Es Terooos! Betulkah Terlalu Banyak Minum Es Menyebabkan Batuk dan Pilek? Ini Penjelasan Ilmiahnya!

Reporter : Abidah
Kamis, 3 September 2026 08:00
Es Terooos! Betulkah Terlalu Banyak Minum Es Menyebabkan Batuk dan Pilek? Ini Penjelasan Ilmiahnya!
Jika tubuh nyaman dengan minuman dingin, silakan menikmatinya. Yang jauh lebih penting untuk mencegah pilek adalah mengurangi paparan terhadap virus.

DREAM.CO.ID - Siang hari terasa panas. Segelas es teh, es jeruk, atau minuman dingin dengan bongkahan es biasanya menjadi pilihan sederhana untuk membuat tubuh terasa lebih segar. Namun, bagi sebagian orang, kenikmatan itu sering diikuti peringatan dari orang tua: jangan terlalu banyak minum es karena nanti batuk dan pilek.

Anggapan tersebut sudah lama beredar dan terdengar masuk akal. Setelah minum sesuatu yang sangat dingin, tenggorokan memang bisa terasa berbeda. Pada sebagian orang, rasa dingin juga dapat membuat tenggorokan terasa lebih sensitif atau memicu keinginan untuk batuk. Masalahnya, apakah sensasi tersebut berarti minum es menyebabkan infeksi saluran pernapasan?

Jawabannya: tidak sesederhana itu. Minum es tidak secara langsung menyebabkan batuk atau pilek. Pilek atau common cold merupakan infeksi saluran pernapasan atas yang disebabkan oleh virus. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menyebut ada lebih dari 200 virus pernapasan yang dapat menyebabkan pilek, dengan rhinovirus sebagai salah satu penyebab yang paling umum.

 Siang hari terasa panas. Segelas es teh, es jeruk, atau minuman dingin dengan bongkahan es biasanya menjadi pilihan sederhana untuk membuat tubuh terasa lebih segar. Namun, bagi sebagian orang, kenikmatan itu sering diikuti peringatan dari orang tua: jangan terlalu banyak minum es karena nanti batuk dan pilek.

Anggapan tersebut sudah lama beredar dan terdengar masuk akal. Setelah minum sesuatu yang sangat dingin, tenggorokan memang bisa terasa berbeda. Pada sebagian orang, rasa dingin juga dapat membuat tenggorokan terasa lebih sensitif atau memicu keinginan untuk batuk. Masalahnya, apakah sensasi tersebut berarti minum es menyebabkan infeksi saluran pernapasan?

Jawabannya: tidak sesederhana itu. Minum es tidak secara langsung menyebabkan batuk atau pilek. Pilek atau common cold merupakan infeksi saluran pernapasan atas yang disebabkan oleh virus. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menyebut ada lebih dari 200 virus pernapasan yang dapat menyebabkan pilek, dengan rhinovirus sebagai salah satu penyebab yang paling umum.

1 dari 5 halaman

Batuk dan Pilek Sebenarnya Berasal dari Mana?

Ketika seseorang mengalami pilek, hidung tersumbat, bersin, sakit tenggorokan, dan batuk, penyebab utamanya bukan suhu minuman yang masuk ke tubuh, melainkan respons tubuh terhadap infeksi virus.

Virus penyebab pilek dapat masuk melalui hidung, mulut, atau mata. Penularannya dapat terjadi melalui percikan dari orang yang terinfeksi ketika batuk atau bersin, kontak dekat, maupun menyentuh permukaan yang terkontaminasi lalu menyentuh wajah. Setelah virus masuk, gejala biasanya muncul dalam beberapa hari.

Karena itu, seseorang yang minum es pada siang hari kemudian mengalami pilek pada malam harinya belum tentu mengalami pilek karena minuman tersebut. Bisa saja ia sudah terpapar virus sebelumnya dan gejalanya baru mulai muncul.

Hal ini penting karena waktu munculnya gejala sering membuat orang menghubungkan dua kejadian yang sebenarnya tidak memiliki hubungan sebab-akibat langsung. Minum es terjadi lebih dulu, kemudian batuk atau pilek muncul. Akhirnya, es dianggap sebagai penyebab, padahal infeksi virus sudah lebih dahulu berlangsung.

 

2 dari 5 halaman

Mengapa Setelah Minum Es Tenggorokan Bisa Terasa Tidak Nyaman?

Meski tidak menyebabkan infeksi, minuman dingin memang dapat menimbulkan sensasi tertentu pada sebagian orang. Suhu dingin yang menyentuh mulut dan tenggorokan dapat membuat jaringan di area tersebut merasakan perubahan temperatur secara langsung.

Pada orang tertentu, perubahan ini mungkin terasa sebagai tenggorokan yang lebih sensitif, rasa tidak nyaman, atau memicu batuk sesaat. Namun, batuk sebagai refleks akibat rangsangan dingin tidak sama dengan batuk akibat infeksi.

Penelitian kecil mengenai konsumsi air dingin juga menunjukkan bahwa suhu minuman dapat memengaruhi respons fisiologis tertentu. Dalam sebuah uji silang acak terhadap 10 orang dewasa sehat, konsumsi air sekitar 2 derajat Celsius dalam jumlah besar menyebabkan penurunan sementara beberapa parameter fungsi paru. Efek tersebut berlangsung dalam hitungan menit dan penelitian itu dilakukan dalam konteks pengukuran fungsi paru, bukan untuk menunjukkan bahwa air dingin menyebabkan infeksi atau pilek.

