Tangis Bangga Orangtua Hadiri Prosesi Hafalan Yasin

Reporter : Ahmad Baiquni
Selasa, 31 Maret 2015 17:02
Tangis Bangga Orangtua Hadiri Prosesi Hafalan Yasin
Rahmat dan Nuri tak mampu membendung air mata tatkala menyaksikan sang buah hati mengkhatamkan Alquran dengan hafalan.

Dream - Ahmad Yasin tengah duduk menghadap kiblat. Di hadapan Musyrif (penguji), Yasin yang masih berumur sekitar delapan tahun itu mendaraskan ayat-ayat suci Alquran.

Tidak terlihat di depan anak itu satupun mushaf Alquran. Tetapi ayat-ayat itu mengalun dari mulut Yasin. Rupanya ia tengah mengikuti prosesi ujian hafalan Alquran.

Tanpa ia sadari, orangtuanya, Rahmat Kartolo dan Nuri Wasisaningsih duduk tidak jauh di belakangnya. Dengan takzim keduanya mendengar prosesi itu.

Yasin kemudian menyelesaikan seluruh hafalannya, dan Musyrif menyatakan ia mendapat peringkat sempurna. Seketika, Yasin melakukan sujud syukur sembari menangis bahagia

Begitu terkejutnya ia ketika membalikkan badan. Di depannya, ayah dan ibunya menyambutnya dengan pelukan dan tangisan bangga.

" Subhanallooh..Wal Hamdulillah..Allohu Akbar...rasanya begitu meledak-ledak dada ini saat memeluknya," ujar Nuri dalam akun facebook komunitas 'OneDayOneJuz', dikutip Dream.co.id pada Selasa, 31 Maret 2015.

Nuri menceritakan ia dan suaminya memutuskan untuk menitipkan Yasin ke pesantren DQ-DT Bandung setahun lalu. Saat itu, Yasin sedang duduk di kelas II SD.

" Saat itu ia baru bisa Iqro tiga, namun tiga bulan berselang sudah bisa baca Quran dan hafal Juz 30.Dia juga harus beajar berkomunikasi dengan ustaznya yang berbahasa Arab," kata Nuri.

Selengkapnya, lihat pada tautan ini.

 

Beri Komentar