Bantah Bantu Ferdian Paleka Kabur, Ayah: Cuma Beri Waktu Berpikir

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Senin, 11 Mei 2020 13:40
Bantah Bantu Ferdian Paleka Kabur, Ayah: Cuma Beri Waktu Berpikir
Herman mengaku sempat meminta Ferdian menerungi perbuatannya.

Dream - Ayah Youtuber Ferdian Paleka, Herman Sawiran, membantah disebut membantu anaknya melarikan diri dari kejaran polisi. Dia berdalih hanya ingin memberikan waktu pada Ferdian untuk merenungkan perbuatannya.

" Bahasanya bukan membantu (melarikan diri), tapi kasih waktu dia berpikir, merenungi perbuatannya dan apakah sudah siap menyerahkan diri," ucap Herman dikutip dari Liputan6.com.

Herman mengakui sempat menemui Ferdian untuk membujuknya menyerahkan diri. Dia melakukan hal tersebut ketika polisi mengetahui Herman bergerak ke Merak.

Selama perjalanan, Herman dibuntuti polisi. Sebab Herman tidak memberikan informasi yang lengkap soal keberadaan anaknya.

" Pas mau menyerahkan diri, saya antar. Jadi tidak ada niat untuk membantu," katanya.

Herman juga mengakui perbuatan anaknya dalam video prank bantuan sembako berisi sampah kepada transpuan merupakan kesalahan. Dia pun menilai perbuatan tersebut pantas mendapat hukuman dan menganggap kasus ini sebagai cobaan.

" Ferdian itu masih anak-anak, tadinya dia buat konten itu untuk seru-seruan. Tapi zaman sekarang kan salah sedikit saja bisa ramai," katanya.

1 dari 4 halaman

Ferdian Ketakutan dan Menangis

Sebelumnya, Kepala Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polrestabes Bandung, AKBP Galih Indragiri, menjelaskan Ferdian sempat merengek kepada ayahnya untuk mencari cara lolos dari jerat hukum.

Herman yang awalnya hendak meminta anaknya untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya pun jadi berbelok arah.

" Iya betul dia menangis, dan enggak mau menyerahkan diri ke polisi," kata dia.

Galih menerangkan Ferdian merasa ketakutan. Sehingga Herman memutar otak membantu anaknya melarikan diri dari pengejaran polisi.

" Alasan menangisnya karena takut. Jadi ayahnya ikut membantu melarikan (Ferdian Paleka)," ujar dia.

Ferdian menyadari dia tengah terjerat hukum ketika video di akun YouTube-nya dengan judul " Prank Kasih Makanan ke Banci CBL" mulai dipersoalkan. Tapi, Ferdian memilih kabur ketimbang menyerahkan diri ke polisi, seperti rekannya Tubagus Fahddinar.

Adapun ketiga pelaku kasus video prank kini dijerat Pasal 45 Ayat 3 UU ITE tentang penghinaan atau pencemaran nama baik melalui informasi elektronik. Selain itu, terdapat dua pasal tambahan yakni Pasal 36 dan Pasal 51 Ayat 2 UU ITE Nomor 11 Tahun 2008, dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara dan denda maksimal Rp12 miliar.

Sumber: Liputan6.com/Huyogo Simbolon

2 dari 4 halaman

Ferdian Paleka, Belagu di YouTube, Mewek Takut Ditangkap

Dream – YouTuber Ferdian Paleka menyadari mulai bermasalah dengan hukum ketika konten di kanal YouYube pribadinya dengan judul " Prank Kasih Makanan ke Banci CBL" mulai dipersoalkan. Tapi, Ferdian memilih kabur daripada menyerahkan diri ke polisi seperti rekannya berinisial T.

Ferdian bahkan sempat mengunggah video yang menyatakan enggan menolak meminta maaf atas video prank yang viral tersebut. Video itu bahkan membuat banyak orang yang melihatnya semakin bertambah geram. Tapi sejatinya, di balik sikap belagu di dalam video YouTube itu, Ferdian ketakutan.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polrestabes Bandung, AKBP Galih Indragiri, menerangkan, Ferdian Paleka merengek kepada ayahnya untuk mencari cara lolos dari jerat hukum. Semula, sang ayah meminta anaknya untuk bertanggung jawab terhadap perbuatannya. Namun, dia berbalik arah.

" Iya betul dia menangis dan enggak mau menyerahkan diri ke polisi," kata Galih, dikutip dari Liputan6.com, Sabtu 9 Mei 2020.

Menurut Galih, Ferdian Paleka merasa ketakutan. Sehingga sang ayah memutar otak membantu anaknya melarikan diri dari pengejaran polisi. " Alasan menangisnya karena takut. Jadi ayahnya ikut membantu melarikan (Ferdian Paleka)," kata dia.

3 dari 4 halaman

Viral karena Prank Sembako

Ferdian menjadi perbicangan publik karena aksi konyol membagi-bagikan bingkisan sampah ke beberapa transgender. Dia merekam dan menjadikan sebagai sebuah konten di akun youtube pribadinya dengan judul " Prank Kasih Makanan ke Banci CBL" .

Dalam rekamannya, Ferdian Paleka memasukan batu bata, sampah ke dalam kardus mie instan. Kardus-kardus itu kemudian diberikan ke empat transpuan yang ada di pinggir jalan kawasan Bandung.

Video itu viral hingga menyita perhatian khalayak. Mereka mengecam aksinya yang dilakukan oleh Ferdian Paleka bersama seorang rekannya, berinisial T.

Bahkan beberapa warga Bandung sempat menggeruduk kediaman Ferdian Paleka Minggu, 3 Mei 2020. Namun, warga tak berhasil menemukan Ferdian.

Belakangan, konten itu dihapus dari kanal Youtubenya. Ferdian Paleka juga menyampaikan permintaan maaf secara tertulis melalui fitur Instagram Stories yang diunggah pada Senin 4 Mei 2020.

4 dari 4 halaman

Tak Cukup Minta Maaf

Sang ibunda, dengan menitikkan air mata juga ikut meminta maaf kepada publik atas ulah anaknya.

Tapi, beberapa transpuan yang menjadi korbannya terlanjur kesal. Permintaan maaf itu dinilai tak cukup untuk membayar rasa sakit hati. Salah satu dari mereka akhirnya melaporkan ke Polrestabes Bandung.

Polisi turun tangan mengusut kasus ini. Satuan Reskrim Polrestabes Bandung dikerahkan untuk mencari keberadaan Ferdian Paleka. Sementara, rekannya telah menyerahkan diri.

Selama berhari-hari melakukan pencarian akhirnya membuahkan hasil. Pelariannya akhirnya terhenti. Ferdian Paleka ditangkap pihak kepolisian, Jumat, 8 Mei 2020 pukul 00.30 WIB.

(Sumber: Liputan6.com/Ady Anugrahadi)

Beri Komentar