Postingan Wanda Hamidah Sindir Ahmad Dhani?

Reporter : Amrikh Palupi
Rabu, 29 Agustus 2018 14:27
Postingan Wanda Hamidah Sindir Ahmad Dhani?
Apakah sindiran Ketua Partai Nasdem Jakarta ini untuk menyindir Ahmad Dhani?

Dream - Wanda Hamidah tiba-tiba menjadi perbicangan publik setelah mengunggah pernyataan ke akun instagramnya. Dalam postingannya, dia terlihat menulis sindirian kepada seseorang.

" Dulu NU, dulu PKB, dulu pengagum Gus Dur dan Soekarno, dulu Laskar Cinta.. Sekarang wahabi dan penebar kebencian.. Ketika panggung di musik sudah tak ada, cari panggung dipolitik dng segala cara.. Sampai diusir dr kampungnya sendiri," tulis Wanda Hamida, di insta story miliknya.

postingan wanda hamidah© postingan wanda hamidah

Foto : @lambe_turah

Unggahan Ibu empat orang anak ini pun langsung ramai dikomentari oleh warganet setelah postingan itu beredar luas di sosial media. Pengguna sosial media pun menyebut nama Ahmad Dhani.

" Ahmad dani kayak nya yg di maksut," tulis akun @_wendistiawan.

" Apakah ini ada lah pakde ahahhahha," kata @lusiwatiborumora.

" D i usir dr kampungnya sendri kok luccu angeeettt yaa guys..," tulis akun @veranahanu.

Diketahui Ahmad Dhani baru belum lama ini akan melakukan Deklarasi #2019GantiPresiden di kota kelahirannya Surabaya, Jawa Timur. Namun saat ingin menuju lokasi  di Tugu Pahlawan Surabaya, tak jauh dari hotel itu, Dhani dihadang massa di depan hotel tempat penginapannya.

Alhasil Ahmad Dhani pun gagal melakukan dekrasi dan memutuskan kembali ke Jakarta. Bahkan, Dhani didesak untuk meninggalkan Surabaya. Apakah sindiran Ketua Partai Nasdem Jakarta ini untuk menyindir Ahmad Dhani? Hingga kini belum ada konfirmasi. 

1 dari 3 halaman

Reaksi Ahmad Dhani Didemo di Kampung Halaman Sendiri

Dream Ahmad Dhani mengaku diusir saat ingin menghadiri deklarasi #2019GantiPresiden di kampung halamannya di Surabaya, Jawa Timur. Peristiwaitu terjadi pada Minggu pagi, 26 Agustus 2018 kemarin.

Melalui akun instagramnya, suami Mulan Jamela itu mengaku dikepung saat berada di Hotel Majapahit di Jalan Tunjungan, tempatnya menginap. Dhani menceritakan momen pengepuangan itu melalui video di akun instagramnya.

ahmad dhani© ahmad dhani

Foto : @ahmaddhaniprast

" Assalamualaikum teman-teman yang ada di deklarasi dihadang di depan hotel itu engga bisa keluar hotel. Ditahan oleh polisi, saya didemo disitu, didemo 100 orang," kata Ahmad Dhani pada video, diakses Dream, Senin 27 Agustus 2018.

Mengaku sebagai oposisi, pria berkepala pelontos ini menilai aksi demonstrasi yang ditujukan untuk peserta deklarasi ganti presiden terbilang aneh. Deklarasi berlangsung di Tugu Pahlawan Surabaya, tak jauh dari hotel tersebut.

" Aneh juga, biasanya yang didemo, presiden, menteri, Kapolri. Ini musisi didemo, udah gitu, musisi yang tidak punya backing polisi, backing tentara. Kita ini kan oposisi. Aneh. ini yang demo ini yang membela penguasa," ucapnya.

 

 

 

 

2 dari 3 halaman

Meminta Maaf

Dream - Di akhir video, mantan suami Maia Estianty ini meminta maaf karena tidak bisa menghadiri deklarasi tersebut. 

" Mendemo orang yang tidak berkuasa. Jadi saya ini tidak bisa keluar. Maaf-maaf kepada teman-teman yang deklarasi saya tidak bisa keluar dihadang sama polisi," kata Dhani.

ahmad dhani©

Foto : @ahmaddhaniprast

Dari pengakuan Dhani, polisi terlihat membiarkan orang-orang yang mendemonya selama dua jam di hotel tempatnya. 

" Polisi membiarkan orang-orang ini dua jam. Dua jam di sana dibiarin, saya enggak bisa keluar gitu lho. Saya takut kalau saya keluar marah, saya habisin semua kan repot. Jadi saya ngalah nunggu disini, jadi maaf teman-teman," tuturnya.

3 dari 3 halaman

Kata Pihak Polda Jatim

 

Sementara itu, mengutip laman Merdeka.com, dua hari sebelum kegiatan deklarasi, Kabid Humas Kepolisian Daerah Jawa TimurKombes Pol Frans Burung Mangera mengatakan kepolisian tak mengeluarkan STTP (Surat Tanda Terima Pemberitahuan) acara deklarasi tersebut. Dengan kata lain, polisi tk memberikan izin kegiatan itu.

Pihak kepolisian mengaku khawatir kegiatan itu akan memicu kerusuhan.

Selain deklarasi para pendukung bakal Capres-Cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga S Uno itu, kabarnya juga akan ada aksi pendukung Joko Widodo (Jokowi)-KH Maruf Amin di lokasi yang sama.

" Demi kepentingan Kamtibmas, dua-duanya tidak kita keluarkan STTP-nya," kata Barung.

Alasan lain, deklarasi digelar di hari libur yang dilarang dalam Undang-undang penyampaian pendapatan umum tahun 2018.

" Tanggal 26 Agustus itu bertepatan dengan hari libur (Minggu). Sehingga kami memang tidak menerbitkan STTP itu," papar Barung.

Beri Komentar