Atap Masjid Yang Roboh Usai Gempa Lombok (Foto: Twitter Sutopo_PN)
Dream - Gempa bumi masih terus terjadi di bumi Lombok, Nusa Tenggara Barat. Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa susulan dengan kekuatan ringan masih terjadi sebanyak 234 kali hingga Selasa, 7 Agustus 2018 pukul 08.00 WIB.
" Hingga tanggal 7 Agustus 2018 pukul 08.00 WIB telah terjadi 234 gempa susulan dari gempa M=7.0 (5 Agustus 2018), dimana 17 gempa susulan tersebut dirasakan," demikian keterangan BMKG lewat akun Twitter, @infoBMKG.
Hingga tanggal 7 Agustus 2018 pukul 08.00 WIB telah terjadi 234 #gempa susulan dari gempa M=7.0 (5 Agustus 2018), dimana 17 gempa susulan tersebut dirasakan.#Lombok #GempaLombok #prayforlombok #prayforlombokbali #Gempabumi #BMKG pic.twitter.com/n0rwCKDHqw
— BMKG (@infoBMKG)7 Agustus 2018
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban akibat terus bertambah. Hingga Senin malam sekitar pukul 19.46 WIB, jumlah korban meninggal dunia gempa Lombok mencapai 98 jiwa dan 236 jiwa mengalami luka-luka.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, mengatakan proses evakuasi terus dilakukan tim SAR gabungan di sejumlah titik.
© Dream
Salah satu titik yaitu masjid roboh yang terletak di Desa Lading-lading, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara.
Di dalam masjid tersebut diduga ada jemaah sholat Isya yang tertimbun sebanyak tiga shaf. " Belum dapat diperkirakan berapa jumlah korban yang tertimpa masjid roboh," kata Sutopo dikutip dari laman bnpb.go.id.
Evakuasi sempat dijalankan secara manual akibat sulitnya mendatangkan alat berat pada Senin kemarin. Baru sekitar pukul 15.00 WIB atau 16.00 WITA, alat berat bisa didatangkan dan proses evakuasi berjalan baik menggunakan alat berat maupun manual.
Tim SAR gabungan dipimpin Basarnas juga menjalankan evakuasi kepada wisatawan dan penduduk di Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air hingga malam hari. Sutopo juga menjelaskan belum didapat data pasti mengenai jumlah wisatawan yang dievakuasi di tiga daerah wisata itu.
" Perkiraan awal terdapat sekitar 1.000 orang. Ternyata jumlahnya lebih banyak. Tim SAR gabungan yang dipimpin Basarnas telah berhasil mengevakuasi sebanyak 2.700 orang wisatawan asing dan domestik," kata Sutopo.
© Dream
Dream - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan terdapat sekitar tiga shaf jemaah sholat Isya terjebak di masjid di Desa Lading-Lading, Kecamatan Tanjung, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat akibat gempa. Tetapi, jumlah korban di masjid itu belum dapat dipastikan.
" Informasi didapat, estimasi sampai tiga shaf jemaah masih belum dapat dievakuasi karena keterbatasan alat berat," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, dikutip dari Liputan6.com, Senin 6 Juni 2018.
" Kami belum tahu jumlah pasti berapa jiwa dan apa ada korban luka atau meninggal, belum kami ketahui datanya," ucap Sutopo melanjutkan.
Berdasarkan informasi sementara yang diperoleh, lanjut Sutopo, para korban sedang melaksanakan sholat Isya. Di saat itulah terjadi gempa yang merobohkan atap masjid.
" Diperkirakan banyak korban meninggal dunia dan belum bisa dievakuasi karena tidak ada alat berat," ucap Sutopo.
Sutopo melanjutkan tim SAR gabungan mencoba mengevakuasi para korban secara manual. Langkan ini dilakukan sembari menunggu datangnya alat berat.
" Jadi Tim SAR gabungan pakai cara manual, reruntuhannya tembok-tembok beton," kata Sutopo.
Kabar terbaru yang disampaikan Sutopo melalui akun Twitternya, @Sutopo_PN, alat berat sudah tiba di lokasi. Proses evakuasi dilanjutkan Tim SAR baik menggunakan alat berat maupun manual.
© Dream
Dream - Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, meminta masyarakat tidak menghakimi para korban gempa bumi di Lombok. Dia meminta masyakakat meningkatkan empati pada korban yang tengah ditimpa musibah.
" Mari kita kedepankan empati, saling menolong sesama saudara yang menderita akibat gempa, tanpa harus memandang apa agamanya," tulis Lukman.
Lukman juga mengajak masyarakat untuk tidak memandang para korban sedang terkena azab. " Mari hindari menghakimi mereka yg menderita (karena gempa) seolah karena mereka itu sedang diazab Tuhan," tulis Lukman menjelaskan.
Lukman H. Saifuddin ✔@lukmansaifuddin ·Mari kita kedepankan empati, saling menolong sesama saudara yg menderita akibat gempa, tanpa harus memandang apa agamanya.
Hindari menghakimi mereka yg menderita karena sedang diazabNya..#GempaLombok
Lukman juga mengimbau masyarakat memberikan bantuan kepada para korban dalam bentuk apapun. " Mari fokus mendoakan dan membantu saudara-saudara kita. Itu yang paling mereka butuhkan saat ini," tulis Lukman.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sedikitnya 91 korban meninggal dunia akibat bencana gempa dahsyat berkekuatan 7 Skala Richter di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Timur pada Minggu malam. Sedangkan 209 lainnya mengalami luka-luka.
Jumlah korban diperkirakan bertambah lantaran proses pendataan terus berlangsung. Bahkan terdapat tiga saf jemaah sholat Isya masih terjebak di reruntuhan masjid di Desa Lading-Lading, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara.
Diperkirakan seluruh jemaah meninggal dunia. Proses evakuasi dijalankan baik menggunakan alat berat maupun manual oleh tim SAR gabungan.