadits, Nabi Muhammad SAW bersabda puasa enam hari di bulan Syawal sama dengan puasa satu tahun penuh.

" Barangsiapa berpuasa pada bulan Ramadan lalu diikuti dengan puasa enam hari bulan Syawal, berarti ia telah berpuasa setahun penuh." (H.R Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidzi, An-Nasa'i dan Ibnu Majah)

Cara mengamalkan puasa Syawal enam hari sama dengan berpuasa di bulan Ramadan, boleh bersahur dan berhenti sahur saat waktu imsak. Bedanya, saat melaksanakan puasa enam hari di bulan Syawal, boleh dilakukan secara berurutan atau berselang hari, yang penting masih di bulan Syawal.

Namun puasa enam hari di bulan Syawal ini tidak boleh dimulai pada tanggal 1 Syawal. Sebab, pada hari itu, umat Muslim diharamkan berpuasa. Sehingga boleh dimulai pada hari ke-2 Syawal.

Adapun niat puasa Asyura 10 Muharram adalah dengan membaca bacaan berikut:

" NAWAITU SHOUMA GHODIN 'ANSITTATIN SYAWAALI SUNNATAN LILLAHI TA'ALAA."

Artinya: " Aku berniat berpuasa sunnah enam hari bulan Syawal karena Allah Ta'ala."

6. Puasa Senin-Kamis

Puasa sunnah Senin-Kamis adalah puasa sunnah yang cukup populer dilakukan umat Muslim di Indonesia. Keutamaan puasa Senin-Kamis dapat dilihat dari kisah yang diriwayatkan Abu Qotadah Al Anshori radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah SAW pernah ditanya mengenai puasa pada hari Senin, lantas beliau menjawab:

" Hari tersebut adalah hari aku dilahirkan, hari aku diutus atau diturunkannya wahyu untukku." (HR. Muslim)

Keutamaan lain puasa Senin-Kamis juga ada di dalam sebuah hadist yang disampaikan Abu Hurrairah, Rasulullah SAW bersabda, yang artinya:

“ Segala amal perbuatan manusia pada hari Senin dan Kamis akan diperiksa oleh malaikat, karena itu aku senang ketika amal perbuatanku diperiksa aku dalam kondisi berpuasa.” (HR. Tirmidzi)

Salah satu amalan puasa sunnah yang paling sering dilakukan Rasulullah SAW adalah puasa Senin-Kamis. Ketika ditanya alasannya, beliau bersabda: Sesungguhnya segala amal perbuatan dipersembahkan pada hari Senin dan Kamis, maka Allah SWT akan mengampuni dosa setiap orang muslim/orang mukmin. Kecuali dua orang yang bermusuhan. Maka Allah SWT berfirman: Tangguhkan keduanya." (HR.Ahmad)

Adapun niat puasa Senin-Kamis adalah dengan membaca bacaan sesuai dengan harinya:

" NAWAITU SAUMA YAUMAL ITSNAII SUNNATAN LILLAHI TANA’ALA"

Artinya: " Aku niat puasa hari Senin, sunnah karena Allah ta’ala."

" NAWAITU SAUMA YAUMAL KHOMIISI SUNNATAN LILLAHI TAA’ALA"

Artinya: “ Saya niat puasa hari Kamis, sunnah karena Allah ta’ala."

4 dari 4 halaman

Puasa Ayyamul Bidh

Selain Ramadan, ternyata terdapat puasa-puasa yang hukumnya sunnah dan sangat dianjurkan. Salah satunya adalah puasa Ayyamul Bidh. Puasa Ayyamul Bidh adalah puasa yang dijalankan selama tiga hari setiap bulan di tahun Hijriyah, yaitu tanggal 13, 14, dan 15. Puasa sunnah ini dikenal sebagai puasa hari putih.

Keutamaan puasa Ayyamul Bidh dalam sebuah hadist yang diriwayatkan Abu Hurrairah radhiyallahu‘anhu yang berkata:

“ Kekasihku yaitu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mewasiatkan padaku tiga nasehat yang aku tidak meninggalkannya hingga aku mati yaitu berpuasa tiga hari setiap bulannya, mengerjakan shalat Dhuha, dan mengerjakan shalat witir sebelum tidur.” (HR. Bukhari no. 1178)

Adapun niat puasa Ayyamul Bidh ini adalah dengan membaca bacaan berikut:

“ NAWAITU SHAUMA GHODIIN AN ADA’I SUNNATUN AYYAMIL BIIDH LILAHI TA’ALA.”

