Kiper Persela FC Lamongan Choirul Huda (foto: Bola.net)
Dream - Kiper tim Persela FC Lamongan, Choirul Huda, meninggal dunia usai mengalami cidera yang serius karena bertabrakan dengan rekan setimnya Ramon Rodriguez pada menit ke-44 Liga 1 Indonesia.
Huda sempat dilarikan ke RSUD dr. Soegiri Lamongan, tapi nyawanya tak terselamatkan.
Dugaan yang muncul Huda tak sadarkan diri setelah lutut Marcel mengenai kepalanya. Laporan bola.net menyebut, Huda mengalami hypoxia, kondisi ketika jaringan tubuh kekurangan oksigen. Tetapi, menurut dokter yang menangani Huda, dr. Zaki Mubarak, tim dokter tidak bisa menjelaskan secara pasti karena belum sempat memindai tubuh Huda karena kondisinya sangat kritis untuk dilakukan pemeriksaan radiologi.
Huda bukan satu-satunya korban `keras`-nya pertandingan. Ada tiga pemain lain yang meninggal dunia karena benturan keras, berikut diantaranya:
Eri Irianto

Pemain Persebaya Surabaya bernomor punggung 19 ini meninggal dunia setelah insiden tabrakan saat laga Persebaya melawan PSIM Yogyakarta di Stadion Gelora 10 November, 3 April 2000.
Eri saat itu bertabrakan dengan pemain bertubuh besar Samson Noujine Kinga. Eri sempat pingsan dan dilarikan ke rumah sakit.
Malam harinya, Eri mengembuskan napas terakhir di RS dr. Soetomo, Surabaya. Eri meninggal karena serangan jantung.
Jumadi Abdi

Lanjutan laga ISL 7 Maret 2009 mempertemukan tim PKT Bontang dengan Persela Lamongan di Stadion Mulawarman, Bontang. Abdi mengalami luka serius pada perut usai bertabrakan dengan pemain Persela Denny Tarkas. Pull sepatu Denny mengenai perut Abdi.
Abdi sempat dirawat di RS PKT Bontang usai laga tersebut. Abdi menghembuskan nafas terakhirnya pada 15 Maret 2009.
Akli Fairuz

Pemain Persiraja Banda Aceh Akli Fairuz juga mengalami tabrakan yang mematikan. Dalam laga Divisi Utama Liga Indonesia antara Persiraja Banda Aceh dan PSAP Sigli, pada 10 Mei 2014, Fairuz luka yang parah akibat berbenturan dengan penjaga gawang PSAP Sigli Agus Rohman. Akli langsung dilarikan ke rumah sakit dan menjalani operasi pada 12 Mei 2014.
Hasil diagnosis dokter rumah sakit Zainal Abidin di Banda Aceh menyebut, Akli meninggal karena kebocoran kandung kemih akibat benturan keras. Komisi Disiplin PSSI menjatuhkan sanksi larangan bertanding kepada Agus selama setahun. Agus juga meminta maaf kepada Akli dan keluarganya. (ism)
Advertisement
Sampah Bisa Jadi Voucher Belanja hingga Pengganti Batubara

3,3 Juta Lansia Terdampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Ini yang Terjadi Saat Masuk ke Tubuh

Abu Vulkanik Letusan Anak Krakatau Sampai Jakarta, Bandara Soekarno Hatta Ditutup Sementara


Review Timbangan Digital MODENA Smart Body Scale untuk Tracking Progress Diet selama Ramadan


Es Batu atau Air Es, Mana yang Lebih Cepat Mendinginkan Minuman? Jawabannya Ternyata Mengejutkan


Mengapa Mencetak Uang Lebih Banyak Tidak Bisa Membuat Negara Lebih Kaya?


Tembus 21 Juta Views, “Kasih Aba-Aba 2.0” Naykilla & Tenxi Jadi Tren TikTok untuk Sambut Shopee 9.9


Pemeriksaan Kesehatan yang Penting untuk Perempuan Usia 20-an, 30-an, 40-an, dan 50-an