Kegigihan Arya Permana Turunkan Berat Badan di Bawah Asuhan Ade Rai

Reporter : Amrikh Palupi
Rabu, 22 Januari 2020 17:12
Kegigihan Arya Permana Turunkan Berat Badan di Bawah Asuhan Ade Rai
Ade Rai terus memotivasi Arya agar lebih menyukai hidup sehat.

Dream - Arya Permana sempat menyedot perhatian publik. Bocah asal Karawang, Jawa Barat ini mengalami obesitas akut yang membuatnya tubuhnya membesar dan memiliki berat badan hingga 193 Kilogram.

Pemberitaan soal Arya ternyata membuat binaragawan Ade Rai tergerak. Dia memutuskan menjadi pelatih Arya dan mendampingi bocah itu menurunkan berat badan.

Ade memberikan sejumlah teknik latihan angkat beban kepada Arya. Ditambah diet yang ketat, berat badan Arya turun menjadi 83 Kg.

Ade membagikan video di Instagramnya mengenai bagaimana penampilan Arya saat ini. Video tersebut menunjukkan aktivitas Arya yang berlatih angkat beban bersama Ade dengan ukuran tubuh yang jauh berbeda.

arya permana

Ade mengatakan Arya berhasil menurunkan berat badan berkat semangat, dukungan keluarga dan tindakan medis yang dilakukan. Dia mengaku hanya memberikan motivasi kepada Arya agar menyukai pola hidup sehat.

"Cerita SUKSES @ariaa.prm murni karena pola perilaku aria sendiri dan keluarga nya serta dukungan medis yg di dapatkan aria selama ini, saya lebih sekedar memotivasinya saja sebagai bagian dari orang-orang yang peduli akan perilaku sehat," tulis Ade di akunnya, @ade_rai, Rabu 22 Januari 2020.

arya permana

"Terutama bicara dalam ikut berkontribusi mengurangi angka kelebihan berat badan yang selama ini menjadi kontributor utama penyakit kronis dan prematur kematian," terang Ade menambahkan.

Pria berusia 49 tahun ini berharap kisah hidup Arya bisa menjadi memotivasi dan pelajaran untuk anak Indonesia agar hidup lebih sehat.

arya permana

"Semoga cerita ARIA PERMANA menjadi pelajaran yang berharga bagi kita semua .. dan berharap anak-anak di indonesia memiliki orang tua dan keluarga yang mampu mempengaruhi nya secara positif sehingga bersedia dengan senang hati meniru perilaku sehat keluarga dan lingkungannya," ucapnya.

Video unggahan pria bernama asli I Gusti Agung Kusuma Yudha Rai mendapatkan sanjungan dari warganet. Sederet artis pun memberikan pujian kepada Ade.

"wow gokil tonton video ini makin bangga @ade_rai," tulis akun @richo_kyle.

"@ariaa.prm kamu hebaaaaat!!! dan utk mas @ade_rai kamu luar biasa," tulis akun @kalinaocktaranny.

"The best," tulis akun @ibnujamilo.

 

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram

Senang nya melihat aria hari ini... Fitnessmania, sekali lagi jangan salah paham ya... cerita SUKSES @ariaa.prm murni karena pola perilaku aria sendiri dan keluarga nya serta dukungan medis yg di dapatkan aria selama ini, saya lebih sekedar memotivasinya saja sebagai bagian dari orang-orang yang peduli akan perilaku sehat, terutama bicara dalam ikut berkontribusi mengurangi angka kelebihan berat badan yang selama ini menjadi kontributor utama penyakit kronis dan prematur kematian. Semoga cerita ARIA PERMANA menjadi pelajaran yang berharga bagi kita semua .. dan berharap anak-anak di indonesia memiliki orang tua dan keluarga yang mampu mempengaruhi nya secara positif sehingga bersedia dengan senang hati meniru perilaku sehat keluarga dan lingkungannya... Sebelum menjadi orang tua yang bijaksana bagi anak kita, berlaku lah bijaksana bagi diri sendiri, terutama dalam meningkatkan kemampuan kita menciptakan kesenangan pada TUBUH kita melalui pola perilaku sehari- hari... pola makan, pola gerak, pola istirahat, dan pola pandang .. TUT WURI HANDAYANI .. mengAJARkan cukup hanya dengan menCONTOHkan????

