Mengharukan, Ayah Asal Aceh Wakili Wisuda Almarhum Putrinya

Reporter : Ahmad Baiquni
Kamis, 28 Februari 2019 19:00
Mengharukan, Ayah Asal Aceh Wakili Wisuda Almarhum Putrinya
Anak Bukhari tidak bisa datang ke wisuda karena...

Dream - Melihat buah hatinya mengenakan toga dan menjalani wisuda penyematan gelar Sarjana merupakan kebahagiaan tersendiri bagi para orangtua. Lega atas perjuangan menyekolahkan anaknya hingga perguruan tinggi adalah perasaan utama mereka.

Tetapi, kebahagiaan itu terpaksa bercampur kesedihan bagi Bukhari ketika datang mewakili sang anak, Rina Muharrami, dalam wisuda di UIN Ar Raniry, Banda Aceh, Aceh, Rabu 27 Februari 2019.

Ketika nama Rina dipanggil, Bukhari berjalan ke panggung wisuda. Dia menerima ijazah bukan atas namanya, tetapi milik putrinya.

Ya, Rina tidak bisa hadir dalam wisuda tersebut bukan karena halangan. Gadis kelahiran Bayu, 16 Mei 1996, ini sudah tidak ada lagi di dunia.

Rina, mahasiswi Prodi Pendidikan Kimia Fakultas Tarbiyah dan Keguruan telah menyelesaikan skripsinya. Namun, Allah SWT memanggil Rina lebih dulu sebelum wisuda.

Gadis itu meninggal 13 hari usai sidang skripsi. Rina mengalami sakit tifus parah hingga mengembuskan nafas terakhirnya.

Rina adalah putri pertama Bukhari dan Nurbayani. Dia memiliki tiga orang adik kandung.

1 dari 3 halaman

Derita Tifus Stadium Akhir

Sidang skripsi dijalani Rina pada 24 Januari 2019 pukul 12.00 WIB. Setelah itu, dia jatuh sakit dan menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Pada 5 Februari 2019 pukul 04.15 WIB, Rina mengembuskan nafas terakhir. Sakit yang dialami sudah sangat parah.

Salah satu sahabat, Nisaul Khaira, sempat menjenguk Rina di rumah sakit pada malam hari sebelum gadis itu meninggal dunia. Nisa sempat bertanya kepada Bukhari mengenai kondisi kesehatan Rina.

" Ternyata tifus udah tahap paling tinggi, sampai kena saraf," ujar Nisa, dikutip dari uin.ar-raniry.ac.id.

Nisa mengatakan Rina sudah sakit tifus selama sebulan. Bahkan, sahabatnya itu pernah sampai koma dan dirawat di ruang ICU RS Meuraxa, Aceh Besar.

" Sebenarnya demamnya sudah sebulan gitu naik turun, sudah berobat ke mana-mana. Cuma mulai drop lebih kurang 4 hari, dan koma di ICU Meuraxa sampai dia meninggal sebelum Subuh jam 04.15. Allah lebih sayang Rina," kata Nisa.

 

2 dari 3 halaman

Sosok Sederhana dan Berprestasi

Di mata para sahabat, Rina adalah sosok yang menginspirasi. Hidup secara sederhana, namun bisa berprestasi.

" Orangnya super simple dan perhatian luar biasa sama sahabat-sahabatnya. Kalau sama saya, dia selalu ketawa walaupun lagi sakit," kata Nisa.

Gadis ini membagikan pengalamannya dengan Rina yang penuh keceriaan. Dari Rina, Nisa mendapatkan semangat untuk segera menyelesaikan skripsi dan lulus kuliah.

Selain kuliah, kata Nisa, Rina juga seorang guru mengaji. Dia pun mengenal Rina sebagai sosok yang selalu mampu menempatkan diri dalam setiap keadaan.

" Terasa seperti mimpi, sekarang dia sudah tidak ada. Tidak bisa diungkapkan karena saking baiknya Rina," tutur Nisa.

Tak hanya itu, Rina adalah sosok mahasiswi rajin. Meski kuliah dengan penuh keterbatasan fasilitas, Rina tidak pernah berhenti belajar.

" Dia orangnya sebelum sakit tekun. Setahu saya dia tidak punya laptop, tapi berusaha untuk pinjam laptop bibinya demi menyelesaikan skripsi, orangnya super sederhana," terang Nisa.

Perjuangan itu berbuah hasil memuaskan. Rina lulus dengan IPK 3,51 dan meraih predikat Cum Laude. Ditambah, Rina juga mahir dalam bahasa Jepang.

3 dari 3 halaman

Video Mengarukan

      View this post on Instagram

Ayah, anakmu wisuda.. • Momen paling mengharukan di acara wisuda hari kedua. Rina muharrami, mahasiswi Fakultas Tarbiyah UIN Ar-Raniry yang memyelesaikan sidang skripsi tanggal 24 januari 2019, beberap hari kemudian tanggal 5 februari rina sang sarjana muda berpulang kerahmatullah karena sakit. Wisuda adalah prosesi penyematan gelar sarjana, puncak pencapaian seseorang dalam menempuh pendidikan tinggi. Wisuda dan sarjana adalah anugerah kebanggaan bagi orang tua dari anak mereka. Orang tua berjuang dan berkorban demi kelanjutan pendidikan anaknya, sementara sang anak berjuang sepenuh hati segenap tenaga merengkuh cita-cita sarjana selayaknya harapan orang tua. Dan wisuda, sekali lagi adalah puncak pencapaiannya. Dimana anak dengan bangga mempersembahkan kesuksesan untuk orang tuanya, bersama menikmati kebahagiaan. Tapi tidak bagi ayah rina, beliau datang mewakili anaknya menjadi sarjana. • -------------- • Anakku, hari ini Ayah datang ke acara wisudamu bersama ayah-ayah temanmu yang lain. ayah yang lain datang untuk melihat anaknya jadi sarjana, sementara ayah datang untuk menggantikanmu mengambil tanda sarjana dari kampusmu, nak. Sebenarnya Kaki ayah tak lagi kuat, tapi ayah tegapkan langkah menaiki anak tangga untuk maju mengambil ijazahmu. Hari ini ayah berdiri di depan teman-temanmu. Ayah sedih nak, karena seharusnya kita ada disini bersama. Tetapi Ayah bangga padamu, kamu itu hebat dan mampu meraih impian yang besar. Dan kelak ayah akan menceritakan kepada warga di desa kita bahwa anak ayah seorang sarjana. Seketika terbayang di pelupuk mata engkau datang tersenyum sangat manis dengan baju wisuda yang sangat kau idam-idamkan itu. Kamu seakan membisikkan ditelinga ayah: Ayah, anakmu wisuda... • --------- • Alfatihah untuk rina #uin #wisuda #sarjanamuda #uinar #uinarraniry @kabaraceh @acehinfo @infobandaaceh @kampusuinid

A post shared by UIN AR-RANIRY BANDA ACEH (@uin_arraniry_official) on

Beri Komentar