Dua Fakta Mengejutkan Sosok Nina, Copet Baru di Preman Pensiun 4

Reporter : Amrikh Palupi
Jumat, 15 Mei 2020 08:24
Dua Fakta Mengejutkan Sosok Nina, Copet Baru di Preman Pensiun 4
Apa fakta dari Ribka Uli artis yang memerankan tokoh Nina tukang copet di PP 4?

Dream - Preman Pensiun 4 jadi sinetron yang sedang digemari oleh penggemar tontonan layar televisi di tanah air. Sinetron ini tengah berada di puncak kejayaannya dengan menjadi tontonan dengan rating tertinggi.

Sinetron yang tayang jam 04.00 WIB setiap hari ini menyuguhkan cerita sederhana yang sangat berhubungan dengan kehidupan sehari-hari.

Tidak hanya cerita yang bagus, para pemain pun menarik perhatian penonton sinetron ini. Salah satu pemain yang menarik perhatian adalah Nina, sosok wanita copet di sinetron Preman Pensiun 4.

 Ribka Uli pemeran Nina Copet baru Preman Pensiun© Ribka Uli pemeran Nina Copet baru Preman Pensiun

Sosok Nina diperankan oleh artis cantik Ribka Uli. Nina adalah copet rekrutan teranyar bos Saep yang diperankan oleh Icuk Baros.

Nina merupakan pengganti Mira yang berhenti menjadi copet. Nina beroperasi sebagai copet ditemani oleh mantan rekan Mira bernama Gugum yang diperankan Achmad Safaat.

Lantas bagaimana kehidupan asli dari Nina ini? berikut dua fakta mencengangkan dari Nina sosok copet baru di Preman Pensiun 4 ini.

1 dari 7 halaman

1. Seorang DJ

Tak hanya berparas catik, siapa sangka Ribka Uli ternyata seorang DJ. Ia kerap membagikan aktivitas saat manggung sebagai DJ di laman akun instagramnya.

" Kerja sambil liburan terus di bayar ? Yang jelas bukan ani” happy sunday iya guys," kata Ribka Uli pada foto saat jadi DJ.

2 dari 7 halaman

2. Pemain Dilan

Fakta lain dari artis yang juga berprofesi sebagai DJ itu salah satu pemain film sukses Dilan 1990 yang rilis tahun 2019 silam.

Di film Dilan 1990, Ribka berperan sebagai Susi, salah satu teman SMA tokoh utama Milea Adnan Hussain (Vanesha Prescilla). Ia juga menunjukan bukti berpose dengan ketiga pemain salah satunya Vanesha Prescilla mengenakan baju SMA.

" Sore itu waktu nongkrong di " bi eem" #1990 #omatedankeun," tulis Ribka sebagai keterangan foto.

3 dari 7 halaman

Makin Terkenal, Mira Tukang Copet Preman Pensiun Ingin Belikan Domba Buat Ayah

Dream - Nama pesinetron Delisa Herlina semakin dikenal publik sejak membintangi sinetron Preman Pensiun 4. Dalam sinetron yang tayang di salah satu televisi swasta itu, wanita asli Garut Jawa Barat ini berperan sebagai Mira yang diceritakan sebagai tukang copet angkot.

Semakin dikenal publik membuat Mira memiliki satu keinginan sederhana untuk membahagiakan ayahnya. Mira mengaku ingin membelikan ayahnya seekor domba yang sampai saat ini belum pernah bisa diwujudkannya. 

Keinginan membeli domba sebetulnya sudah ada sejak lama. Namun setiap kali ingin melaksanakan janjinya, Mira selalu memiliki keperluan lain yang lebih mendesak.

" Benar soalnya dari zaman Bike Boys ada target mau beli domba buat bapak cuma belum sempet kebeli sampai sekarang karena ada keperluan yang lainnya," kata Delisa Herlina dikutip Dream dari Youtube TYSONISME CHANNEL, Rabu 13 Mei 2020.

  Mira Preman Pensiun 4© Mira Preman Pensiun 4

Mira mengaku hingga saat ini belum mengetahui kapan bisa mewujudkan keinginannya untuk membelikan domba untuk ayahnya. Malah kini Mira sudah berpikir untuk membelikan sapi setelah berhasil memberikan domba.  

" Domba juga belum kebeli kalau domba sudah kebeli baru beli sapi. Belum ya Allah kapan ya? Siapa tahu ada yang ngelamar ke rumah bawa 20 domba. Mungkin gak tahu, sah kayak nya," tuturnya.