Artinya: “ Aku niat berpuasa sunnah hari putih karena Allah Ta’ala.”

8. Puasa Sya’ban

Puasa Sya'ban adalah puasa sunnah yang dilakukan di bulan Sya'ban. Puasa Sya'ban diamalkan untuk menyambut malam Nisfu Sya'ban atau malam 15 Sya'ban dalam kalender Hijriyah.

Menurut sebagian ulama, malam 15 Sya'ban itu adalah malam yang mulia dan umat Islam dianjurkan untuk menjalankan puasa sunnah Sya'ban pada siang harinya.

Cara puasa Sya'ban sama dengan puasa Ramadan dan puasa sunnah lainnya. Awali dengan sahur dan jangan lupa berniat.

Baca lafal niat ini sebelum melaksanakan puasa Nisfu Sya'ban.

" NAWAITU SHAUMA GHADIN 'AN ADAAI SUNNATI SYA'BANA LILLAHI TA'ALA."

Artinya: " Aku berniat puasa sunnah Sya‘ban esok hari karena Allah SWT."

9. Puasa Nabi Daud

Puasa sunnah Nabi Daud adalah puasa yang dilakukan selang-seling, yakni sehari puasa dan sehari berikutnya berbuka (tidak berpuasa). Begitu seterusnya.

Dari Abdullah bin Amru radhialahu ‘anhu, Rasulullah SAW bersabda:

“ Maka berpuasalah engkau sehari dan berbuka sehari, inilah (yang dinamakan) puasa Daud ‘alaihissalam dan ini adalah puasa yang paling afdol. Lalu aku berkata, sesungguhnya aku mampu untuk puasa lebih dari itu, maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berkata: 'Tidak ada puasa yang lebih afdol dari itu'." (HR. Bukhari No 1840)

Namun perlu diperhatikan, dalam melaksanakan puasa sunnah yang satu ini tak boleh terlalu memaksakan diri. Jangan sampai puasa Nabi Daud justru akan membuat aktivitas dan kewajiban sehari-hari terbengkalai karena tubuh merasa lemas.

Baca lafal niat ini sebelum melaksanakan puasa Nabi Daud.

“ NAWAITU SHAUMA DAAWUDA SUNNATAL LILLAHI TA’AALA.”

Artinya: “ Saya niat puasa Daud, sunnah karena Allah Ta’ala.”

10. Puasa Pemuda Belum Menikah

Puasa ini merupakan anjuran dari Rasulullah SAW bagi para pemuda yang belum menikah. Puasa sunnah ini sebagai pengingat agar para pemuda yang belum menikah tidak terseret hawa nafsu.

Puasa sunnah ini bisa dilakukan kapan saja kecuali pada hari-hari yang diharamkan untuk berpuasa. Keutamaan dari puasa sunnah ini adalah menjadi perisai bagi mereka yang belum menikah dari godaan syahwat yang sangat kuat.

Hal ini sesuai dengan hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim:

“ Wahai sekalian pemuda, barangsiapa diantara kalian yang telah memiliki kemampuan untuk menikah, maka hendaklah segera menikah, karena menikah akan lebih menundukkan pandangan dan menjaga kemaluan. Dan barangsiapa yang belum mampu maka hendaklah shaum (berpuasa) karena shaum akan menjadi perisai baginya.” ( HR. Bukhari dan Muslim)

11. Puasa Qadha Ramadan

Jika puasa kamu bolong di tengah bulan Ramadan, berikut adalah niat puasa qadha untuk menggantinya. Penggantian puasa ini hukumnya bukan puasa sunnah, namun justru merupakan kewajiban. Berikut niatnya.

" NAWAITU SHOUMA GHODIN 'AN QADAA'IN FARDHO ROMADHONA LILLAHI TA'ALA."

Artinya: " Saya niat puasa esok hari karena mengganti fardhu Ramadhan karena Allah Ta'ala"

Demikianlah macam-macam puasa sunnah dalam Islam yang bisa dikerjakan sebagai salah satu cara untuk bertakwa dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Semoga bermanfaat.

Dirangkum dari berbagai sumber.

Beri Komentar
Intip Harga dan Spesifikasi Mobil Dinas Baru Jajaran Menteri Jokowi