Sirivannavari Nariratana
Dreamk - Putri Kerajaan Thailand, Sirivannavari Nariratana, menjadi salah satu atle yang berlaga di Asian Games Incheon, Kores Selatan. Sang Putri menjalani debutnya sebagai atlet berkuda dengan tunggungan kuda gagah berbulu hitam mengkilap, bernama 'Pangeran Tampan'.
Putri berusia 27 tahun yang pernah masuk daftar " Top 20 hottest royals" versi Forbes itu merupakan cucu Raja Thailand. Meski demikian, dia mengaku tak ada perlakuan khusus. Pada pesta olahraga benua Asia itu, dia ditempatkan di desa, sebagaimana atlet lainnya.
" Mereka melayani saya seperti teman," tutur Sirivannavari di pusat pacuan kuda Dream Park Incheon, sebagaimana dikutip Dream.co.id dari laman Malaymail Online, Kamis 25 September 2014.
" Jika mereka memperlakukan saya sebagai seorang Putri, saya tidak akan berada di sini, saya akan di pacuan lain dengan dekorasi cantik. Semua diperlakukan sama, satu hal yang mereka berikan kepada saya, rasa hormat," tambah dia.
Sirivannavari hanya mendapat fasilitas istimewa saat prosesi pembukaan Asian Games. Setelah itu, Putri yang dikenal merakyat itu menerima fasilitas sebagaimana atlet lainnya. Dan dia memang mengharapkan perlakuan seperti ini, diperlakukan seperti atlet lain, bukan seperti Putri Kerajaan.
Pada Asian Games 2006, Sirivannavari juga diterjunkan oleh negaranya. Namun bukan menjadi joki di atas pelana kuda. Melainkan menjadi atlet bulu tangkis. Bagi Sirivannavari, itu tidak menjadi soal. Dia mampu menjalankan tugas itu.
Sirivannavari bukanlah atlet bau kencur di cabang berkuda. Dia pernah tampil di Olimpiade London tahun 2012 dan bersaing dengan joki sekelas Zara Phillips dari Inggris yang meraih perak kala itu.
Di ajang Asian Games ini, Sirivannavari mampu tampil baik. Meski pacuan kuda kali ini lebih didominasi oleh para joki Korea Selatan sebagai tuan rumah dan juga Jepang. Namun, dia merasa puas dengan penampilannya di hipodrom kali ini, jika menilik persiapannya hanya dua bulan bersama si " Pangeran Tampan" .
" Secara keseluruhan, saya sangat senang bahwa dia [kuda] sangat rileks tapi saya tahu bahwa dia terkadang ingin bekerja lebih keras lagi. Sehingga saya perlu membawanya kembali," tutur Sirivannavari.
Dia juga masih punya impian bisa tampil di Olimpiade Rio de Janeiro 2016. " Hari ini adalah hari ini, besok adalah besok. Saya ingin berjalan sedikit demi sedikit, bekerja keras hari ini, bekerja keras besok hari, dan jika Tuhan menginginkan saya tampil di Olimpiade mengapa tidak?" kata dia. (Ism)
Advertisement