Polisi Ungkap Aktivitas Spa Sesama Jenis di Harmoni, Astaga...

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Senin, 9 Oktober 2017 16:27
Polisi Ungkap Aktivitas Spa Sesama Jenis di Harmoni, Astaga...
Perempuan tak dilayani di spa ini.

Dream - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono mengungkapkan hasil penggerebekan sebuah tempat spa di kawasan Jakarta Barat yang diduga melayani pasangan sejenis menemukan jika tempat tersebut memang diperuntukan untuk pengunjung laki-laki saja.

" (Wanita) nggak dilayani," kata Argo di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin 9 Oktober 2017.

Argo mengatakan spa tersebut terdiri dari bilik-bilik. Di dalamnya juga terdapat sebuah kolam renang.

Di tempat itu, para pria penyuka sesama jenis dapat memilih pasangannya. Ketika sudah cocok, mereka kemudian melakukan perbuatan tak senonoh di dalam kamar yang sudah disediakan oleh pengelola.

" Di sana kalau nemu, naksir boleh, datang sama pasangan boleh. Masalah harga tergantung dia berdua," ucap dia.

Untuk bisa masuk ke dalam tempat haram itu, pengunjung harus membayar Rp165 ribu.

Sebelumnya diberitakan, aparat Polres Metro Jakarta Pusat menggerebek tempat spa di Plaza Harmoni, Jakarta Pusat pada Sabtu, 7 Oktober 2017. Penggerebekan itu mengamankan 51 orang.

Dari lima puluh satu orang itu, ada tujuh warga negara asing yakni empat warga Cina, satu warga negara Singapura, satu warga negara Malaysia dan satu warga negara Thailand.

1 dari 3 halaman

Tak Diduga, Begini Cara Spa Penyuka Sesama Jenis Gaet Anggota

Dream - Polisi menyelidiki spa T1 di Plaza Harmoni, Jakarta Pusat, yang diduga menjalankan bisnis prostitusi sesama jenis. Polisi mendapatkan temuan yang mengejutkan, ternyata aktivitas di spa itu diunggah ke internet.

" Kami temukan situ. Penyidik masih bekerja mendapati situs yang ada," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono, di kantornya, Senin 9 Oktober 2017.

Menurut Argo, laman itu digunakan oleh pengelola spa untuk mengundang para pengunjung. Saat ini, poilisi masih mendalami temuan tersebut.

" Sedang kami cek seperti apa, apa kegunaan situs itu atau seperti apa, yang terpenting bahwa sosialisasi ada di situ. Akan kami dalami," ucap dia.

Untuk bisa masuk tempat ini, pria penyuka sesama jenis harus membayar Rp165 ribu. Mereka akan mendapat beberapa fasilitas, seperti handuk, kondom, pelumas, dan alat perangsang.

Saat ini, polisi telah menetapkan enam tersangka. " Lima orang sudah kami tahan, satu masih buron," ujar Argo.

Penyidikan polisi berawal dari penggerebekan yang mendapati 51 pria penyuka sesama jenis di Spa T1 pada Jumat malam, 6 Oketober 2017. Dari 51 orang yang diamankan, tujuh di antaranya berkewarganegaraan asing.

2 dari 3 halaman

Proses Penggerebekan

Dream - Aparat Polres Metro Jakarta Pusat mengamankan 51 pria penyuka sesama jenis atau gay di sebuah tempat spa di kawasan Harmoni. Di antara pria yang diamankan dalam penggerebekan yang dilakukan Jumat, 6 Oktober 2017 sekitar pukul 22.00 WIB itu, tujuh di antaranya merupakan warga negara asing.

" Kami menemukkan ada 51 pengunjung laki-laki semua, ada tujuh WNA yaitu empat warga negara China, satu Singapura, satu Malaysia, dan satu Thailand," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono, Sabtu 7 Oktober 2017.

Menurut Argo, untuk bisa masuk ke dalam tempat spa itu, pengunjung harus membayar Rp165 ribu. Setelah membayar, pengunjung akan mendapat sejumlah fasilitas, yakni handuk, kondom, pelumas, dan perangsang seksual.

" Ini tempat spa bisa sendirian bisa berdua. Sendirian juga bisa masuk bayar Rp165 ribu," ucap dia.

3 dari 3 halaman

6 Orang Jadi Tersangka

Argo menambahkan, dari penangkapan itu, polisi menetapkan enam orang sebagai tersangka, yakni GG sebagai pemilik spa, GCMP penaggung jawab spa, NS bertugas sebagai kasir, TS bertugas sebagai admi.

Selain itu, KN bertugas untuk memberikan handuk, kondom, pelumas, dan perangsang seksual, serta HI yang saat ini masih buron.

Dalam penangkapan itu, polisi menyita uang tunai senilai RP14 juta, rekening koran, mesin EDC bank, satu bendel berkas spa, empat belas nota, daftar karyawan, dua belas handuk dan 13 alat perangsang.

Saat ini, polisi masih melakukan pemeriksaan kepada lima tersangka di Mapolres Metro Jakarta Pusat.

Beri Komentar