Penderita Corona di Iran Berjatuhan di Jalanan, Mirip Wuhan

Reporter : Ahmad Baiquni
Senin, 2 Maret 2020 11:00
Penderita Corona di Iran Berjatuhan di Jalanan, Mirip Wuhan
Korban infeksi corona di Iran ambruk di jalanan.

Dream - Infeksi virus corona di Iran semakin menjadi. Bahkan muncul banyak kasus orang terduga terpapar Covid-19 berjatuhan di jalanan.

Seperti negeri zombie, kasus orang suspek corona berjatuhan muncul di sejumlah kota di Iran. Mirip dengan kondisi di Wuhan, Hubei, China.

Media setempat, Iran News Wire lewat akun Twitternya, @IranNW, mengunggah beberapa video kasus pasien corona berjatuhan. Salah satunya diunggah pada Sabtu, 29 Februari 2020 waktu setempat.

Video itu menunjukkan seorang pria berjaket hitam dan bermasker jatuh terduduk di tepi jalanan Teheran. Tidak ada yang berani mendekat membantunya.

Beberapa saat kemudian, petugas medis berpakaian khusus tiba dan menolong pria tersebut. Mereka membaringkan pria itu di tempat tidur lipat lalu membawanya ke dalam ambulans.

 

1 dari 5 halaman

Ambruk di Halte Bus

Video lain diunggah pada Minggu, 1 Maret 2020 waktu setempat memperlihatkan seorang pria ambruk di halte bus. Peristiwa ini terjadi di Teheran selatan.

Pria itu sempat ditolong oleh seseorang. Sementara orang-orang lainnya tidak ada yang berani mendekat.

 

2 dari 5 halaman

Bocah Sekolah Ambruk

Selain itu, akun yang sama mencuitkan kembali unggahan pengguna Twitter @Borna__. Akun tersebut memajang video anak sekolah yang diduga terpapar corona.

Di video itu, terlihat seorang anak sempat menunduk di depan mobil warna putih, lalu terbaring sejenak di kap mesin. Beberapa saat kemudian, anak itu berjalan sempoyongan lalu terjatuh di depan mobil.

Iran menjadi negara keempat dengan kasus infeksi corona terparah di dunia. Virus ini tidak hanya menginfeksi masyarakat biasa namun juga para pejabat, salah satunya Wakil Presiden Iran Masoumeh Ebtekar.

3 dari 5 halaman

Wabah Corona, Warga Italia 'Dilarang' Cipika Cipiki

Dream - Sebaran virus corona, Covid-19, membuat sejumlah tradisi perlu dihindari. Salah satunya ciuman pipi kiri dan kanan alias cipika cipiki. Memang belum ada larangan resmi tapi baru sekadar saran para ahli.

Para ahli mendesak warga Italia untuk menghindari ciuman pipi karena kondisi itu memicu penyebaran Covid-19. Sebab di Italia, setelah 12 orang di negara itu meninggal.

Para ahli khawatir salam hangat tradisional di Eropa itu bisa memicu penyebaran penyakit. Para ahli mengatakan, membatasi kontak, termasuk kecupan di pipi dan pelukan saudara, dapat membantu memperlambat wabah penyakit.

Dilaporkan Daily Star, Seorang ahli penyakit menular di University of Minnesota, Michael Osterholm, mengatakan, cara ini dilakukan agar masyarakat aktif mengurangi risikomu.

Giorgia Nigri, seorang ekonom berusia 36 tahun di Roma, mengatakan, " Para ahli sudah mulai menyarankan agar kita tidak saling memberi ciuman di pipi sebagai salam atau salam perpisahan dengan orang asing, itu masuk akal.”

 

4 dari 5 halaman

Orang-orang Italia Diminta Melindungi Diri

Direktur Regional WHO untuk Eropa, Hans Kluge, mengatakan tadi malam sekarang ada lebih dari 80.000 kasus Covid-19 di 34 negara.

“ Sambil memerangi penyakit ini dan penyebarannya, kita juga harus belajar dari respons di Italia. Pengalaman kamu, sesulit apa pun, juga sangat berharga bagi pemahaman kami tentang cara mengatasi penyakit ini," ucap Hans.

“ Beban Covid-19 adalah beban bersama yang membutuhkan respons kolektif dari mereka yang dekat dan jauh dari dampak langsungnya saat ini. Setiap orang perlu melakukan bagian mereka," kata dia.

Hans meminta, orang-orang Italia untuk melindungi diri dan otoritas kesehatan publik dan sehat saat bepergian.

" Ini termasuk mengamati kebersihan tangan dan pernapasan,” kata dia.

5 dari 5 halaman

Mobil 'Antivirus Corona' Diluncurkan, Berapa Harganya?

Dream - Produsen mobil dari China, Geely, resmi menjual SUV subkompak Icon pada 24 Februari 2020. Peluncurannya dilakukan secara online dan ditonton oleh jutaan orang. Geely bahkan membukukan preorder 30 ribu unit jelang peluncuran mobil ini.

Dikutip dari Carscoops, Kamis 27 Februari 2020, Geely membekali mobil ini dengan fitur teknologi antivirus yang membetot perhatian. Mobil Icon dilengkapi dengan teknologi Intelligent Air Purification System (IAPS).

Teknologi yang dibenamkan bersama AC ini diklaim bisa mengisolasi dan mengenyahkan partikel berbahaya di dalam udara kabin, termasuk bakteri dan virus. Ya, teknologi ini bisa menjadi magnet untuk menarik konsumen China mengingat ada wabah virus Corona. 

Mobil Icon ini menggunakan desain yang minimalis. Subkompak SUV memiliki bodi dengan siluet yang tegas, lampu utama mobil terpisah, dan menggunakan grille “ Expanding Cosmo”. Mobil ini juga didesain dengan loop tailight signature dan pop out door handles

Di bagian interior, terdapat sistem infotainmeny GKUI Geely Smart Ecosistem. Sistem ini tertanam di pusat komando interaktif di layar 10,25 inci.

Beri Komentar