Tes Cubit Kulit untuk Pastikan Si Kecil Tak Dehidrasi

Reporter : Mutia Nugraheni
Jumat, 12 Agustus 2022 13:12
Tes Cubit Kulit untuk Pastikan Si Kecil Tak Dehidrasi
Cari tahu caranya, jangan sampai telat mengetahui karena bisa fatal.

Dream - Anak-anak mulai banyak beraktivitas di luar rumah. Baik bermain bola, berlarian, atau aktivitas lainnya saat siang atau sore hari. Pastikan saat anak sedang sangat aktif, selalu sediakan sebotol air.

Jangan sampai buah hati mengalami dehidrasi dan merasa lemas. Kondisi tubuh saat kekurangan cairan ini juga sering terjadi saat anak mengalami diare dan demam. Dehidrasi bila dibiarkan efeknya bisa fatal dan sayangnya pada beberapa kasus, orangtua tak sadar anaknya mengalami kekurangan cairan parah.

Bila mendapati anak pucat, setelah beraktivitas, diare selama beberapa hari atau demam, coba lakukan tes cubit jari. Karan Rangarajan, MRCS, MBBS, seorang dokter bedah National Health Service di Inggris, memperlihatkan cara untuk mengetahui apakah seseorang dehidrasi atau tidak.

tes cubit kulit© TikTok @dr.karanr

Lewat video yang diunggahnya di TikTok @dr.karanr cara tersebut dikenal dengan tes cubit kulit atau tes turgor. Caranya, cukup cubit kulit di jari-jari. Setelah itu perhatikan apakah kulit segera kembali seperti semula atau membutuhkan waktu lama.

" Ini dikenal sebagai 'skin pinch' atau tes turgor kulit. Semakin terhidrasi, semakin elastis kulit dan akan segera kembali setelah dicubit. Jika mengalami dehidrasi, kulit kehilangan elastisitasnya dan butuh beberapa saat untuk kembali normal, dan kemungkinan besar akan mereda," kata dr. Rangarajan dalam video.

 

1 dari 2 halaman

Bagaimana Tes Cubit Kulit Bekerja?

Tes cubit kulit digunakan untuk mengukur elastisitas kulit, atau kemampuannya untuk meregang dan kembali. Ini juga dapat digunakan sebagai cara untuk menilai dehidrasi.

" Bisa dikatakan sebagai turgor kulit yang buruk ketika kulit tidak pulih dalam satu atau dua detik. Turgor kulit yang buruk bisa menjadi indikator dehidrasi," kata ahli gizi Kathryn Piper, RDN, LD, kepada dikutip dari Health.

Orang dewasa biasanya akan bisa mengeluhkan gejala dehidrasi seperti merasa pusing, haus, tak fokus atau gejala lain. Sedangkan anak-anak biasanya tak bisa menggambarkan dan menjelaskan keluhan yang dialaminya saat dehidrasi. Untuk itu orangtua harus lebih peka.

Bila memang mencurigai anak mengalami dehidrasi, coba lakukan tes cubit kulit tersebut. Jangan ragu untuk segera membawa ke rumah sakit jika anak terindikasi mengalami dehidrasi parah.

2 dari 2 halaman
Beri Komentar