Potret Sedih Putra Jane Shalimar di Pemakaman

Reporter : Amrikh Palupi
Senin, 5 Juli 2021 13:40
Potret Sedih Putra Jane Shalimar di Pemakaman
Masih menggunakan APD lengkap, Muhammad Zarno hanya bisa menatap pusara ibunda, Jane Shalimar, yang sudah tertutup tanah dan bunga.

Dream - Duka keluarga Jane Shalimar tampak jelas saat proses pemakaman dengan protokol kesehatan di di TPU Jeruk Purut. Jane yang meninggal dunia karena Covid-19 dan berimbas pada komorbid di tubuhnya dimakamkan pada ,Minggu 4 Juli 2021 serta hanya dihadiri kerabat dan teman dekat.

Putra Jane Shalimar, Muhammad Zarno ikut mengantarkan jenazah sang bunda ke pemakaman. Zarno bahkan mengikuti prosesi pemakaman menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) bersama para petugas.

Putra Jane Shalimar© Putra Jane Shalimar

Foto : Budy Santoto/Kapanlagi.com

Pada foto dokumentari Kapanlagi.com, Zarno tampak tak kuasa menahan sedih kehilangan sang ibunda. Sembari memegang kepala, Zarno hanya bisa menatap pusara Jane yang sudah dipenuhi bunga.

Putra Jane Shalimar© Putra Jane Shalimar

Foto : Budy Santoto/Kapanlagi.com

Sesekali Zarno mengusap air matanya dan menutup wajah saat meneteskan air mata. Potret yang dengan jelas menggambarkan kesedihan mendalam Zarno kehilangan sang bunda yang selama ini dekat dengannya.

Putra Jane Shalimar© Putra Jane Shalimar

Foto : Budy Santoto/Kapanlagi.com

Diketahui Zarno merupakan putra semata wayang Jane Shalimar hasil pernikahannya dengan Vebryanto Indra Kusuma Jahja. Selama hidupnya, Jane dikenal dekat dengan Zarno.

1 dari 8 halaman

Jane Shalimar Dimakamkan di Pusara yang Sama dengan Sang Ayah

Dream - Jenazah Jane Shalimar dikebumikan hari ini, 4 Juli 2021 di TPU Jeruk Purut, Jakarta Selatan. Ibu satu anak ini dimakamkan dengan protokol Covid-19, dan petugas yang menangani menggunakan baju Alat Pelindung Diri APD lengkap.

Almarhumah, dikutip dari Kapanlagi.com, dimakamkan di pusara yang sama dengan ayahnya, Dicky Sadikin. Sekitar 10.50 WIB jenazah sampai di TPU. Para petugas langsung membawa jenazah dengan peti putih ke tempat peristirahatan terakhir.

Jane Shalimar Kecewa Ke Vanessa Angel, Ini Kata Manager© MEN

Sebelum dikebumikan, jenazah terlebih dahulu di salatkan. Pada momen tersebut terlihat pula sang anak Muhammad Zarno, yang turut menyalati ibunda tercinta juga dengan mengenakan pakaian APD lengkap.

Saat peti dimasukkan ke liang lahat dan menyatu dengan tanah, Muhammad Zarno terlihat tegar. Doa-doa pun dipanjatkan dari para sanak saudara Jane Shalimar yang menghadiri proses pemakaman.

2 dari 8 halaman

Mohon Dimaafkan

Jamal, paman Jane Shalimar mengucap permohonan agar segala kesalahan yang dilakukan Almarhumah semasa hidup dapat dimaafkan. " Kami atas nama keluarga mengucapkan terima kasih atas sumbangsih semuanya sampai pemakaman terakhir. Kalau ada salah yang disengaja atau tidak, kami memohon membukakan pintu maaf sebesar-besarnya," ucapnya.