Sebuah kiriman dibagikan oleh Ade Rai (@ade_rai) pada

1 dari 5 halaman

Berat Badan Gadis Tergemuk di Kampus Ini Susut 63 Kg Karena Game Xbox

Dream - Laura Dryden dari Cambridge, Inggris, akhirnya bisa memiliki tubuh ideal yang telah menjadi impiannya sejak masih kuliah.

Sejak remaja, gadis 29 tahun menganggap dirinya sosok paling gemuk dan paling besar di sekolah.

Rupanya, tubuh gendutnya itu berlanjut hingga dia kuliah. Laura sampai malu setiap kali berjalan melintasi kampus.

Laura ingat betul betapa dia berjalan terengah-engah dan kehabisan napas ketika sampai di kelas.

" Saat di universitas, berkeliling kampus adalah mimpi buruk, dan aku selalu kehabisan napas ketika berjalan ke kelas," kenang Laura.

Laura juga mengaku bahwa dirinya bukan tipe orang yang aktif berolahraga. Karena dia memang tidak suka olahraga sama sekali.

Selain itu, tekanan kuliah membuatnya semakin banyak makan sehingga berat badannya terus naik.

2 dari 5 halaman

Titik Balik

Karena tubuhnya, Laura tidak bisa membeli pakaian yang sedang tren. Dia benar-benar sedih dan kecewa dengan kondisi tubuhnya.

" Aku sangat sedih dan kecewa ketika ingin membeli pakaian. Aku ingin memakai pakaian yang sedang jadi tren. Tetapi itu tidak mungkin karena ukuran tubuhku," katanya.

Laura, yang mempelajari Forensic Computing di University of Lancaster, mulai sadar untuk menurunkan berat badannya setelah liburan di Mesir delapan tahun yang lalu.

Saat itu, bobot tubuh Laura sudah mencapai 117,4 kilogram. Karena tubuhnya yang gendut, Laura tidak berani memakai baju renang saat liburan.

" Itulah titik balik hidupku yang mendorong diriku untuk menjalani gaya hidup yang lebih sehat. Aku tidak ingin merasa sengsara lagi," katanya.

3 dari 5 halaman

Latihan dengan Bantuan Game Xbox

Laura mulai dengan berolahraga menggunakan game kebugaran di konsol Xbox-nya. Dia memilih beberapa game kebugaran seperti Your Shape Fitness Evolved, Dance Central, Zumba Fitness, dan The Biggest Loser.

Laura juga membeli alat olahraga cross-trainer yang dia gunakan secara teratur saat menonton TV.

Dia juga latihan lari empat kali seminggu dan mengonsumsi suplemen buah blackcurrant untuk menjaga stamina saat berolahraga.

Laura juga menceritakan bagaimana dia sarapan yang terdiri dari bubur dengan susu almond, diikuti dengan makan siang sup di musim dingin.

Makan malamnya biasanya terdiri dari daging, ikan atau ayam dengan banyak sayuran, serta kentang yang tumbuk.

4 dari 5 halaman

Berat Badan Susut 63,5 Kg

Setelah merasa berat badannya berkurang, Laura mencoba untuk jogging untuk pertama kalinya pada tahun 2013.

Dia juga mengikuti berbagai lomba marathon di kotanya. Tanpa disadari, Laura akhirnya bisa mencapai berat badan idealnya.

Di akhir tahun 2013 itu juga, berat badan Laura telah berkurang dari 117,4 kg menjadi 53,9 kg.

5 dari 5 halaman

Menghadapi Masalah Baru

Sayangnya, dia menghadapi persoalan baru setelah berat badannya turun. Kulit Laura menjadi kendur sehingga perlu proses pengencangan.

Laura pun memilih untuk melakukan operasi pengencangan perut dan payudara pada bulan April 2014.

Sekarang Laura sudah percaya diri dengan penampilannya. Dia juga tidak malu lagi memakai baju renang favoritnya.

" Saya sekarang bisa berlari setidaknya dua jam sebelum saya merasa lelah. Tugas sehari-hari juga jauh lebih mudah dikerjakan," tambahnya.

(Sumber: Daily Mail)

Beri Komentar
Video Polisi Tes Kandungan Sabu Cair dalam Mainan Anak-anak