Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi Ceramah (Foto: Shutterstock.com)
Dream - Singapura mengeluarkan larangan masuknya dua dai asing. Penyebabnya, dua dai itu diduga menyebarkan pandangan intoleran dan mengancam harmoni sosial.
Dua dai yang dimaksud adalah Ismail Menk, yang diketahui sebagai warga Zimbabwe dan Haslim bin Baharim, yang merupakan warga Malaysia.
Kebijakan itu merupakan langkah terbaru yang diterapkan Pemerintah Singapura untuk melindungi warganya dari paham yang memecah-belah.
Kementerian Dalam Negeri Singapura menyatakan, Menk telah membuat ujaran yang melarang umat Islam menyapa umat agama lain di hari perayaan keagamaan mereka. Salah satunya seperti tidak mengucapkan selamat natal.
Sementara Baharim dituduh menyebarkan pandangan yang mempromosikan perselisihan antara Muslim dengan non-Muslim. Pandangan semacam ini dianggap menyimpang.
"Pandangan mereka tidak bisa diterima dalam konteks masyarakat Singapura yang multi-ras dan multi-agama," demikian pernyataan Kementerian Dalam Negeri Singapura, dikutip dari Arab News.
Singapura memiliki populasi penduduk dengan latar belakang yang beragam. Masyarakat Singapura banyak menganut agama Budha, Tao, Islam, Kristen, juga Hindu.
Otoritas setempat cukup sensitif terhadap ujaran yang beredar di masyarakat. Mereka segera bertindak begitu ada ujaran yang dianggap mengganggu keharmonisan sosial.
Dalam beberapa tahun terakhir, Singapura meningkatkan pengawasan terhadap radikalisme dan ekstremisme. Ini muncul karena kekhawatiran menyebarnya pengaruh kelompok teroris ISIS.
Menk dan Baharim berencana menyampaikan ceramah mereka dari atas kapal di Singapura bulan depan. Ini menyusul aplikasi izin kerja sementara mereka ditolak Pemerintah Singapura.
"Mereka tidak diizinkan menyiasati larangan tersebut dengan berceramah di atas kapal yang beroperasi dari dan menuju Singapura," demikian pernyataan Kemendagri Singapura. (ism)
Advertisement

Berawal dari Penyakit Misterius dan Mayat Membusuk, Begini Sejarah Mitos Vampir yang Mendunia

3 Jenis Makanan yang Sebaiknya Dihindari Sebelum Olahraga, Menurut Ahli Gizi

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

Sering Minum Boba? Ini 5 Dampaknya bagi Tubuh, dari Gula Darah hingga Asupan Antioksidan

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Mau Nonton Grand Final AXIS Nation Cup 2026? Ini Cara Daftar dan Datang ke Istora Senayan

Sambut Tren Warna 2027, JOTUN Hadirkan 24 Warna dalam Koleksi JOURNEYS