Waktu Paling Mustajab Berdoa di Hari Jumat

Reporter : Ahmad Baiquni
Jumat, 24 November 2017 08:01
Waktu Paling Mustajab Berdoa di Hari Jumat
Waktu tersebut sangat pendek, disebut dengan istilah Sa'atul Ijabah

Dream - Jumat adalah saat keberkahan tersebar ke seluruh alam. Hari ini adalah saat yang tepat untuk memperbanyak amalan sunah.

Pada hari ini pula doa akan terijabah. Meski begitu ada waktu yang paling mustajab untuk memanjatkan permohonan lewat doa kepada Allah SWT.

Lantas, kapan waktu tersebut berlangsung?

Dikutip dari rubrik Ubudiyah Nahdlatul Ulama, para ulama menyebut waktu mustajab itu dengan istilah Sa'atul Ijabah atau waktu terkabulnya doa. Saat berdoa di waktu itu, permintaannya akan terkabul.

Hal ini tercantum dalam hahis riwayat Bukhari.

Dari Sahabat Abi Hurairah RA, sungguh Rasulullah SAW menyebut hari Jumat kemudian berkomentar perihal Jumat, 'Pada hari itu terdapat waktu yang tidaklah seorang Muslim menemuinya dalam keadaan beribadah seraya ia meminta kepada Allah sesuatu hajat, kecuali Allah mengabulkan permintaannya.' Rasulullah memberi isyarat dengan tangannya bahwa waktu tersebut sangat sebentar.

Sebagian besar ulama meyakini waktu yang dimaksud dalam hadis di atas yaitu ketika khotib duduk sebelum khotbah hingga imam sholat Jumat mengucapkan salam. Ini didasarkan pada hadis riwayat Muslim dan Abu Dawud.

Dari Abu Musa Al Asy’ari, ia berkata, " Abdullah bin Umar berkata kepadaku, 'Apakah kau pernah mendengar ayahmu bercerita dari Rasulullah SAW tentang waktu ijabah?' Aku menjawab, 'iya.' Aku pernah mendengar ayahku mendengar dari Rasulullah bahwa beliau bersabda, 'Waktu ijabah adalah waktu di antara duduknya imam sampai selesainya sholat Jumat'."

Syeikh Jalaluddin Al Bulqini yang dikutip Syeikh Mahfuzh At Tarmasi dalam kitab Hasyiyah At Tarmasi 'alal Minhajil Qawim memberikan penjelasan secara lebih rinci mengenai waktu ijabah yang dimaksud. Pendapat ini dikemukakan mengingat adanya kewajiban umat Islam untuk diam dan mendengarkan khutbah Jumat hingga selesai sehingga tidak mungkin berdoa.

" Imam Al Bulqini ditanya. 'Bagaimana mungkin jemaah Jumat disunahkan berdoa saat berlangsungnya khutbah sementara ia diperintahkan diam?' Ia menjawab, 'Doa tidak disyaratkan untuk diucapkan. Menghadirkan doa di dalam hati saat khutbah berlangsung sudah cukup'."

Selengkapnya...

Beri Komentar