Shutterstock.com
Dream – Sebagai seorang ibu, kita tentu saja menginginkan untuk selalu memenuhi asupan gizi anak. Namun, secara tidak sadar justru asupan yang diberikan padanya sangat berlebihan.
Beberapa ibu kesulitan, menemukan kebiasaan dan pors makan yang pas pada si kecil. Untuk bayi, sebenarnya memiliki sistem pengaturan yang aktif untuk mengetahui rasa lapar dan kenyang pada dirinya.
Selain itu, jumlah susu yang diberikan untuk si kecil akan berbeda dengan bayi satu sama lainnya. Para ibu harus mengetahui jumlah yang pas agar si kecil nantinya tidak akan membuang susu secara percuma.
Tidak perlu khawatir Moms, terdapat beberapa tanda bahwa si kecil telah merasakan kenyang pada perutnya. Berikut dream telah merangkum informasi yang di lansir dari Boldsky. Yuk simak informasi mengenai tanda anak berlebihan makan dan minum susu berikut ini.
© shutterstock.com
Salah satu tanda bahwa si kecil berlebihan makan atau pun minum susu adalah dengan mengeluarkan kotoran yang sangat bau. Pada umumnya, bayi yang diberi susu formula memiliki kotoran yang berbentuk seperti kacang. Kotoran ini juga akan berwarna kuning atau bisa berwana coklat kehijauan.
Namun, bila adanya perubahan tekstur dan bau pada kotoran bayi tersebut bisa menandakan bahwa kondisi dia berubah. Tahukah Moms? Kotoran yang memiliki tekstur cair cenderung berair serta mengeluarkan bau yang begitu menyengat menandakan bahwa si kecil telah terlalu banyak makan.
© shutterstock.com
Selain kotoran yang bau, tanda anak berlebihan makan dan minum susu adalah dengan seringnya anak unutk membuang gas (kentut). Mengapa demikian?
Dengan mengonsumsi susu yang berlebihan dapat membuat usus si kecil menjadi 'kewalahan'. Kondisi ini akan membuat produksi gas di dalam tubuh si kecil menjadi meningkat.
Selain itu, si kecil juga akan mengalami serdawa yang terlalu sering. Ssetelah memberikan makan pada si kecil, selalu serdawakan. Namun, akan berbeda cerita jika si kecil berserdawa terlalu sering, tidak seperti biasanya. Kondisi ini merupakan tanda bahwa si kecil benar-benar tengah berlebihan dalam makan ataupun minum susu.
© shutterstock.com
Banyak orangtua menginginkan anaknya memiliki tubuh yang terlihat gemuk sebab akan terlihat menggemaskan.
Memang benar, jika bayi memerlukan kenaikan berat badan yang signifikan setiap bulannya. Namun, bayi tidak bisa untuk membakar kalori yang dimilikinya secara mandiri.
Oleh sebab itu bayi akan menyerap kalori yang begitu banyak untuk kebutuhan dirinya. Akan tetapi, kalian juga harus tetap selalu memperhatikan kenaikan berat bada si kecil. Mengapa demikian?
Jika si kecil telah mengalami kelebihan makan dan minum susu, dapat menyebabkan si kecil menjadi muntah. Hal tersebut dikarenakan si kecil belum mampu untuk mengontrol kalori yang masuk ke dalam tubuhnya.
© shutterstock.com
Tanda anak berlebihan makan dan minum susu adalah dengan kondisi popok si kecil menjadi selalu basah. Pada umumnya, bayi bisa menghabiskan setidaknya 4 popok basah setiap harinya. Pernyataan ini tentu saja tidak berlaku dengan seiring berjalannya waktu. Kondisi ini lebih tepatnya bagi bayi berusia diatas 6 bulan.
Namun, jika kalian menemukan fakta bahwa si kecil telah menghabiskan popok lebih dari 8 setiap harinya sebaiknya segera periksa ke dokter. Kondisi ini sebagian besar merupakan tanda bahwa anak telah terlalu banyak mengonsumsi makan ataupun minum susu.
© shutterstock.com
Sama seperti pada orang dewasa lainnya, jika makan atau pun minum terlalu banyak akan menimbulkan rasa sakit pada bagian perut. Hal ini juga berlaku untuk si kecil, dengan kebanyakan makan ataupun minum susu bisa menyebabkan perut si kecil menjadi tidak nyaman bahkan terasa sakit.
Dengan rasa tidak nyaman tersebut, membuat si kecil menjadi sangat rewel bahkan juga membuat si kecil menjadi susah untuk tidur. Perut yang terisi penuh akan membuat anak sering untuk mengeluarkan cairan. Jika pada malam hari perut si kecil terisi penuh ia akan kesulitan untuk tidur sebab akan selalu buang air kecil.
(Sumber: boldsky)