Terkuak, Bharada E Tembak Kepala Brigadir J dari Jarak 2 Meter

Reporter : Editor Dream.co.id
Sabtu, 6 Agustus 2022 18:23
Terkuak, Bharada E Tembak Kepala Brigadir J dari Jarak 2 Meter
"Itu pertama sekitar enam meter, tapi ketika terakhir dia menembak Josua (Brigadir J) itu jaraknya dua meter bagian kepala," ucap Taufan.

Dream - Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik, mengatakan bahwa Bharada E mengaku menembak Brigadir J dari jarak dekat. Bharada E menembak kepala Brigadir J dari jarak berbeda-beda.

" Iya, itu pertama sekitar enam meter, tapi ketika terakhir dia menembak Josua (Brigadir J) itu jaraknya dua meter bagian kepala," ucap Taufan, dikutip dari merdeka.com, Sabtu 6 Agustus 2022.

Namun, tambah Taufan, itu baru pengakuan Bharada E. Menurut dia, Komnas HAM belum bisa menyimpulkan peristiwa yang sesungguhnya.

" Iya, itu pengakuan dia tapi saya bilang enggak bisa kita sebagai penyelidik simpulkan itu. Bahwa sekarang penyidik jadikan dia tersangka tapi kan penyidik akan cari barang bukti," ujarnya.

1 dari 2 halaman

Taufan menjelaskan bahwa proses pembuktian pembunuhan terhadap Brigadir J akan ditentukan di pengadilan.

" Kalau dia menemukan barbuk (barang bukti) pendukung lain yang semakin memastikan, ya bawa ke pengadilan. Hakim nanti akan menguji bener enggak itu kan, tapi untuk mentersangkakannya memang wajar," ucapnya.

Komnas HAM telah memeriksa seluruh ajudan Irjen Pol Ferdy Sambo, dio antaranya Bharada E, Bripka R, dan Brigadir D. Ada pula asisten rumah tangga Ferdy Sambo yang ikut diperiksa.

Komnas HAM juga telah mendapat beberapa bukti insiden di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo. Salah satunya, soal karakteristik luka tembak yang berasal dari jarak dekat.

" Kalau dari karakter luka, jaraknya memang tidak terlalu jauh. Tetapi ada beberapa karakter jarak yang berbeda-beda. Itu dari hasil pendalaman kami," kata Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam, Selasa 26 Juli 2022.

2 dari 2 halaman

Anam menambahkan, polisi menyebut ada proyektil yang bersarang di tubuh Brigadir J. Fakta itu didasarkan pada temuan tujuh jumlah luka masuknya proyektil berbeda dengan luka keluarnya proyektil.

" Ada pertanyaan, kenapa kok jumlah lukanya masuk dan keluar berbeda? Jumlah luka masuk dan keluar berbeda karena memang ada yang masuk dan keluarnya memang pelurunya masih bersarang di tubuh. Sehingga jumlahnya berbeda," ujar dia.

Komnas HAM telah mendapat data luka di jasad Brigadir J dari hasil pemeriksaan tim forensik yang dipimpin Kapusdokkes Polri, Irjen Pol Asep Hendradiana, yang berlangsung pada Senin 25 Juli lalu.

Komnas HAM mendapatkan laporan dokumen mulai dari luka jenazah dari sesudah maupun sebelum autopsi. Dari penampakan sejumlah luka tembak di tubuh Brigadir J yang dikonfirmasi dengan keterangan keluarga.

" Kaki, bandingkan foto lebam yang pas hari minggu dengan foto jenazah yang diotopsi. Artinya angka kematian masih sangat pendek, itu kelihatan sekali. Jadi itu kunci dalam konteks autopsi adalah melibat jenazah sebelum di autopsi," ucapnya.

" Dan itu kami sudah lihat dengan detail, dan sangat mendalam. Ditunjukan bagaimana cara kerjanya dan pakai alat apa dan sebagainya, termasuk kami juga ditunjukan karena itu foto ya. Kameranya pakai kamera profesional yang memang untuk kerja-kerja forensik, pasti hasilnya berbeda," tambah dia.

Beri Komentar
Jangan Lewatkan
More