Bertabur Bintang, Film Bebas Ajak Penonton Bernostalgia

Reporter : Amrikh Palupi
Senin, 9 September 2019 06:12
Bertabur Bintang, Film Bebas Ajak Penonton Bernostalgia
Begini keterangan dari Produser Mira Lesmara dan Sutradara Riri Riza.

Dream - Proses penggarapan film Bebas sudah hampir rampung. Sinema hasil kolaborasi dengan perusahaan asal Korea Selatan, CJ Entertainment, ini bakal dirilis 3 Oktober mendatang.

" Film Bebas sudah hampir rampung dan sejak pertama kali menonton hasilnya, ada satu rasa yang terus muncul, nostalgia," kata Mira Lesmana, produser sekaligus penulis skenario film Bebas, di Jakarta, Kamis 5 September 2019.

Mira berharap, dengan film ini penonton bisa datang ke bioskop sambil bernostalgia karena sebagian latar wanktunya memang pada era 90an.

Riri Riza, sutradara film Bebas, mengatakan bahwa film ini sangat spsial. Sebab, ada beberapa peristiwa penting yang terjadi, seperti tahun berdirinya Miles Films sebagai rumah produksi yang menaungi film tersebut. Selain itu juga latar waktu 90an.

Para pemain Film Bebas (Foto : Vika Novianti Umar/Magang)

Pemeran film Bebas (Dream/ Vika Novianti Umar)

" Tahun ini juga merupakan tahun berdirinya Miles Films. Era 90-an merupakan periode penting di mana banyak terjadi perubahan di Indonesia," kata Riri.

" Membuat peninggalan era tersebut menjadi nostalgia bersama bagi semua generasi, bahkan buat mereka yang lahir paska era 90-an," imbuhnya.

 

1 dari 1 halaman

Adaptasi Film Korea

Film bertabur bintang ini merupakan adaptasi dari film box office Korea berjudul Sunny. Tidak jauh berbeda dengan film aslinya, Bebas mengangkat dua latar waktu yang berbeda, masa sekarang dan era 90an.

Meskipun adaptasi dari film Korea Selatan, Mira mengatakan bahwa film Bebas tetap menguatkan sisi Indonesia dari budaya remaja di Jakarta tanpa mengubah struktur cerita aslinya.

" Struktur tidak ada yang berubah, konten lokal yang lebih kami gali," kata Mira

Film ini akan diperankan oleh Marsha Timothy, Sheryl Sheinafia, Baim Wong, Agatha Pricilla, Lutesha, Zulfa Maharani, Baskara Mahendra, Susan Bachtiar, Indy Barends, dan Widi Mulia.

Laporan Vika Novianti Umar

Beri Komentar