Dengan kata lain, tubuh memang dapat merespons suhu dingin, tetapi respons tersebut tidak otomatis berarti seseorang terkena penyakit.

 

3 dari 5 halaman

Lalu Mengapa Ada Orang yang Merasa "Habis Minum Es Langsung Batuk"?

Pengalaman tersebut tetap bisa benar dalam arti seseorang memang batuk setelah minum minuman dingin. Hanya saja, penyebabnya belum tentu infeksi.

Batuk merupakan refleks pertahanan tubuh yang membantu membersihkan saluran pernapasan dari berbagai rangsangan. Mayo Clinic menjelaskan bahwa penyebab batuk akut yang paling umum antara lain infeksi saluran pernapasan, seperti pilek, influenza, bronkitis, dan beberapa kondisi lainnya.

Pada orang yang tenggorokannya sedang mengalami iritasi, misalnya karena infeksi yang sudah berlangsung, alergi, udara kering, asap rokok, atau kondisi saluran napas tertentu, minuman dingin mungkin terasa lebih mengganggu. Akibatnya, batuk bisa muncul setelah minum es.

Namun, urutannya berbeda: bukan es yang menyebabkan infeksi, melainkan saluran pernapasan yang sudah sensitif sehingga rangsangan tertentu, termasuk suhu dingin, mungkin terasa lebih memicu batuk.

Bagaimana dengan anggapan " dingin membuat tubuh gampang sakit" ?

Hubungan antara suhu dingin dan penyakit pernapasan memang lebih rumit daripada sekadar " dingin menyebabkan pilek" .

Penelitian mengenai paparan dingin pada tubuh menunjukkan bahwa pendinginan tubuh tidak secara sederhana dapat dianggap sebagai penyebab infeksi virus. Salah satu kajian yang membahas hubungan antara pendinginan tubuh dan common cold menyebut eksperimen paparan dingin tidak menunjukkan bahwa dingin secara langsung meningkatkan kerentanan terhadap infeksi virus pilek.

Bahkan, seseorang bisa terkena pilek kapan saja sepanjang tahun. CDC menegaskan bahwa pilek dapat terjadi sepanjang tahun, sementara beberapa virus pernapasan memang memiliki pola musiman tertentu.

Jadi, istilah " masuk angin" dalam percakapan sehari-hari tidak dapat disamakan begitu saja dengan mekanisme medis infeksi saluran pernapasan.

 

4 dari 5 halaman

Bolehkah Tetap Minum Es saat Sedang Pilek?

Tidak ada alasan medis umum yang mengharuskan semua orang menghindari minuman dingin hanya karena sedang pilek. Yang lebih penting adalah memastikan tubuh mendapatkan cukup cairan dan beristirahat.

Menariknya, Mayo Clinic justru menyebut es batu atau es serut dapat digunakan untuk membantu meredakan sakit tenggorokan pada kondisi tertentu. Di sisi lain, minuman hangat juga dapat membuat sebagian orang merasa lebih nyaman dan membantu meredakan hidung tersumbat. Artinya, pilihan suhu minuman lebih banyak berkaitan dengan kenyamanan dan respons tubuh masing-masing daripada aturan bahwa dingin selalu buruk ketika sedang sakit.

Jika minuman dingin membuat tenggorokan terasa semakin tidak nyaman atau memicu batuk, tentu tidak ada masalah untuk memilih air bersuhu ruang atau minuman hangat. Sebaliknya, jika seseorang merasa nyaman minum air dingin, tidak ada bukti bahwa kebiasaan tersebut dengan sendirinya akan membuatnya terkena pilek.

5 dari 5 halaman

Jadi, Bolehkah Minum Es Terus?

Boleh, selama minuman yang dikonsumsi secara keseluruhan sesuai kebutuhan tubuh dan tidak berlebihan dalam hal gula atau bahan tambahan lainnya. Yang perlu diperhatikan bukan sekadar keberadaan es batu, tetapi apa yang ada di dalam minuman tersebut dan bagaimana pola konsumsinya.

Segelas air putih dingin tentu berbeda persoalannya dengan minuman manis berukuran besar yang diminum berkali-kali dalam sehari. Dalam konteks kesehatan, kandungan gula, asupan kalori, kebersihan air dan es, serta kebiasaan makan secara keseluruhan jauh lebih penting untuk diperhatikan.

Jadi, jika suatu hari ada yang berkata, " Es terus! Nanti batuk dan pilek," jawabannya sebenarnya cukup sederhana. Minum es bukan penyebab langsung pilek. Viruslah yang menyebabkan infeksi tersebut. Minuman dingin memang bisa membuat tenggorokan terasa berbeda dan pada sebagian orang dapat memicu batuk sesaat, terutama ketika saluran pernapasan sedang sensitif. Namun, sensasi itu tidak sama dengan menyebabkan infeksi.

Dengan demikian, tidak perlu memusuhi es batu. Jika tubuh nyaman dengan minuman dingin, silakan menikmatinya. Yang jauh lebih penting untuk mencegah pilek adalah mengurangi paparan terhadap virus, menjaga kebersihan tangan, menghindari kontak dekat dengan orang yang sedang sakit, dan menjaga kondisi tubuh tetap baik.

Beri Komentar