Tata Surya Di Planet HR 9799c (Foto: Science Alert)
Dream - Misteri alam semesta selalu menjadi daya tarik manusia. Berbagai macam perkembangan teknologi dibuat untuk mencari tahu kehidupan di luar bumi.
Upaya itu dilakukan Observatorium Keck, Amerika Serikat. Tim dari Observatorium Keck melakukan lompatan besar dalam pengamatan exoplanet.
Dikutip dari Science Alert, Jumat 23 November 2018, dalam pengamatan terbarunya, Observatorium Keck mendeteksi kandungan air di atmosfer planet yang berjarak 179 tahun cahaya dari konstelasi Pegasus.
Sistem tata surya di planet ini memiliki pusat bernama HR 8799. Planet-planet di tata surya ini disebut HR 8799 b, c, d, dan e.
Bintang itu tata surya ini berumur 30 juta tahun cahaya. Bintang ini terkenal karena sifatnya yang tergolong aneh.
Pengamatan baru pada HR 8799 c, pertema kali dilakukan pada 2008. Para astronom belakangan menyebut temuan terbaru itu sebagai `batu loncatan` menuju gambaran exoplanet yang lebih baik dan lebih baik.
Planet ini disebut sebagai planet gas raksasa yang memiliki masa tujuh kali lebih besar ketimbang Jupiter. Dalam temuan air di atmosfer planet ini, peneliti mengonfirmasi tidak adanya metana.
Kemampuan pengamatan ini tak lain karena kemampuan dua teknologi teleskop di Keck, yaitu optik adaptif dan spektrometer. Optik adaptif berfungsi untuk mengatasi efek buram pada atmosfer Bumi.
Sementara, spektrometer disebut sebagai Near-Infrared Cryogenic Echelle Spectrograph (NIRSPEC), sebuah spektrometer resolusi tinggi yang bekerja dalam cahaya inframerah. NIRSPEC menjadi kunci menganalisis komposisi kimia di atmosfer.