(sah, Sumber : youtube.com)

4 dari 7 halaman

Jarang Tampil, Epy `Preman Pensiun` Jadi Pedagang Kaki Lima

Dream - Kabar mengejutkan datang dari komedian Epy Kusnandar. Lama tak muncul di layar kaca, Epy ternyata sedang rajin menekuni bisnisnya menjadi pedagang kaki lima. 

Pemeran tokoh Kang Mus dalam serial Preman Pensiun ini mengaku kariernya di dunia hiburan tengah meredup. Dia kalah bersaing dengan artis-artis pendatang baru.

“ Saya enggak tahu mau usaha apa, akhirnya coba-coba jadi PKL. Walaupun pendapatan tidak seberapa tapi bisa untuk makan sehari-hari,” ungkap Epy, dikutip Dream dari pojoksatu.id, Selasa, 1 Agustus 2017.

   epy kusnandar© dream.co.id

Pria yang pernah mengidap kanker otak tersebut kini punya usaha kuliner. Bukan sebuah restoran, Epy hanya membuka lapak di pinggir jalan.

“ Sehari saya dapatnya nggak sampai sejuta. Belum dipotong modal dan untuk bayar gaji orang. Namun, alhamdulillah masih bisa kasih makan anak istri,” tuturnya melanjutkan.

Well, kita doakan saja ya agar usaha Kang Mus laris manis diserbu pembeli.

Sumber: pojoksatu.id

5 dari 7 halaman

Si 'Mantan Preman' Melawan Tumor Otak

Dream – Tin! Tin! Tin! klakson kendaraan di belakang mobil yang dikendarai Epy Kusnandar memekakan telinga. Tetapi, Epy bergeming. Dia tak dapat lagi memacu mobil yang dikendarainya.

Dia membuka kaca mobil di sebelah kanannya. Dengan kondisi lunglai, tangan kanannya memberi tanda: meminta kendaraan di belakang mobilnya untuk melaju. Dengan sisa tenaga, tangan kirinya meraih ponsel. Dia kemudian mencari nomor telepon seorang kawan yang bisa dihubungi.

" Tolong saya. Posisi di pertigaan Jalan Raden Saleh dan Jalan Cikini," kata Epy dengan suara lemah. Ponselnya terjatuh. Dia pingsan. Saksi menyebut, yang terlihat, bola mata Epy putih.

Saat tersadar, dia mengetahui sedang dirawat di Rumah Sakit PGI Cikini, Jakarta Pusat. Setelah ditangani, Epy sempat dibawa ke Rumah Sakit Tria Dipa. Dari situ, dia sempat didiagnosa mengalami penyakit yang berbeda.

Penyakit yang diderita Epy baru diketahui saat dia menjalani pemindaian otak di Rumah Sakit Abdi Waluyo Jakarta Pusat. Benjolan sebesar biji sawi itu menjadi penyebab rasa nyeri di kepalanya.

6 dari 7 halaman

Sakitnya Luar Biasa di Kepala Tengah

Peristiwa itu bukan bagian dari adegan film yang dimainkan Epy. Itu terjadi saat Epy hendak pulang menuju rumahnya di sekitaran kawasan Kalibata, usia menyelesaikan latihan teater di Taman Ismail Marzuki (TIM) Cikini, Jakarta Pusat.

Dia tak ingat betul tanggal persis peristiwa itu terjadi. " Pokoknya, di suatu malam di 2011," ucap dia, saat berbicang dengan Dream di Peqho Acting and Workshop, Jalan Ciranjang 24 B, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin, 9 Januari 2017.

Menurut Epy, kondisi tersebut merupakan akumulasi rasa sakit yang dihiraukannya. Padahal, dia sebetulnya sudah sering merasakan sakit luar biasa di bagian kepala tengah. " Rasanya di pusat pemikiran. Kalau mikir yang nggak terpikirakan suka ngejuit," ucap dia.

Dokter yang mendiagnosa di Rumah Sakit Abdi Waluyo Jakarta Pusat menyebut, kata dia, benjolan kecil itu merupakan awal tumbuhnya tumor. Untungnya, benjolan tersebut belum memasuki stadium kritis.

" Kalau bicara stadium belum masuk Stadium (diskotik), karena sudah dibongkar..he..he..Belum masuk stadium kanker, gejala tumor," tutur pemeran Kang Mus dalam sinetron Preman Pensiun itu.

Dia merasa temuan benjolan kecil gejala tumor di kepalanya tersebut tidak segera terdeteksi, sehingga tidak berkembang ke otak. " Untungnya, saya pemalas. Jadi, otaknya nggak apa-apa. Kalau mas Kasino kan terlalu kreatif jadi larinya ke otak. Kalau saya terlalu malas," ucap dia sembari tertawa.

