Aziz Kocaoglu, Walikota Muslim Terbaik Dunia (cumhuriyet.com.tr)
Dream - Pagi baru tiba. Matahari baru saja keluar dari peraduannya. Penduduk kota Izmir, Turki, baru memulai aktivitas mereka. Salah satunya membaca koran pagi.
Tetapi pagi itu, Selasa, 16 Juni 2004, warga kota menemukan ada yang tak biasa di halaman depan koran. Seluruh berita utama media cetak lokal dan nasional Turki hari itu memuat berita yang cukup membuat sedih. Kabar tentang meninggalnya Walikota Izmir, Ahmet Piristina, akibat serangan jantung
Kabar itu cukup menohok sebagian besar warga Izmir. Ini lantaran Piristina merupakan sosok walikota yang dianggap berani melakukan gebrakan dengan mengubah sistem birokrasi di kota terbesar ketiga di Turki setelah Istambul dan Ankara itu.
Sebelumnya, Izmir merupakan kota dengan tingkat korupsi yang cukup tinggi. Korupsi di kota itu telah berlangsung puluhan tahun. Bahkan, korupsi telah membuat pemerintahan dikuasai oleh kelompok mafia. Lantaran anggaran pembangunan masuk ke kantong para koruptor, Izmir menanggung beban utang yang luar biasa tinggi. Alhasil, pembangunan kota pun macet.
Meninggalnya Walikota Piristina dianggap sebagai pukulan atas upaya pemberantasan korupsi. Kerja Piristina, meski sudah maksimal ia lakukan, belum sepenuhnya tuntas. Angka korupsi masih tinggi dan beban utang yang semakin besar harus segera diselesaikan. Tetapi, pekerjaan rumah itu tidak mungkin dapat tuntas jika tidak ada pemimpin baru.
Menyadari adanya kekosongan kepemimpinan pemerintahan, Partai Rakyat Republik (CHP), partai asal Piristina yang berkuasa, segera mencari pengganti. Dipilihlah Aziz Kocaoglu menggantikan Piristina untuk memimpin Kota Izmir.
Penunjukan Kocaoglu oleh CHP yang berhaluan sekuler dan menjadi oposisi pemerintah pusat, bukan tanpa sebab. Kocaoglu memiliki sejumlah prestasi saat ia menjabat sebagai Walikota Bosnova, salah satu distrik konstituen Izmir. Salah satunya melakukan pembenahan birokrasi.
Meski demikian, tugas Kocaoglu dalam memimpin Izmir bukanlah hal mudah. Banyak lawan politik yang berusaha untuk menjegalnya. Pada awal kepemimpinannya, Kocaoglu dan jajarannya di pemerintahan telah dua kali menjadi incaran pihak kepolisian atas tuduhan korupsi. Dia juga mendapat ancaman hukuman penjara selama 397 tahun lantaran didakwa telah melakukan 33 kasus korupsi.
Atas hal itu, Kocaoglu kemudian melakukan perlawanan. Dengan lantang dia menyebut dakwaan atas dirinya palsu dan bermotif sabotase politik. Ini dibuktikan dengan adanya hasil penyelidikan lebih lanjut yang kemudian menyatakan ia tidak terbukti korupsi dan bersalah. Tudingan itu jelas-jelas berbau politis untuk menyabot kerjanya.
Ia kemudian tak hanya membuktikan sebagai walikota yang bersih, tapi juga bekerja keras memberantas korupsi. Serta tak lupa membangun kota Izmir menjadi kota modern. Dan, ia pun mendapat dukungan penduduk kota.
Buktinya, pada tahun 2009, Kocaoglu terpilih kembali oleh warga kota sebagai Walikota Izmir untuk kali kedua dengan perolehan suara sebanyak 57 persen. Pada tahun 2014, berkat kerja kerasnya, ia kembali terpilih untuk ketiga kalinya sebagai Walikota Izmir.
Dan inilah hebatnya. City Mayor Foundation, sebuah lembaga pemantau pemerintahan daerah yang berbasis di London, tanggal 4 Februari 2015 lalu mengeluarkan laporan tentang walikota terbaik di dunia. Mereka memilih 10 walikota terbaik dari ratusan ribu walikota di seluruh kota dunia.
Dan, Kocaoglu, menempati urutan 10 sebagai walikota terbaik dunia. Ia adalah satu dari tiga walikota muslim yang ada di daftar bergengsi itu.
© Dream
Kocaoglu lahir di Tokat, sebuah kota di pesisir Laut Hitam pada 1948. Tokat merupakan kota dengan tradisi Kristen Koptik yang dominan. Tetapi, Kocaoglu merupakan sebagian kecil warga yang memeluk Islam.
Mungkin ini juga yang menjadi alasan Kocaoglu untuk tidak terlalu menunjukkan latar belakang agamanya. Sebab, hampir tidak ditemukan adanya informasi yang menyebut agama yang ia anut. Informasi tersebut baru didapat dalam akun jejaring sosial Facebook miliknya. Dalam akun itu tertulis ‘Religious view: Islam (Agama: Islam)’.
