Ibu Hamil (Foto: Shutterstock)
Dream - Rumah bertingkat mengharuskan penghuninya untuk melakukan mobilitas dengan memakai tangga. Namun, tangga bisa menjadi ketakutan bagi sebagian ibu hamil.
Salah satu ketakutan terbesar adalah jatuh karena kurangnya keseimbangan. Terutama ketika perut ibu sudah berukuran besar.
Pada usia kehamilan yang semakin menua dan perut kian membuncit, tubuh akan semakin sulit untuk menjaga keseimbangan. Salah gerak sedikit saja, gravitasi bisa membuat ibu hamil
terjatuh dan bisa membahayakan kondisi janin dalam kandungan.
Ketika menginjak usia hamil 37 bulan, posisi bayi bergeser ke bagian panggul. Saat itu, ibu menjadi lebih mudah untuk bernapas. Kondisi penambahan bobot bayi semakin menyulitkan ibu untuk menaiki tangga.
Menaiki tangga di kala hamil memang tidak dilarang namun, ada beberapa hal yang bisa mengancam keselamatan ibu dan si janin. Apa saja?
1. Kesulitan bernapas
Sama halnya seperti orang lain, ibu hamil akan merasa sesak napas ketika menaiki tangga. Ditambah lagi dengan bobot tubuh yang semakin berat. Ketidakmampuan ibu hamil untuk
mengatur napas dapat berakibat buruk pada janin. Si kecil berisiko mengalami kekurangan oksigen.
2. Terpeleset
Banyaknya anak tangga dapat membuat ibu bisa terpeleset apabila tidak berhati-hati. Perhatikan juga bahan ubin tangga. Apabila terbuat dari bahan yang licin, sebaiknya berpegangan erat atau bahkan didampingi oleh orang lain. Jatuhnya ibu hamil bisa mengakibatkan dampak serius pada janin, seperti keguguran.
3. Punggung yang tertekan
Seiring dengan meningkatnya usia kehamilan, ibu hamil akan mengalami tekanan pada bagian tulang belakang. Akibatnya, punggung terasa berat seperti sedang membawa beban lebih. Hal
ini tentu saja semakin menyulitkan Anda untuk menaiki tangga dikala hamil. Rasa sakit punggung bisa jadi bertambah semakin berat apabila memaksakan untuk naik tangga.
4. Kaki bengkak
Kaki bengkak merupakan hal yang wajar dialami oleh ibu hamil. Keadaan kaki yang tidak sehat akan menyulitkan ibu dalam menaiki anak tangga. Apabila dipaksakan, Anda justru akan
menambah tekanan pada kaki yang sudah bengkak.
Selain itu, ada beberapa kondisi yang tidak memperbolehkan ibu hamil untuk menaiki tangga, antara lain pendarahan, kram perut, pengalaman keguguran, sakit kepala, serta hamil anak kembar. Jika kondisi tekanan darah tak stabil sebaiknya ibu juga jangan naik turun tangga dulu.
Laporan Annisa Mutiara