Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream – Kondisi pandemi benar-benar mengurasi energi dan emosi para ibu. Hal yang kerap dialami adalah Mum Fatigue, kondisi yang membuat ibu selalu merasa kelelahan dan gangguan itu adalah nyata.
Ibu yang mengalami 'mum fatigue' sering merasa tidak pernah cukup tidur dan energi selalu cepat memudar. Tugas dan tuntutan ibu begitu banyak. Seperti mengurus anak, membersihkan rumah, menyediakan waktu untuk pasangan dan sosialisasi.
Tidak mengherankan kelelahan sering terjadi. Untuk menghindari hal tersebut, coba atasi dengan beberapa cara ini.
1. Nutrisi tercukupi
Jika bangun di pagi hari dan merasa seperti belum tidur, sering terengah-engah, dan berat badan bertambah atau tidak turun, mungkin coba lakukan tes darah. Para ibu kerap mengalami zat besi yang rendah, termasuk kadar Vitamin D rendah dan yodium.
Untuk memenuhi nutrisi bisa dengan makan 3-4 kali daging merah tanpa lemak untuk mencukupkan asupan seng dan zat besi. Demi mendapatkan cukup yodium dan vitamin D konsumsi garam dan berjemur matahari setidaknya 10 menit setiap harinya.
© Dream
Kesehatan usus termasuk penting, usus berguna untuk mencerna makanan dan untuk itu usus memerlukan serat makanan dalam pelaksanaannya, bila usus mengalami gangguan seperti usus kronis, kembung, gas dan diare dapat langsung berdampak pada penyerapan nutrisi dan membuat kekurangan energi.
Mengkonsumsi makanan bebas gluten cenderung mengurangi serat makanan, karena setidaknya 30 gram serat makanan ada dari gluten. Maka dari itu untuk menjaga usus tetap bekerja dengan baik, diwajibkan untuk tepat mengkonsumsi cukup serat walaupun saat diet.
© Dream
Merasa berenergi di pagi hari dan lelah sepanjang sore, coba ubah menu makan siang dengan lebih baik. Idealnya energi kita akan tetap stabil secara teratur sepanjang hari bila didukung dengan 3-4 kali makan sehari dengan interval 3-4 jam. Tingkat energi rendah biasanya karena kekurangan nutrisi dan hal ini bisaa menunjukan gangguan hormonal, stres kronis, dan intoleransi makanan.
4. Kurangi keinginan makan berlebih
Hindari makanan kaya gula dan es krim. Makanan kaya gula akan memicu masalah regulasi glukosa. Kadar glukosa darah yang berfluktuasi dapat mendorong keinginan untuk makan manis karena mungkin hormon yang mengontrol kadar glukosa tidak bekerja dengan efisien.
Sangat ingin makanan manis biasanya disebabkan karena rendahnya asupan karbohidrat kronis. Kondisi ini membuat otot tidak mendapatkan bahan bakar untuk bekerja optimal. Jadi, jika merasa ingin makan manis terus, sebaiknya lupakan keinginan itu dan perbanyak makan yang bernutrisi agar menjadi energi untuk otot bekerja.
Laporan Josephine Widya/ Sumber KidSpot
© Dream
Dream - Setelah melahirkan, ibu butuh pendampingan. Saat seluruh orang fokus pada bayi, ibu sebenarnya butuh perhatian khusus, terutama kondisi psikologisnya. Emosi ibu cenderung tak stabil dan ini merupakan siklus yang normal.
Ada kalanya ibu senang dengan adanya bayi, tapi tiba-tiba menangis. Ibu juga kerap merasa terisolir, karena di rumah saja bersama bayi. Hal ini membuat ibu kesepian dan stres
" Perubahan suasana hati ini sangat normal. Setelah melahirkan, wanita mengalami perubahan dramatis dalam kadar hormon, yang secara drastis memengaruhi suasana hati mereka," kata Hilda Hutcherson, M.D., asisten profesor kebidanan dan ginekologi di Columbia University College of Physicians and Surgeons, di New York City.
Jangan kaget jika kadang sangat gembira tapi kemudian kecewa, semuanya terjadi dalam waktu yang berdekatan. Banyak ibu tidak siap untuk rentang emosi yang mereka alami," jelas Dr. Hutcherson.
© Dream
Sebagian besar ibu berpikir mereka akan sangat senang dengan bayi mereka sepanjang waktu, dan mereka mungkin merasa bersalah jika mereka memiliki keraguan atau perasaan negatif terkait bayinya.
" Para ahli mengatakan ibu baru membutuhkan dukungan dari orang terdekat untuk menyampaikan kekhawatiran mereka. Sangat penting untuk berbicara dengan orang lain yang pernah memiliki bayi - bahkan jika anak mereka sudah lebih besar," kata Ann Douglas, penulis The Mother of All Pregnancy Books (Hungry Minds).
Berada di rumah dengan bayi yang baru lahir dapat membuat ibu merasa terisolasi. Penting untuk mencari dukungan atau mengikuti support group untuk berbagi. Perasaan sedih dan terisolasi ini kerap muncul, terutama selama minggu-minggu awal setelah persalinan.
© Dream
" Itu karena kadar estrogen dan progesteron turun. Pada saat yang sama, ada peningkatan pesat dalam tingkat prolaktin, untuk produksi ASI. Sampai hormon-hormon ini seimbang, para ibu baru jadi lebih emosional, mudah menangis, level kecemasan tinggi, mudah marah dan lainnya," ujar Hutcherson.
Faktor hormon secara internal sangat mempengaruhi kondisi emosi ibu. Tak hanya itu, dukungan dari orang terdekat sangat dibutuhkan. Jangan memojokkan ibu atau menganggap sepele saat ibu mengalami masalah emosi. Ajaklah konsultasi dengan dokter kandungan atau psikolog.
Sumber: Parents
Advertisement