Epy mengingat, gejala tumor yang tumbuh di kepalanya itu muncul lantaran pola hidup tidak sehat yang dijalankannya. Sebab, selepas tidak tinggal dengan orangtua dan berkuliah di Jurusan Teater, Institut Kesenian Jakarta (IKJ) dia mengalami masa-masa berat.

Di masa-masa itu, ia kerap tidur berpindah dan kerap menyantap makanan tak sehat.
" Tidur kadang-kadang di kantor pos satpam Taman Ismail Marzuki, kadang di pusat perfilman Usmar Ismail. Makannya, mie instan terus. Ngegembel ya," ujar dia sembari mengingat.

Pola hidup tak teratur itu, kata dia, lantaran ambisi untuk menjadi aktor teater yang mumpuni. Ambisi itu tertanam dalam pikirannya sejak SMA.

" Awalnya, seorang kawan berteater SMA, Herman Sahara menulis puisi.'Ada suara aneh di depan burulah ia'. Sampai sekarang, itulah yang membuat saya penasaran mengejar cita-cita di Jakarta," kata dia.

 

   

7 dari 7 halaman

Dua Jalan Pertolongan

Selama hampir empat tahun, Epy menjalani berbagai pengobatan. Dalam kondisi sakit itu, dia masih enggan mengiyakan tawaran dokter untuk dioperasi. Sebab, biaya yang dibutuhkan untuk operasi saat itu tergolong besar.

" Saat itu nggak sempat menghitung. Gambarannya, sebidang tanah sisa-sisa peninggalan orangtua juga sempat, mau dijual. Sudah mau patungan sama ibu dan mertua," ucap dia.

Biaya selama masa pengobatan itu hingga kini tetap dirahasiakan istrinya Karina Ranau. Alasannya, agar Epy tak terbebani dengan jumlah biaya yang dikeluarkan.

" Nanti kepikiran, sebagai bayarannya, kamu hidup sehat lahir dan batin," kata Epy menirukan ucapan Karina.

Berbagai warga yang bersimpati kerap mendatangi rumahnya. Mereka tak hanya menawarkan berbagai obat herbal. Ada juga yang datang untuk mendoakan kesembuhannya. " Komunitas dari berbagai agama," ucap dia.

Atas saran pemeran di Suami-suami Takut Istri, Puti Nur, dia mengunjungi pengobatan herbal, Jeng Ana. Di pengobatan herbal itulah dia merasa penyakit yang dialaminya berkurang.

" Obat dari dokter tetap dikonsumsi. Jadi dua jalan pertolongan, medis tanpa operasi untuk membunuh bibit-bibit tumor dan ramuan herbal dari Jeng Ana," kata dia.

Selain mengonsumsi obat herbal dan medis, Epy kala itu mengubah pola hidupnya secara drastis. Dia juga kembali berolah raga.

" Saya mengoleksi sepeda tua untuk olahraga. Mengenang masa kuliah saat jadi pengantar koran di kawasan pejabat di Menteng,” kata dia.

Belakangan, setelah kondisinya semakin membaik, dia mulai mengurangi olahraga. Sebab, gerak olah tubuh yang dia lakukan tercurahkan pada aktivitas seni peran.

Di seni peran itu, dia juga manfaatkan sebagai terapi. " Agar pikiran dan darah tidak membeku," ucap dia.

Dia berbagi pesan kepada penderita kanker dan tumor. Menurut dia, para penderita kanker dan tumor seharusnya dapat berkisah kepada orang terdekatnya.

" Agar masalah yang diderita tidak menjadi beban sendiri. Agar tak traumatik kalau ditanya sakit apa? jawab, 'Tidak sakit apa-apa kok' Dan mempersiapkan mental, kalau sewaktu-waktu dipanggil harus siap,” ujar dia.

Kini kondisi kesehatan Epy kembali prima. Dia telah kembali ke dunia seni peran. 
Pementasan teater berjudul Atas Nama Kota yang rencananya digelar pada 25 Februari 2017 dan, satu pementasan menyambut ulang tahunnya, Stand Up is Dead pada 1 Mei 2017 telah dipersiapkan.

Selain pementasan teater, dia pun terlibat dalam produksi film horor terbaru besutan sutradara The Mo Brother.

" Alhamdulillah pensiun dari 'preman' itu bisa mengerjakan yang lain. Kemauan lain masih ada tapi tidak muluk-muluk. Saya ingin berbagi pengalaman apa yang dirasakan dan didapatkan tahun sebelumnya. Yang penting sehat," ucap dia.

Beri Komentar