Haaddad Alwi, Foto : Instagram @abihaddadalwi
Dream - Nama Haddad Alwi sempat melambung lalu lewat lagu-lagu religi. Dulu dia terkenal berduet dengan penyanyi Sulis.
Kini, setelah semakin bertambah usia, Haddad Alwi sudah tak terdengar lagi kabar dan karyanya. Kendati demikian, ternyata ia masih aktif di dunia hiburan.
Artis kelahiran 13 Maret 1966 itu bahkan menggagas sebuah gerakan bernama Indonesia Serasi yang membawa misi persatuan lewat musik.
Gerakan berskala nasional ini bertujuan menanamkan sikap moderasi, menerima adanya perbedaan agama dan keragaman budaya, serta menanamkan rasa cinta bangsa, terutama di kalangan Gen-Z.
" Gerakan ini bersifat independen, lintas suku, agama, ras, dan golongan, serta tidak berafiliasi dengan lembaga dan organisasi manapun," kata Haddah Alwi Assegaf lewat prescon virtual, Kamis 19 Mei 2022.

Musik dipilih sebagai alat atau media untuk menyampaikan pesan-pesan yang dimaksudkan oleh gerakan #IndonesiaSerasi.
Sejumlah lagu sudah disiapkan dan akan diviralkan satu demi satu selama setahun ke depan, melalui berbagai platform media sosial seperti YouTube, Facebook, Twitter, Instagram, TikTok, dan lain sebagainya.
" Musik bersifat universal sehingga bisa diterima oleh masyarakat dari berbagai golongan, tingkat ekonomi dan pendidikan apa pun," ungkapnya.
Sebagai pembuka, pada 2 April 2022 yang lalu telah dirilis lagu pertama berjudul Indonesia Serasi yang dibawakan oleh Kamasean, Abraham Kevin, dan Ebith Beat A. Lagu ini diadaptasi dari dua lagu daerah Kalimantan Selatan, yakni Ampar-ampar Pisang dan Paris Barantai.
Lagu-lagu berikutnya akan dirilis secara bergiliran di platform yang sama, dan masih diadaptasi dari lagu-lagu daerah Indonesia yang diaransemen ulang.
Gerakan Indonesia Serasi juga didukung oleh sejumlah tokoh nasional hingga selebritis, seperti Alissa Wahid, Addie MS, Kak Seto, Ahmad Najib Burhani, Jessica Mila, Raffi Ahmad, Nagita Slavina, Ahmad Dhani, Opick.
Ada pula Deddy Corbuzier, Pamela Bowie, Cici Faramida, Siti KDI, Daniel Mananta, Ammar Zoni, Melly Goeslaw, Giorgino Abraham, dan lain-lain. Tak ketinggalan sejumlah tokoh agama juga turut mendukung gerakan ini, seperti Ustadz Das’ad Latief, Habib Husein Ja’far, Pastor Gilbert.