Arzeti Bilbina (Foto : Kapanlagi.com)
Dream - Kabar duka datang dari Arzeti Bilbina. Ayah mertuanya, Mayjend TNI (Purn) H. Bachrul Ulum meninggal dunia. Pemakaman sang mertua digelar secara militer di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata pada Senin, 31 Januari 2022.
Sebelum dikebumikan, Aditya sempat memberikan sambutan atas nama keluarga. Dalam pernyataannya, Aditya mengucapkan terima kasih kepada para pelayat yang sudah turut mengantarkan sang ayah ke peristirahatan terakhirnya.
" Alhamdulillah pada hari ini kami sekeluarga telah mengantarkan ayahanda kami ke tempat peristirahatan terakhir. Kami mengucapkan beribu terima kasih atas penghormatan kepada ayahanda kami penghormatan yang terbaik untuk prajurit yang terbaik," kata Aditya di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Senin 31 Januari 2022.

Foto : Kapanlagi.com
" " Terima kasih atas semua pihak yang telah mendukung dan kami atas nama keluarga memohon maaf atas segala kesalahan beliau almarhum baik yang disengaja maupun tidak sengaja, yang halus maupun kasar. Baik perbuatan perkataan. Selamat jalan ayahanda kami percaya the old soldier never die," imbuhnya.
Pemakaman yang berlangsung secara militer itu selesai sekitar pukul 10.25 WIB. Begitu selesai dimakamkan, keluarga Arzeti Bilbina maupun Aditya langsung menabur dan menyiram air bunga di makam sang ayah.
H. Bachrul Ulum meninggal dunia pada Minggu 30 Januari 2022 di Rumah Sakit Tlogorejo, Semarang dalam usia 78 tahun.(Sah)
Menurut Arzeti sebelum menghembuskan napas terakhir ayah mertuanya itu sempat ikut menghadiri sebuah acara pangdam.
" Kalau bicara sakit sih, ya kronologisnya jadi ayah sebetulnya hari kamis kemarin ada acara dengan pangdam. Jadi pada saat acara lagi pegang mic tiba tiba ayah longsor, enggak sadarkan diri terus denyut nadinya hilang, semua ucapin Allahu Akbar, dipeluk pangdam tiba tiba baruk dia Alhamdulillah," kata Arzeti.
Kemudian, dari kejadian itu H. Bachrul Ulum langsung dilarikan ke rumah sakit daerah Semarang.
" Lalu dibawa ke rs tentara, di Semarang Alhamdulillah di sana dikawal, pangdam ikut berikan atensi," katanya.
Aditya menambahkan, begitu mendapat kabar sang ayah tidak sadarkan diri, ia langsung putuskan pergi ke Semarang untuk melihat kondisi ayahnya tersebut.
" Jadi setalah kita ke RST ternyata bapak belum sadar, kontak saya, Zeti, ibu juga, kita putuskan berangkat ke Semarang," kata Aditya.

Foto : Kapanlagi.com
" Saat terakhir kita sekeluarga ingin kasih yang terbaik juga, pengobatan terbaik, ikhtiar terbaik, tapi allah yang menentukan kita ikhlas lepaskan almarhum untuk mendapatkan yang terbaik di sisi Allah SWT," tutup Aditya.
Sumber : kapanlagi.com
Dream - Laznas PPPA Daarul Qur'an menggelar kajian online spesial 10 Muharram 1441 H, atau Sabtu 29 Agustus 2020 dengan khataman akbar, doa dan buka puasa bersama santri penghafal Qur'an.
Acara ini diikuti juga oleh ribuan santri rumah tahfidz dari seluruh Indonesia secara daring.
Kisah Pilu Pak Asep Rawat Anak Sendirian di Rumah Reot Bekas Kandang Ayam Usai Istrinya Kabur
Momen 10 Muharram memang dikenal dengan Idul Yatama atau Hari Raya Anak-anak Yatim. Maka, pada hari ini pun sangat dianjurkan untuk menyantuni anak-anak yatim. Selain itu, umat muslim juga dianjurkan untuk melaksanakan puasa sunnah Asyuro.
