Ayah Bunda Wajib Tahu, Risiko Bawa Bayi Lakukan Perjalanan Jarak Jauh

Reporter : Mutia Nugraheni
Senin, 8 Agustus 2022 17:48
Ayah Bunda Wajib Tahu, Risiko Bawa Bayi Lakukan Perjalanan Jarak Jauh
Jangan sampai kasus bayi yang meninggal karena naik motor dari Tegal ke Surabaya terjadi lagi.

Dream - Beberapa hari lalu viral cerita bayi usia 6 bulan meninggal dunia setelah dibawa naik motor dari Tegal ke Surabaya. Orangtuanya yang tinggal di Tegal, sangat ingin menonton pertandingan klub favorit mereka Persebaya di Surabaya.

Mereka pergi dari Tegal jam 17.38 WIB hari Sabtu dan sampai di Surabaya jam 07.15 WIB hari minggu. Setelah itu anaknya batuk berdahak dan agak sesak, dibawa ke RS ternyata nyawanya tak tertolong. Hal ini memang sangat miris.

Penting bagi orangtua untuk mengetahui syarat aman membawa anak bepergian jarak jauh. Lalu umur berapa bayi sudah bisa diajak melakukan perjalanan jauh? Hingga kini, belum ada aturan yang menyebutkan waktu yang tepat bagi bayi untuk diajak perjalanan jauh.

Pada dasarnya, bayi sudah dianggap stabil ketika usianya mencapai 1 bulan atau berat badannya mencapai 4 kg. Di usia tersebut ia dianggap aman untuk bepergian dengan menggunakan mobil, kereta api, kapal laut, bahkan pesawat terbang tapi tidak dengan sepeda motor.

1 dari 5 halaman

Mengapa demikian? Sebab bayi yang masih muda sangat rentan terinfeksi kuman dari lingkungan sekitar. Terutama dari orang-orang yang berkumpul di tempat-tempat umum.

Di samping itu, bayi masih sensitif terhadap perubahan suhu lingkungan. Ia tidak bisa berada di lingkungan yang terlalu panas, lembap, maupun terlalu dingin. Kondisi bawaan bayi juga berpengaruh, kesehatannya bisa menurun bila anak sebelumnya memiliki keluhan. Seperti asma, flu atau penyakit lain.

Sebaiknya tak membawa anak di bawah satu tahun melakukan perjalanan jauh menggunakan sepeda motor dengan waktu tempuh yang panjang. Sederet risiko kesehatan bisa terjadi. Apa saja?

1. Diare
Apabila bayi sering memasukkan tangan atau benda-benda di sekitarnya ke dalam mulut, hal ini dapat meningkatkan risiko terjadinya diare.

2. Gangguan Saluran Pernapasan
Gangguan pernapasan dapat terjadi pada bayi bila selama di perjalanan, ia sering terpapar debu atau kondisi udara yang dingin di dalam moda transportasi.

3. Masalah Kulit
Gangguan pada kulit seperti iritasi, alergi, infeksi kulit, atau gigitan serangga dapat terjadi selama di perjalanan.

4. Penyakit Infeksi
Penyakit infeksi dapat terjadi apabila berkunjung ke daerah endemik. Penyakit malaria atau demam berdarah berisiko menjangkiti si Kecil.


Penjelasan selengkapnya baca di KlikDokter

2 dari 5 halaman

Bawa Bayi Mudik Naik Pesawat, Dokter Ingatkan Hal Ini

Dream - Idul Fitri tinggal beberapa hari lagi. Setelah dilarang mudik oleh pemerintah selama dua tahun karena pandemi, kini kembali diperbolehkan dengan protokol kesehatan. Membawa anak untuk bertemu kakek neneknya saat Lebaran jadi momen yang begitu spesial.

Bagi Sahabat Dream yang mudik cukup jauh, dengan si kecil yang masih bayi dan harus menggunakan pesawat, mungkin akan sedikit khawatir. Bayi cenderung rewel di tempat asing, ramai dan saat merasa tak nyaman.

Sangat mungkin si kecil menangis dan rewel saat berada di pesawat. Untuk kondisi ini, dr. Tan Shot Yen, membagikan trik menyiapkan bayi untuk mudik naik pesawat.

" Mengapa bayi menangis di pesawat, hal yang paling sering, perubahan tekanan udara menyebabkan telinganya sakit selain suara bising dan suasana asing, apalagi jika bayi sedang batuk pilek," ungkap dr. Tan dalam akun Instagramnya @drtanshotyen.

3 dari 5 halaman

Biasakan Si Kecil Pakai Ear Plug

Sebelum naik pesawat, biasakan si kecil menggunak ear muff atau ear plug. Mulailah memperkenalkannya dengan dua benda tersebut dari sekarang. Pakaikan si kecil saat main di rumah agar ia terbiasa.

Menurut dr. Tan, pemakaiannya harus dibiasakan. Hal ini agar saat naik pesawat dan mengenakannya, si kecil sudah familiar.

Balita pakai earmuff© Shutterstock

" Biasakan membawa penutup telinga (ear muff) khusus bayi/ anak atau sumbat telinga (ear plugs). Pastikan sudah membiasakan dia memakainya saat masih di rumah, jadi anak tidak merasa risih dan asing," pesan dr. Tan.

4 dari 5 halaman

Jangan Ajak Anak Bermalam di Mobil Saat Perjalanan Mudik

Dream - Perjalanan pulang ke kampung halaman jadi hal yang ditunggu-tunggu. Bagi Sahabat Dream yang bakal menghabiskan Idul Fitri di kampung halaman membawa buah hati, pastikan melakukan persiapan mendetail.

Apalagi jika membawa serta anak balita. Jangan sampai perjalanan mudik membuat si kecil kelelahan hingga jatuh sakit. Hal pertama yang harus disiapkan adalah makanan dan minuman.

Lebih baik membawa sendiri makanan dan minuman dari rumah. Kebersihannya terjamin, termasuk nutrisinya. Disarankan untuk membawa makanan favorit si kecil agar ia semangat untuk memakannya.

" Membawa anak persiapannya cukup banyak. Tapi intinya, harus membawa makanan sendiri dari rumah. Jangan sampai tiba-tiba harus beli makanan yang kualitasnya kita nggak tahu. Minuman juga harus bawa," kata dr. Reisa Brotoasmoro, beberapa waktu lalu

5 dari 5 halaman

Siapkan Mainan dan Makanan

Sediakan camilan seperti biskuit dan snack. Menurut dr. Reisa, bawa juga buah-buahan segar untuk memenuhi kebutuhan vitamin dan membuat tubuh tetap segar selama perjalanan mudik yang pastinya melelahkan.

Barang yang juga perlu dibawa jika membawa anak mudik adalah mainan. Bisa berupa boneka, puzzle, atau mainan sensorik.

" Kalau perlu, bawa mainan yang bisa mengola motorik dan sensorik anak. Jadi, jangan terus-terusan dikasih gadget. Kasihan, mata anak nanti capek," tutur Reisa.

Ia pun menyarankan untuk menyewa kamar hotel jika perjalanan terlalu jauh atau terlalu macet. Hindari tidur di mobil dengan anak.

" Tidur di mobil nggak disarankan. Karena berbahaya jika mobilnya tertutup, tapi banyak polusi ketika terbuka. Jadi, usahakan istirahat di penginapan," tutupnya.

 

Beri Komentar