Perhelatan Tahunan IMF Dan Bank Dunia Yang Digelar Di Bali, 11-12 Oktober 2018 (Foto: Liputan6.com)
Dream - Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrat, Andi Arief akan menarik kritikannya mengenai pertemuan IMF dan Bank Dunia yang digelar di Bali, Indonesia. Sebelumnya dia aktif mengkritik pertemuan tersebut karena menghabiskan anggaran sampai triliunan rupiah.
Meski menarik kritiknya, Andi tak ingin disalahkan seandainya dana yang dikeluarkan untuk acara itu tak sesuai pernyataan Presiden Joko Widodo.
" Saya menarik komentar saya karena Pak Jokowi bilang IMF dan Bank Dunia yang menanggung biaya sendiri pertemuan. Kalau Pak Jokowi hoaks, jangan salahkan saya," ujar Andi Arif, di Twitternya @AndiArief__, diakses Selasa, 9 Oktober 2018.
Saya menarik komentar saya karena Pak Jokowi bilang IMF dan Bank Dunia yang menanggung biaya sendiri pertemuan. Kalau Pak Jokowi Hoak, jangan salahkan saya.
— andi arief (@AndiArief__)October 8, 2018
Ucapan Jokowi yang dia maksud yaitu mengenai pembiayaan peserta pertemuan IMF dan Bank Dunia. Jokowi mengatakan, para peserta pertemuan itu akan membiayai dirinya sendiri.
" Hotel bayar sendiri, makan bayar sendiri," ujar Jokowi, dikutip dari laman Setkab.
Selain menarik kritiknya, Andi juga mengaku keputusan itu dibuat karena terkejut dengan pernyataan Jokowi.
Saya tarik semua kritik saya soal Pertemuan IMF Bali setelah saya dengar Pak Jokowi bilang bahwa IMF dan Bank Dunia yg membiayai pertemuan itu. Saya bener-bener kaget, sekali lagi kaget.
— andi arief (@AndiArief__)October 8, 2018
Jokowi mengatakan, pertemuan tahunan IMF dan Bank Dunia itu justru memperkuat promosi untuk tempat wisata Indonesia. " Saya kira tujuannya ke sana," kata Jokowi.
Pertemuan tahunan ini dihadiri sebanyak 15 ribu orang delegasi. Sejumlah perbaikan dilakukan di beberapa wilayah untuk menyambut acara ini.
Jokowi menyebut anggaran sebesar Rp855 miliar dikeluarkan pemerintah untuk kegiatan tahunan ini. Salah satu tujuan dikeluarkannya dana itu untuk memperluas appron di Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Bali dan terowongan persimpangan yang ada di Bali sehingga tak macet.
" Artinya, itu juga akan kita gunakan terus, terowongan, dan appron untuk parkir bandara akan kita gunakan terus bukan sesuatu yang hilang," ujar Jokowi.
Meski menarik kritiknya tersebut, Andi Arief kembali menyinggung soal anggaran pertemuan IMF. Dalam cuitan tersebut, Andi menyinggung soal perbedaan data yang disampaikan Presiden dengan Kementerian Keuangan dan Menko Kemaritiman Luhut B Panjaitan.
" Apa kata dunia kalau kata presiden tak dipercaya," cuit luhut dalam unggahannya.
Pertemuan IMF Bali
Kata Depkeu biaya hampir 7 T
Kata Pak Luhut sudah hampir 700 M
Kata Pak Jokowi IMF membiayai sendiri
Apa kata dunia
Kalau Kata Presiden tak dipercaya— andi arief (@AndiArief__)October 8, 2018