4 Pesepakbola yang Meninggal karena Benturan Keras

Reporter : Maulana Kautsar
Senin, 16 Oktober 2017 13:02
4 Pesepakbola yang Meninggal karena Benturan Keras
Kerasnya pertandingan memakan korban jiwa. Ini 4 pesepakbola Tanah Air yang meninggal karena berbenturan keras di lapangan.

Dream - Kiper tim Persela FC Lamongan, Choirul Huda, meninggal dunia usai mengalami cidera yang serius karena bertabrakan dengan rekan setimnya Ramon Rodriguez pada menit ke-44 Liga 1 Indonesia.

Huda sempat dilarikan ke RSUD dr. Soegiri Lamongan, tapi nyawanya tak terselamatkan.

Dugaan yang muncul Huda tak sadarkan diri setelah lutut Marcel mengenai kepalanya. Laporan bola.net menyebut, Huda mengalami hypoxia, kondisi ketika jaringan tubuh kekurangan oksigen. Tetapi, menurut dokter yang menangani Huda, dr. Zaki Mubarak, tim dokter tidak bisa menjelaskan secara pasti karena belum sempat memindai tubuh Huda karena kondisinya sangat kritis untuk dilakukan pemeriksaan radiologi.

Huda bukan satu-satunya korban `keras`-nya pertandingan. Ada tiga pemain lain yang meninggal dunia karena benturan keras, berikut diantaranya:

Eri Irianto

Eri Irianto© Bolaotomotif


Pemain Persebaya Surabaya bernomor punggung 19 ini meninggal dunia setelah insiden tabrakan saat laga Persebaya melawan PSIM Yogyakarta di Stadion Gelora 10 November, 3 April 2000.

Eri saat itu bertabrakan dengan pemain bertubuh besar Samson Noujine Kinga. Eri sempat pingsan dan dilarikan ke rumah sakit.

Malam harinya, Eri mengembuskan napas terakhir di RS dr. Soetomo, Surabaya. Eri meninggal karena serangan jantung.

Jumadi Abdi

Jumadi Abdi© Bolaotomotif


Lanjutan laga ISL 7 Maret 2009 mempertemukan tim PKT Bontang dengan Persela Lamongan di Stadion Mulawarman, Bontang. Abdi mengalami luka serius pada perut usai bertabrakan dengan pemain Persela Denny Tarkas. Pull sepatu Denny mengenai perut Abdi.

Abdi sempat dirawat di RS PKT Bontang usai laga tersebut. Abdi menghembuskan nafas terakhirnya pada 15 Maret 2009.

Akli Fairuz

Akli Fairuz© Lanacion


Pemain Persiraja Banda Aceh Akli Fairuz juga mengalami tabrakan yang mematikan. Dalam laga Divisi Utama Liga Indonesia antara Persiraja Banda Aceh dan PSAP Sigli, pada 10 Mei 2014, Fairuz luka yang parah akibat berbenturan dengan penjaga gawang PSAP Sigli Agus Rohman. Akli langsung dilarikan ke rumah sakit dan menjalani operasi pada 12 Mei 2014.

Hasil diagnosis dokter rumah sakit Zainal Abidin di Banda Aceh menyebut, Akli meninggal karena kebocoran kandung kemih akibat benturan keras. Komisi Disiplin PSSI menjatuhkan sanksi larangan bertanding kepada Agus selama setahun. Agus juga meminta maaf kepada Akli dan keluarganya. (ism) 

 

Beri Komentar