Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream- Setelah melahirkan, beberapa wanita tubunya dapat kembali ke bentuk semula. Sementara yang lain, tubuhnya tak lagi sama mulai dari masalah munculnya strechmark hingga diastasis recti.
Diastatis recti atau pemisahan otot perut adalah tipikal dari sebagian besar kehamilan dan sering kali membaik dengan sendirinya. Menurut penelitian, sekitar sepertiga wanita dilaporkan memiliki masalah berkelanjutan.
Ketika bayi tumbuh selama kehamilan, otot-otot perut di depan perut terpisah ke kiri dan kanan sehingga memungkinkan lebih banyak ruang terbentuk di daerah perut. Kondisi ini terjadi di setiap kehamilan. Namun, bagi sebagian wanita, kondisi otot perut ini tidak dapat kembali normal setelah melahirkan.
© shutterstock.com
Dilansir dari parents.com, diastasis recti adalah kondisi dimana otot perut ibu hamil terpisah akibat kehamilan yang semakin besar. Otot perut bertugas untuk menopang janin di bagian tengah. Karena otot perut juga berkaitan dengan otot punggung, maka ketika otot perut terpisah, kadang ibu juga mengalami nyeri punggung dan kesulitan menahan kencing karena lemahnya otot perut.
© shutterstock.com
Diastasis recti terjadi akibat pertumbuhan janin selama kehamilan. Saat hamil, ruang di perut sangat terbatas sementara gerakan janin tidak bisa diprediksi. Gerakan tersebut menyebabkan otot-otot perut harus menyesuaikan diri sehingga kadang tidak dapat mempertahankan bentuknya.
Semakin besar usia kehamilan. tekanan rahim semakin besar dan menyebabkan otot-otot sixpack akan melebar dan menghasilkan jarak di antara keduanya. Kondisi ini umumnya terjadi pada trimester ketiga atau setelah persalinan.
Menurut para pakar, wanita dengan kondisi kesehatan tertentu memiliki risiko untuk mengalami diastasis recti, yaitu wanita dengan usia kehamilan di atas 35 tahun, wanita bertubuh pendek dan wanita yang mengalami kehamilan kembar.
Diastasis recti sebenarnya tidak berbahaya, hanya saja kadang menyebabkan para wanita tidak percaya diri karena perut selalu tampak buncit meskipun setelah melahirkan. Salah satu akibat dari komplikasi ini adalah dapat memicu terjadinya hernia.
© shutterstock.com
Wanita mungkin lebih mungkin mengembangkan diastasis recti jika mereka bertubuh mungil atau mengandung bayi kembar. Riwayat kesehatan juga dapat berperan.
" Wanita yang memiliki diastasis recti dari kehamilan sebelumnya kemungkinan besar akan mengalami kondisi ini lagi," kata Helene Byrne, pakar kesehatan dan kebugaran prenatal dan pasca persalinan serta pendiri BeFit-Mom. " Wanita dengan riwayat hernia umbilikalis atau ventral, dan ketidakstabilan panggul, berisiko lebih besar untuk mengembangkannya."
© Ilustrasi : daocloud.com
Sebenarnya belum ada cara paling efektif yang terbukti mampu mencegah terjadinya diastasis recti. Namun demikian, diyakini bahwa otot perut yang kuat akan membantu mencegah terjadi pemisahan otot yang lebih efektif.
Didampingi oleh pelatih profesional, cobalah untuk rutin melakukan latihan yang melibatkan otot abdominus transversal dan abdominus rectus lebih efektif.
Pada trimester ketiga, jika baby bump alias tonjolan pada perut sudah sangat besar dan perut terasa ‘longgar’, bantu otot perut dengan mengenakan sabuk perut guna memberi dukungan tambahan.
© Dream
Diastasis recti seringkali tidak terdeteksi pada awal kehamilan. Kondisi ini umumnya baru akan mulai dirasakan pada akhir trimester ketiga atau bahkan setelah melahirkan. Kala itu, dinding perut mungkin akan terasa kendur.
Setelah melahirkan, beberapa ahli menyarankan untuk menunggu hingga beberapa minggu untuk memeriksa apakah benar mengalami diastasis recti, karena pada jeda waktu ini masih ada begitu banyak perubahan hormon dan fisik yang terjadi. Ada kemungkinan secara alami jarak antara otot perut pun bisa menutup sendiri.
Sebelum ke dokter, ada baiknya coba melakukan pemeriksaan sendiri di rumah.
Caranya: berbaring telentang, tekuk lutut dan posisikan telapak kaki rata di lantai. Tempatkan kepala dan bahu dengan nyaman menggunakan bantal, sandarkan tangan ke samping. Setelah itu, angkat sedikit kepala dengan tangan terulur ke depan. Raba bagian perut dengan jari, dengan posisi jari menekan dengan garis vertikal di atas dan di bawah pusar.
Hitung seberapa besar jeda yang ada: 1-2 jari masih dianggap normal, namun ketika jedanya sudah lebih dari 3 jari ada kemungkinan itu adalah tanda diastasis recti.
© Ilustrasi : onwardcharlotte.com
Beberapa terapi fisik dan yoga dapat membantu memperbaiki kondisi perut. Namun sebaiknya akivitas fisik yang akan dilakukan tersebut telah lebih dulu diskusikan dengan dokter dan dilakukan setelah waktu bersalin. Pada kondisi yang parah, tindakan medis operasi dapat dilakukan dengan memindahkan kulit yang berlebih, namun tidakan ini hanya direkomendasikan bagi ibu yang tak lagi berencana untuk memperbanyak keturunan.
Tetapi pikirkan itu sebagai pilihan terakhir. " Perbaikan bedah diastasis recti hanya boleh dilakukan setelah seorang wanita yakin bahwa dia telah selesai dan tidak ingin hamil lagi," kata Byrne. (mut)