Suasana Ruangan Sidang Muktamar NU (ANTARA FOTO/Zabur Karuru)
Dream - Arena Muktamar Nahdatul Ulama yang sempat mengalami kendala dan ricuh mengenai sistem model pemilihan rais aam, akhirnya menemui jalan keluar. Dengan menggunakan voting, muktamirin yang hadir akhirnya sepakat menggunakan sistem Ahlul Halli wal Adqi (AHWA).
Menjawab keputusan itu sore ini, pleno untuk menentukan sembilan anggota Ahlul Halli Wal Aqdi (Ahwa) dimulai. Nama-nama itu muncul setelah mendapat usulan dari 508 Pimpinan Cabang dan Pengurus Wilayah Nahdatul Ulama se-Indonesia.
Dari nama yang muncul, dua sosok penting dalam tubuh NU tidak muncul. Mereka adalah KH Hasyim Muzadi dan KH Musthofa Bisri.
Berikut rilis dari nu.or.id mengenai nama anggota Ahwa yang diumumkan pimpinan sidang di arena utama Muktamar NU:
KH Makruf Amin (333 suara) dari Jakarta
KH Nawawi Abdul Jalil (302 suara) dari Pasuruan Jawa Timur
Tuan Guru Turmudhi (298 suara) dari Nusa Tenggara Barat
KH Kholilul Ramman (273 suara) dari Martapura, Kalimantan Selatan
KH Dimyati Rais (236 suara) dari Jawa Tengah
Ali Akbar Marbun (186 suara) dari Sumatra Utara
KH Maktum Hannah (162 suara) dari Jawa Barat
KH Maemun Zubeir (156 suara) dari Jawa Tengah
KH Mas Subadar (135 suara) dari Pasuruan Jawa Timur
Selanjutnya, 9 orang kiai yang terpilih di atas akan memilih Rais Aam PBNU periode 2015 – 2020. Bisa saja mereka memilih salah satu dari 9 Ahwa tersebut, atau memilih calon lain yang dihendaki dan disepakati saat musyawarah. (Ism)
Advertisement

4 Ciri yang Menunjukkan Anda Termasuk Orang Tua yang Menyenangkan

Es Terooos! Betulkah Terlalu Banyak Minum Es Menyebabkan Batuk dan Pilek? Ini Penjelasan Ilmiahnya!


Kenapa Sebagian Orang Susah Bernyanyi Meski Sudah Berlatih Keras?

Depresi Diduga Menghambat Kemampuan Otak Membentuk Sel Saraf Baru

5 Ritual Mingguan yang Bisa Membuat Hubungan Tetap Harmonis dan Dekat Menurut Terapis

Puting Lecet Saat Olahraga: Penyebab, Cara Mencegah, dan Mengatasinya