Kocaoglu memiliki latar belakang akademik di bidang ekonomi. Tahun 1973, ia lulus dari Jurusan Ekonomi Universitas Ege di Izmir. Setahun kemudian, ia meraih gelar Magister Managemen dari Universitas Istambul.
Kocaoglu mulai merintis karir sebagai akuntan pada lembaga pemerintahan antara tahun 1975 hingga 1978. Ia kemudian memulai bisnisnya sendiri di bidang furnitur dan keramik di tahun 1979. Di tahun yang sama, dia juga memulai karirnya di bidang politik dengan anggota organisasi kepemudaan sayap CHP.
Kondisi perpolitikan Turki sempat mengalami guncangan. Kocaoglu kemudian memutuskan bergabung dengan partai nasionalis kiri, SHP. SHP merupakan partai utama saat itu. Tetapi, akhirnya SHP dan CHP melebur, dan Kocaoglu pun tercatat sebagai anggota CHP lagi.
Karir politik Kocaoglu cukup cemerlang. Sepanjang tahun 2001 hingga 2003, ia menjabat sebagai Wakil Ketua CHP Cabang Bornova, salah satu distrik di Izmir. Jabatan itu mengantarkannya menjadi Walikota Bornova. Ia berhasil memenangkan Pemilihan Walikota Bornova yang dilaksanakan tanggal 28 Maret 2004.
Tetapi, jabatan walikota itu ternyata tidak mampu ia jalankan dalam waktu lama. Penyebabnya, Kocaoglu ditunjuk menjadi Walikota Izmir menggantikan Piristina yang meninggal mendadak lantaran terkena serangan jantung.
© Dream
Saat Kocaoglu menjabat sebagai Walikota, Izmir memiliki masalah pelik di bidang ekonomi. Beban utang yang tinggi menjadi masalah harus segera diselesaikan. Jika tidak, maka pembangunan Izmir dapat terhambat.
Menyadari hal itu, Kocaoglu berpikir keras cara paling efektif untuk mengurangi beban ekonomi Izmir. Dia menyimpulkan, cara paling efektif adalah melibatkan masyarakat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
Sebagai salah satu faktor pemicu, Kocaoglu kemudian membebaskan sewa lahan milik pemerintah agar dapat dimanfaatkan untuk pengembangan pertanian organik. Ia menilai sistem sewa tanah selama ini telah disalahgunakan sehingga menghambat berkembangnya sektor pertanian.
“ Sekarang semuanya dibangun dengan cara sewa. Ternak berakhir, pertanian selesai, Anda selesai. Tidak ada yang peduli. Padahal alam itu menghasilkan, dan kita bergantung padanya,” ujar Kocaoglu seperti dikutip dari halkizbiz.com.
Tak hanya itu. Kocaoglu pun berani menentang kebijakan pemerintah terkait izin pertambangan. Menurutnya, pemerintah Turki terkesan tidak berniat untuk membangun daerahnya lantaran menyerahkan kewenangan pemberian izin pertambangan kepada gubernur. Hal itu berdampak pendapatan yang berasal dari sektor tambang tidak dapat langsung dapat dimanfaatkan untuk membangun kota. Dia bahkan berani menyebut pemerintah Turki telah berlawanan dengan demokrasi.
“ Sebelumnya izin tambang diberikan oleh pemerintah kota. Wewenang ini telah diambil dan diberikan kepada gubernur, mengapa demikian? Demokrasi tidak untuk praktik seperti itu. Ini tampak seperti kota yang tidak dikelola,” ungkapnya.
Ia berhasil mengembalikan kewenangan itu kembali ke walikota. Alhasil, perekonomian Izmir tumbuh pesat. Utang yang selalu menjadi beban bagi pembangunan Izmir semakin berkurang. Izmir pun diganjar sebagai kota dengan pendapatan tertinggi di Turki. Lebih membanggakan, perekonomian Izmir tumbuh lantaran keterlibatan aktif dari masyarakat.
Tak hanya itu, ia juga berhasil membangun Izmir menjadi kota yang bersih dan modern. Kota Izmir kini memiliki penyaluran air bersih terbaik di Turki. Seperti halnya ia membangun jaringan transportasi kota modern di Izmir..
Keberanian Kocaoglu dalam membuat terobosan --meski harus bertentangan dengan kebijakan pemerintah pusat-- ternyata mendapat perhatian dari World Mayor Foundation. Lembaga nirlaba yang berdomisili di Inggris ini memasukkan Kocaoglu dalam daftar 10 walikota terbaik dunia 2014.
“ Walikota Kocaoglu lebih memprioritaskan pembangunan infrastruktur permanen untuk mengatasi kesulitan Izmir daripada memilih solusi murah yang bersifat sementara,” terang lembaga itu.
Tak hanya itu pujian bagi Kocaoglu. Seorang warga Izmir yang tinggal di Dallas, Amerika Serikat, turut memberi apresiasi. “ Saya penduduk asli Izmir tetapi tinggal di Amerika. Di bawah walikota Kocauoglu, kota Izmir berubah menjadi lebih cantik, teratur, bersih dan menjadi kota modern…. Dia pantas memperoleh gelar sebagai Walikota Terbaik Dunia 2014.” (eh)