Khataman akbar dan doa bersama dilaksakan oleh rumah tahfidz di seluruh Indonesia. Terhitung ada 23 koordinator daerah rumah tahfidz dan rumah tahfiz lainnya di bawah naungan mereka yang mengikuti acara ini.
Selain itu, dari data yang sudah diterima Rumah Tahfidz Center, saat ini terdapat lebih dari 1.300 rumah tahfidz di seluruh Indonesia.
" Saat ini, alhamdulillah sudah 1.300 lebih rumah tahfidz yang sudah didata, dengan adanya rumah tahfidz Indonesia jadi penuh berkah karena Qur'an jadi pedoman. Ketika Qur'an jadi tuntunan InsyaAllah Allah bukakan kenerkahan kepada kita," tutur Pimpinan Rumah Tahfidz Center, Ustadz Agus Jumadi, dalam siaran persnya, Senin 31 Agustus 2020.
Acara tahun ini meski terhalang pandemi, menjadi lebih istimewa karena dihadiri oleh tamu spesial yakni Arzeti Bilbina.
Seperti yang dikenal bersama, ia adalah adalah seorang peragawati, model, bintang film, sinetron dan presenter terkenal di tanah air. Namun, siapa sangka, Arzeti juga kabarnya memiliki rumah tahfidz atau tempat belajar mengaji yang sudah lama ia dirikan.
Tips Hatam 30 Juz Ala Hafidzah Qur'an
Oleh sebab itu, Arzeti tampak tidak canggung tatkala menyapa santri-santri rumah tahfidz yang sudah menunggunya di kajian online tersebut.
© © Spesial
Arzeti pun sempat menceritakan pengalaman hijrahnya. Menurutnya, hijrah merupakan perubahan sikap, ucapan, dan semua perilaku seseorang menjadi lebih baik. Karena hijrah berarti meninggalkan hal-hal buruk dan bersegera menuju kebaikan.
Santri di Kampus Tahfidz Antusias Ikuti UTS Daring
" Hijrah itu berani, berani bersikap dan perasaan yang lebih baik lagi," ungkapnya.
Ia pun mengapresiasi gerakan masif yang dilakukan oleh Laznas PPPA Daarul Qur'an terutama dalam melahirkan para penghafal Alqur'an melalui jaringan rumah tahfidz yang kini sudah tersebar hampir di seluruh Indonesia bahkan mancanegara.
" Saya berterima kasih karena sekarang banyak orang yang mau membiasakan anak-anak kita belajar Alqur'an, buat anak-anakku, teruslah belajar mengaji karena kalian pembuka pintu surga bagi orang tua," pesan Arzetti kepada peserta kajian dan khususnya santri rumah tahfidz.
© © Istimewa
Sementara itu, Direktur Utama Laznas PPPA Daarul Qur'an, Abdul Ghofur, mengucapkan terima kasih kepada seluruh santri yang hari ini bersemangat melangsungkan khataman akbar.
Masya Allah, Satu Keluarga Jadi Guru Ngaji Tanpa Pungut Bayaran
Ia berharap, dari khataman dan doa bersama tersebut membawa Indonesia menjadi negeri yang berkah. Terutama agar Allah bebaskan dari wabah Covid-19.
" Di momen yang baik ini, mari sama-sama kita jaga niat baik kita, dan jangan lupa untuk mendoakan guru-guru dan keluarga, kemudian lengkapi dengan berbagi, terutama kepada anak-anak yatim," ujar Ghofur.
Acara pun ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Dewan Syariah Daarul Qur'an, KH. Ahmad Kosasih.
Dalam doanya, terselip harapan agar Indonesia segera Allah bebaskan dari wabah Covid-19. Selain itu juga agar para santri penghafal Qur'an di seluruh Indonesia dapat lebih bersemangat dalam menghafal Qur'an sehingga mereka kelak menjadi penerus bangsa yang hafal Qur'an.