Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
(Sumber: Unissula.ac.id)
Dream - Dalam wisuda ke-71 Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang yang diselenggarakan pada 18 April 2016 lalu, seorang lulusan menjadi sorotan di antara 224 wisudawan Fakultas Kedokteran yang hadir.
Adalah Rafidah Helmi yang tercatat sebagai wisudawan termuda. Rafidah merupakan putri pasangan Ajun Komisaris Besar Polisi Purnawirawan Helmi dan Rofiah. Ia mampu lulus sebagai sarjana kedokteran di usianya yang baru 17 tahun lebih 8 bulan.
Rafidah tidak mengalami kesulitan belajar dengan teman satu angkatan yang lebih dewasa, dan juga berprinsip tidak menyia-nyiakan masa mudanya untuk belajar dan mencapai cita-cita.
Ada pengalaman unik di balik keberhasilan Rafidah menjadi sarajana kedokteran termuda. Perempuan kelahiran Sukabumi, 31 Juli 1989 itu, hanya duduk di bangku nol kecil selama satu hari di Taman Kanak-kanak (TK) Kemala Bhayangkari Secapa Polri Sukabumi. Di hari berikutnya, dia dipindahkan ke bangku nol besar, karena dianggap sudah cakap membaca dan menulis.
Kemampuannya itu membuat Rafidah diterima di Sekolah Dasar (SD) ketika berusia 4 tahun 10 bulan dan menyelesaikan pendidikan dasarnya itu selama lima tahun karena ia menempuh program akselerasi.
Begitu pula saat Rafidah duduk di bangku SMP dan SMA, program akselerasi yang diikuti membuatnya berhasil menyelesaikan setiap jenjang hanya selama 2 tahun.
Bangga melihat pencapaian sang putri, Ibunda Rafidah menyampaikan, keinginan Rafidah menjadi dokter terinspirasi dari kakaknya Riana Helmi yang berhasil menjadi dokter pada usia 17 tahun 11 bulan, yang juga menjadi lulusan termuda Kedokteran Universitas Gajah Mada (UGM) tahun 2009.
Rofiah berharap putrinya mampu menyelesaikan tahapan selanjutnya yaitu co-ass dengan baik dan lancar meski jauh dari orangtua.
(Ism, Sumber: Unissula.ac.id)
Advertisement

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun


Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012