Pertarungan Sengit Pecatur Muda Indonesia di Kejuaran Asia

Reporter : Sandy Mahaputra
Senin, 10 Desember 2018 16:06
Pertarungan Sengit Pecatur Muda Indonesia di Kejuaran Asia
Mereka menolak menyerah!

Dream - Kapten tim catur Indonesia dalam ajang 17th Asian Continental Chess Competition pastikan akan terjadi pertarungan keras di ajang tersebut.

Kristianus Liem mengungkapkan hal itu usai setelah melihat peta pemain. Analisa Kristianus didasarkan pada daftar unggulan teratas pada pecatur pria terdapat sekitar 15 orang yang dapat disebut sebagai GM Super dengan rating di atas 2600.

" Bahkan empat peserta dari 15 GM super memiliki rating di atas 2700. Asia sudah menjadi kekuatan dunia," ujar Kristianus Liem dalam keterangan tertulis, Senin 12 Desember 2018.

Indonesia menempatkan GM Susanto Megaranto sebagai unggulan ke-24 dengan rating 2512. Disusul IM Novendra Priasmoro (2483) di urutan 29; lalu IM Yoseph Taher dan IM Sean Winshand Cuhendi di unggulan 34 dan 42 dari total 64 peserta.

Bobot permainan di turnament ini juga terlihat dari sejumlah 64 peserta dari 14 negara catur asia hanya 7 orang yang tidak bergelar. Sementara sisanya memiliki gelar dengan 29 Grandmaster dan 18 orang Internasional.

Pertarungan sengit juga diprediksi Kristianus untuk laga pecatur perempuan. WGM Medina Warda Aulia menempatkan dirinya di unggulan ke-5 dalam pertandingan ini. Namun bukanlah hal mudah untuk mencapai posisi puncak.

" Di luar dugaan, unggulan pertama ditempati pecatur yang baru bergelar WIM tetapi memiliki rating sanga tinggi untuk ukuran pecatur wanita, (WIM Jiner Zhu-2409)," jelas Kris.

 

1 dari 1 halaman

Menghadapi Lawan-lawan Kuat

 Rating Pecatur ACC

Tiga nama lainnya di atas medina, dua diantaranya bergelar IM, Guliskhan Nakhbayeva (2371) yang pernah bertahun-tahun menjadi pecatur nomor satu Kazakhstan, dan Guo Qi (2368) dari Tiongkok yang pernah menjadi Juara Catur Junior Dunia.

Namun tetap terbuka peluang bagi Medina, meskipun bakal terjadi pertarungan keras. Hal itu menurut Kris karena mengintip di bawah para pecatur dari Vietnam, India, Iran, dan Mongolia, serta pecatur tuan rumah, Filipina.

" Dengan komposisi tersebut dapat dipastikan turnamen akan berlangsung keras baik di pertandingan putra maupun putri. Tersedia tiket menuju World Cup 2019, di kelompok women hanya terdapat satu tiket, sedangkan di open (putra) terdapat 5 tiket kualifikasi," ungkap Kris.

Senada dengan Kris, Chief de'mission Tim Indonesia, Azrie Sofyan Syarief yang juga merupakan Tim Social Investment Japfa mengungkapkan optimisme senada.

" Sebelumnya berangkat tim pecatur Indonesia sudah mendapatkan pelatihan yang memadai dengan Pelatih Tibor Karolyi," jelas Azrie. 

" Setidaknya pelatihan tersebut dapat mempersiapkan atlet catur Indonesia untuk menghadapi lawan-lawan kuat di Asia," imbuhnya.

Azrie juga menjelaskan meskipun sudah dibekali dengan pelatihan tetap saja lawan-lawan di turnamen tersebut tidak bisa dianggap remeh. Bertebarannya pemain dengan rating-rating diatas 2600 menjadi tantangan yang harus benar-benar dipertimbangkan. 

Beri Komentar
Detik-detik Bom Bunuh Diri Meledak di Polrestabes Medan