Keringat Berlebih Pada Balita Bisa Jadi Tanda Penyakit

Reporter : Mutia Nugraheni
Jumat, 6 Januari 2017 10:00
Keringat Berlebih Pada Balita Bisa Jadi Tanda Penyakit
Hiperhidrosis ini cenderung terjadi pada malam hari ketika anak sedang tidur,

Dream - Anak balita memang cenderung aktif dan sering berkeringat. Keringat sendiri merupakan reaksi alami untuk menormalkan suhu tubuh. Tapi ada kalanya produksi keringat ini berlebihan.

Bahkan ketika anak tak melakukan banyak aktivitas fisik ia terus berkeringat hingga pakaiannya basah. Jika hal tersebut sering terjadi pada buah hati, kemungkinan ia mengalami kondisi yang disebut hiperhidrosis.

" Pada beberapa individu, termasuk anak-anak dan orang dewasa, keringat berlebihan dapat terjadi. Hiperhidrosis ini cenderung pada malam hari ketika anak sedang tidur," ujar Amanda Liliy, seorang dokter anak.

Ia mengungkap ada beberapa area tubuh balita yang paling rentan mengalami hiperhidrosis, yaitu wajah, ketiak, kulit kepala, kaki dan tangan. Pemicunya sendiri bisa banyak hal, antara lain kelenjar keringat yang terlalu aktif, penyakit kronis, ketidakseimbangan hormon dan adanya infeksi dalam tubuh.

" Untuk mengetahui apakah seseorang mengalami hiperhidrosis atau tidak ada dua tes yang bisa dilakukan yaitu paper test dan starch iodine test. Jika curiga anak mengalami hiperhidrosis, jangan segan untuk berkonsultasi," kata Liliy.

Biasanya dokter akan melakukan serangkaian tes dan melihat gejala yang menyertainya. Beberapa kondisi seperti ketidakseimbangan hormon bisa juga menimbulkan gejala lain pada tubuh. Begitu juga ketika dicurigai ada infeksi, keringat berlebih bisa saja disertai demam.

Sumber: Momjunction

 

Beri Komentar