Dituduh Selingkuh dan Menghilang, Jane Shalimar Beri Pengakuan Mengejutkan© MEN

Sebelum meninggal dunia, Jane Shalimar sempat mengalami kondisi kritis karena pneumonia berat akibat Covid-19. Setelah mendapat perawatan intensif di rumah sakit, kondisinya dikabarkan berangsur membaik tapi ternyata takdir berkata lain. Ia mengembutskan napas terakhirnya pada 04.20 WIB hari ini, 4 Juli 2021.

3 dari 8 halaman

Kronologi Kondisi Jane Shalimar Sebelum Meninggal karena Covid-19

Dream - Kabar duka kembali datang dari dunia hiburan. Publik figur sekaligus kader partai Demokrat, Jane Shalimar meninggal dunia pada usia 41 tahun, hari ini Minggu, 4 Juli 2021 pukul 04.20 WIB. 

Kepergian Jane cukup mengejutkan banyak pihak. Pasalnya, ia belum lama terpapar virus Covid-19. Setelah terpapar, Jane sempat kesulitan mencari rumah sakit.

Seperti kita tahu saat ini kondisi RS sangat kewalahan menerima pasien Covid-19. Jane sangat membutuhkan perawatan intensif karena memiliki penyakit bawaan. Berikut kronologi kondisi Jane sebelum meninggal dunia.

4 dari 8 halaman

1. Terpapar virus Covid-19 sejak 24 Juni 2021

 

Jane Shalimar© Instagram @janeshalimar_1

Di tengah-tengah kondisi Jane yang kritis, sahabatnya menjelaskan bahwa ia telah melawan virus tersebut sejak tanggal 24 Juni 2021 dan langsung memiliki gejala berat.

" Lagi kritis, aduh, dia dari tanggal 24 Covid gejalanya langsung berat. Aku belum tahu dari dokter ada bawaan apa, cuma kondisi terakhir dari adik ipar berat gejalanya," kata sahabat Jane, Olive, dikutip dari Liputan6.com, Senin 28 Juni 2021.

5 dari 8 halaman

2. Memiliki penyakit bawaan

Gejala berat yang dialaminya disebabkan oleh penyakit bawaan, di antaranya adalah pneumonia berat dan asma.

" Jane Shalimar mengalami Pnemonia bilateral (kedua paru-parunya ) pneumonia berat Specifik Covid-19,dengan perluasan awan dan infiltrat (kabut putih) di kedua paru parunya," ungkap dokter GD dari Partai Demokrat.

6 dari 8 halaman

3. Saturasi oksigen sempat turun

Seperti kebanyakan pasien Covid-19 lainnya, saturasi oksigennya sempat turun. Ia pun kesulitan mencari tabung oksigen.

" Oksigen lagi nyari terus sampai detik ini juga. Akhirnya ada dari Demokrat, kondisi akhir masih kritis sekarang. Saturasi oksigen turun, 90 atau 91 gitu ya," ujar Olive.

7 dari 8 halaman

4. Kesulitan mencari rumah sakit dan sempat dirawat di UGD


Jane Shalimar© Instagram @janeshalimar_1

Setelah saturasi oksigennya menurun, keluarganya pun langsung mencari rumah sakit. Sempat kesulitan, akhirnya ia dilarikan sementara ke Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta Selatan sebelum mendapatkan kamar perawatan.

" Tadi malam enggak dapat ruangan, belum dapat rumah sakit, tapi sekarang sudah dapat di RS Fatmawati masih di UGD karena belum dapat kamar, penuh, full semua. Masih sampai saat ini belum dapat kamar," tutur sahabatnya itu.

 

8 dari 8 halaman

5. Gunakan ventilator

 

 

Jane Shalimar© Instagram @janeshalimar_1

Saat diperiksa oleh dokter GD, mantan kekasih Iko Uwais itu divonis mengalami pneumonia bilataral di kedua paru-parunya.

Sebelumnya, ia juga akan diintubasi karena kondisi pneumonia berat dan Coivd-19 akut. Lalu, ia mendapat bantuan oksigen melalui selang. Namun karena tindakannya kurang efektif, akhirnya diputuskan untuk memakai ventilator sebagai tindakan akhir.

Beri Komentar