Cerita Sahabat Mandikan Jenazah Pretty Asmara

Reporter : Nur Ulfa
Senin, 5 November 2018 19:47
Cerita Sahabat Mandikan Jenazah Pretty Asmara
Ini kisahnya.

Dream - Sahabat Pretty Asmara, Ade Nurul mengaku sedih dan sangat kehilangan sosok wanita berusia 41 tahun pada Minggu 4 November di Rumah Sakit Pengayoman Jakarta Timur itu. 

" Kita merasa sangat kehilangan, kita teramat sedih, tapi mungkin ini takdir dan yang terbaik untuk Pretty," kata Ade Nurul saat di kawasan Tendean Jakarta Selatan, Senin 5 November 2018.

ade nurul

Ade Nurul dan Dewinta Bahar (Foto : Nur Ulfa/Dream)

Sebagai sahabat Ade turut memandikan jenazah di Rumah Sakit Pengayoman sebelum diberangkatkan ke kampung halamannya di Lumajang, Jawa Timur. Terlebih, kata Ade, saat itu belum ada keluarga yang tiba di Rumah Sakit.

 " Saya ikut memandikan, mengafani karena yang memandikan nggak ada orang lain," ucapnya.

Menurut Ade, memandikan jenazah merupakan pengalaman pertamanya. Dan pengalaman pertama ini saat memandikan sang sahabat, Pretty Asmara. Ade ingin berbuat kebaikan terakhir kalinya untuk sahabatnya itu.

" Aku belum pernah pegang jenazah. Jadi itu pengalamnan pertama pegang jenazah. Waktu adik aku meninggal, aku ngga berani megang. Tapi pas Pretty, masak sih aku nggak mau buat sahabat. Aku ikhlas untuk berbuat baik untuk sahabat," tuturnya. (ism)

1 dari 4 halaman

Di Ujung Sakaratul Maut, Pretty Asmara Cabut Alat Bantu Pernapasan

Dream - Pretty Asmara merasa gelisah sebelum mengembuskan napas terakhir. Ia sempat melepas pasang alat bantu pernapasan ‎yang disediakan untuknya.

" Jadi kita selalu sedia oksigen mulai dari masuk juga kita kasih infus dan oksigen, sampai tadi subuh oksigen tetap terpasang. Cuma beliau gelisah saat detik-detik terakhirnya. Dipasang oksigen (malah) dicabut, dipasang, dicabut sampai mendiang meninggal," ‎ ujar Kepala Rumah Sakit Pengayoman, dr. Daniel di RS Pengayoman dikutip dari laman Liputan6.com, Senin 5 November 2018.

Selama dirawat, kendala Pretty Asmara adalah sesak napas dan pusing. Karena hal itu, oksigen dan alat bantu pernapasan selalu tersedia buat Pretty Asmara.

" Oksigen selalu terpasang. Sesak. Mendiang selalu sesak sama pusing," kata dr. Daniel.

Kata dr. Daniel, sebelumnya Pretty Asmara sempat menunjukan tanda-tanda sudah mulai membaik dari penyakit yang dideritanya. Bahkan Pretty Asmara mulai mau makan banyak.

" Sebelumnya dah baikan. Yang terakhir justru kuat makannya," tuturnya.

Pretty Asmara dinyatakan meninggal dunia oleh Rumah Sakit Pengayoman, Cipinang, Jakarta Timur, Minggu kemarin sekitar pukul 06.30 WIB. Pretty didiagnosa mengalami pembengkakan pada hati, infeksi paru-paru dan masalah lambung. (ism)

2 dari 4 halaman

Pretty Asmara Pendarahan Hebat Sebelum Meninggal, Ini Kata Dokter

Dream - Pretty Asmara sempat mengalami pendarahan sebelum meninggal. Berdasarkan diagnosa dokter, Pretty diketahui mengidap masalah dengan paru-parulambung dan juga hati.

" Terjadi pendarahan di bagian hidung dan tempat lainnya," ujar tim kuasa hukum Pretty Asmara, Puspa Palupi ditemui di Rumah Sakit Pengayoman, Cipinang, Jakarta Selatan, Minggu kemarin, dikutip dari Liputan6.com.

Setelah dinyatakan meninggal dunia, darah terus keluar dari hidung dan bagian mulut Pretty Asmara.

Kepala Rumah Sakit Pengayoman, dr. Daniel menjelaskan pendarahan yang dialami Pretty Asmara adalah hal wajar. Karena terjadi pembengkakan di hati dan masalah paru-paru yang membuatnya sesak napas.

" Itu ngga ada masalah, mungkin karena bendungan di paru-paru itu‎. Wajar untuk penyakit itu," kata dr. Daniel ditemui di tempat yang sama.

Jenazah ‎Pretty Asmara telah dibawa pihak keluarga ke kampung halamannya di Lumajang, Jawa Timur, untuk dimakamkan.

(ism, Sumber: Liputan6.com/Sapto Purnomo)

 

3 dari 4 halaman

Kondisi dan Permintaan Pretty Asmara Sebelum Meninggal

 

Dream - Artis bertubuh tambun, Pretty Asmara meninggal dunia. Sahrul Romadana, kuasa hukum Pretty, terkejut dan membenarkan kabar itu.

" Betul, jam enam pagi ini meninggal dunia," kata Sahrul, dikutip dari Liputan6.com, Minggu 4 November 2018.

Sahrul merupakan sosok yang setia mendampingi Pretty menjalani setiap proses hukum terkait kasus penyalahgunaan narkoba. Meski begitu, penyebab meninggalnya Pretty hingga kini belum diketahui.

Ditelisik ke belakang, Pretty sempat dilarikan ke rumah sakit karena mengalami gangguan kesehatan pada hati dan lambung. Tetapi, kuasa hukum Pretty lainnya, Asgar Sjarfi, mengaku belum dapat memastikan kondisi itu sebagai penyebab meninggalnya Pretty.

" Sakitnya persisnya sih saya kurang tahu sakit apa, tapi dia memang kelihatan kurus sekali," kata Asgar.

4 dari 4 halaman

Minta Dijenguk

Berdasarkan laporan petugas keamanan RS Pengayoman, Cipinang, Jakarta Timur, Pretty sudah selama sepekan ini dirawat.

Selama setahun menjalani hukuman di penjara, kehidupan Pretty sangat sederhana. Melalui kiriman video yang tersebar di media sosial, Pretty sempat meminta doa agar pengobatannya berjalan lancar.

" Teman-teman aku minta doanya. Aku lagi sakit, hari ini mau di-USG, doain mudah-mudahan hasilnya bagus. Hasilnya normal jangan ada apa-apa," ujar Pretty, September 2018.

Pretty juga sempat meminta teman-teman dekat menjenguknya. " Yang belum jenguk, jenguk dong aku di sini. Enggak kangan apa sama aku? Sini dong," ucap dia kala itu.

Beri Komentar