Tak Perlu Takut Si Kecil Alergi Makanan, Simak Panduannya

Reporter : Reni Novita Sari
Rabu, 22 April 2020 16:02
Tak Perlu Takut Si Kecil Alergi Makanan, Simak Panduannya
Anak perlu dikenalkan dengan makanan baru berbagai rasa untuk merangsang indera pengecapnya.

Dream- Memberikan menu dari bahan makanan baru untuk anak dapat menjadi suatu aktivitas yang menyenangkan bagi orangtua. Namun, juga dibutuhkan perhatian khusus untuk memastikan makanan tersebut aman dikonsumsi.

Bisa jadi anak mengalami alergi makanan setelah mengonsumsinya. Reaksi alergi pada beberapa anak muncul seringkali tanpa disadari.

Biasanya baru terlihat saat kondisinya sudah parah, atau tampak sercara kasat mata. Tak perlu panik dengan hal ini. Simak panduan memberikan makanan untuk anak agar aman dari serangan reaksi alergi.

1 dari 5 halaman

Mengapa Anak bisa Alergi Makanan?

Mengapa Anak bisa Alergi Makanan? © Ilustrasi foto : Hellosehat

Alergi adalah salah satu reaksi abnormal sistem imunitas tubuh akibat pemicu/alergen tertentu. Jika terekspos pada pemicu atau alergen tertentu, sistem imun tubuh seseorang menafsirkannya sebagai tanda bahaya.

Otomatis reaksi abnormal ini pun muncul, misalnya hidung meler, mata merah, atau bersin-bersin. Makanan yang 90 persen menyebabkan reaksi alergi adalah susu, telur, kacang tanah, kacang pohon, kerang, ikan, kedelai, dan gandum.

" Alergi makanan terjadi ketika tubuh merespons protein dalam makanan yang secara keliru dianggap berbahaya," kata Katie Marks-Cogan, M.D., salah satu pendiri dan Kepala Ahli Alergi dari Ready, Set, Food.

Apakah bayi akan mengalami alergi makanan atau tidak sebagian ditentukan oleh gen, tetapi faktor makanan dan gaya hidup lainnya juga ikut berperan. Bayi yang terkena eksim, misalnya, memiliki kemungkinan lebih tinggi terkena alergi makanan, kata Dr. Marks-Cogan.

2 dari 5 halaman

Tidak Dibenarkan Menunda Pengenalan Makanan

Tidak Dibenarkan Menunda Pengenalan Makanan © Ilustrasi foto : unsplash

Beberapa waktu yang lalu, American Academy of Pediatrics mempublikasikan panduan mengenai jenis makanan yang aman diperkenalkan kepada anak, serta kapan dan bagaimana melakukannya.

American Academy of Pediatrics menerbitkan pedoman pada tahun 2000 yang merekomendasikan agar bayi tidak mengkonsumsi susu sampai mereka berusia 1 tahun, telur sampai usia 2 tahun, dan kacang tanah, kacang pohon, ikan, atau kerang sampai ulang tahun ketiga mereka. Tidak ada bukti bahwa menunda makanan itu mencegah eksim dan alergi makanan, jadi pada 2008 pedoman itu diubah.

Hingga kini memang belum terdapat bukti yang cukup bahwa penundaan pemberian makanan berpotensi untuk menjadi alergen kepada bayi, terutama untuk makanan yang terbuat dari kacang, telur, atau ikan. Karena pada dasarnya menunda memberikan makanan baru pada anak hanya akan menghilangkan nutrisi yang ia butuhkan.

3 dari 5 halaman

Memberikan Makanan Alergen Sedini Mungkin

Memberikan Makanan Alergen Sedini Mungkin © Ilustrasi foto : shuttershock

Menurut penelitian, makanan allergen seperti nasi atau sereal gandum, buah-buahan, dan sayuran harus diperkenalkan ketika bayi berusia antara empat dan enam bulan. Orang tua dapat secara bertahap memperkenalkan bayi makanan baru sedini  mungkin. Dengan kata lain, memperkenalkan makanan sejak dini sebenarnya dapat mencegah alergi makanan pada bayi dan anak-anak.

Pengenalan dini tersebut dapat dimulai sejak masa ASI ekskusif berakhir, yakni usia 6 bulan, dengan memperkenalkan berbagai jenis makanan secara bertahap. Pengenalan kacang-kacangan pada usia dini dapat membantu mencegah terjadinya alergi kacang pada anak yang berisiko tinggi, misalnya anak dengan riwayat alergi pada keluarganya. Cara ini diyakini sebagai kiat untuk mengurangi risiko alergi pada anak. 

Sebagai catatan, pengenalan tersebut juga harus disertai dengan pemantauan dari orang tua terhadap respons anak setelah mengonsumsi bahan makanan tertentu.

4 dari 5 halaman

Apakah Memberikan Makanan Alergen Aman Bagi Bayi?

Apakah Memberikan Makanan Alergen Aman Bagi Bayi? © Ilustrasi foto : Hellosehat

" Kita tahu bahwa memberi makan bayi makanan yang mengandung alergen pada dasarnya aman," kata Dr. Marks-Cogan. “ Reaksi alergi lebih ringan pada anak-anak daripada pada orang dewasa. Itu sebabnya kami percaya bahwa kurang dari 1 tahun adalah waktu paling aman untuk memperkenalkan makanan alergi.

5 dari 5 halaman

Cara Memperkenalkan Makanan Baru Pada Anak Agar Tidak Alergi

Cara Memperkenalkan Makanan Baru Pada Anak Agar Tidak Alergi © Ilustrasi foto : unsplash

Pada saat usianya memasuki 4 hingga 6 bulan, kita dapat mulai mengenalkannya pada beberapa bahan makanan. Hal ini dapat mencukupi kebutuhan nutrisi hariannya. Cara yang tepat untuk mencegah buah hati alergi adalah berikan bahan makanan satu persatu.

Berilah jarak sekitar 3 sampai 5 hari sebelum mengenalkan bahan makanan lainnya. Cara ini untuk melihat reaksi elergi pada anak.  Gejala yang dapat timbul jika anak tersebut alergi meliputi mata atau mulut gatal, pembengkakan lidah dan tenggorokan, gatal-gatal, muntah, diare, kram perut, sulit bernapas, dan dalam kasus yang ekstrem, anafilaksis.

Direkomendasikan agar makanan alergi seperti telur dan susu sapi diberikan pertama kali di rumah, daripada di penitipan anak atau di restoran. Mereka dapat diperkenalkan setelah bayi berhasil menerima beberapa makanan pendamping dasar. 

Kacang tanah dan selai kacang akan berbahaya jika tersedak pada bayi dan anak kecil, jadi berikan selai kacang yang dicampur dengan air hangat atau pure.  

Konsultasikan terlebih dahulu kepada Dokter Anak untuk memulai makanan baru pada bayi yang telah didiagnosis menderita asma, eksim, atau alergi makanan. (mut).

Sumber: Parents

Beri Komentar