Dituding Telantarkan Anak, Atalarik Ungkap Fakta di Sidang

Reporter : Gladys Velonia
Rabu, 19 Juli 2017 11:45
Dituding Telantarkan Anak, Atalarik Ungkap Fakta di Sidang
Pada sidang pembuktian dan keterangan saksi Atalarik membaa 20 bukti dan enam orang saksi.

Dream - Atalarik Syah mengajukan 20 bukti ke sidang perceraian di Pengadilan Agama Cibinong, Jawa Barat, Selasa 18 Juli 2017. Bukti dalam bentuk tertulis dan video itu digunakan untuk membantah tudingan Tsania Marwa, istri yang menggugatnya cerai.

" Selain itu, kami juga sudah mengajukan enam saksi yang semuanya membantah semua bukti-bukti yang dilayangkan Marwa sebelumnya. Insya Allah ini yang menurut kami terbaik," tutur kuasa hukum Atalarik, Junaedi, usai persidangan.

Saksi yang dihadirkan Atalarik dalam sidang selama dua setengah jam itu adalah orang-orang terdekatnya. Mereka di antaranya suster yang mengasuh anak-anak Atalarik dan Tsania, Dila, sopir, dan dua kakak Atalarik.

" Mbak Dila ini adalah orang yang membantah secara tegas bahwa apa yang ada di media selama ini tidak benar bahwa anak tidak terurus saat bersama Arik," tutur Junaedi.

" Itu adalah keterangan palsu, itu adalah manipulasi sifatnya, dan Mbak Dila tadi sudah menglarifikasi, karena dia yang merekam kejadian pada saat ulang tahun Shabira --anak Atalarik-- tanggal 27 Juni," imbuh dia.

Menurut Junaedi, Dila menjadi bukti bahwa Tsania berbohong. Awalnya, kata Junaedi, Tsania meminta untuk video call saat putri mereka, Shabira, berulang tahun dan kemudian digunakan untuk menyudutkan Atalarik.

" Dan Mbak Dila merasa menyesal melakukan itu untuk Marwa dan dia merasa Mbak Marwa tidak amanat. Jadi dia sudah klarifikasi semua di persidangan bahwa anak sebenarnya terurus dengan baik dan itu hanya soal kuku hitam (yang dipermasalahkan oleh Marwa dan menjadi bukti anak tidak terurus)," jelas dia.

Junaedi menambahkan, masalah kuku hitam anak yang dipersoalkan Tsania sebenarnya wajar saja. Sebab mereka bermain-main sebelum perayaan ulang tahun tersebut. Kuku hitam itu, tegas dia, bukan berarti anak-anak Tsania tidak terurus saat tinggal bersama Atalarik.

" Tiap hari enggak mungkin seperti itu (kukunya hitam). Karena mbaknya ada, keluarga ada, apalagi Arik telaten mengurus anak," imbuh Junaedi.

Beri Komentar