Camkan! Pelajaran Penting Buat Pebisnis dari Tumbangnya FB, IG, dan WhatsApp

Reporter : Syahid Latif
Selasa, 5 Oktober 2021 16:12
Camkan! Pelajaran Penting Buat Pebisnis dari Tumbangnya FB, IG, dan WhatsApp
Instagram, Facebook, dan WhatsApp tak bisa diakses pengguna selama hampir 6 jam. Tak hanya soal kesulitan berselancar di media sosial, ada pelajaran penting yang jauh lebih berharga

Dream - Tumbangnya tiga platform yaitu Facebook, WhatsAppp, dan Instagram, selama 6 jam memberi pelajaran berharga bagi para netizen. Tak hanya soal terhentinya aktivitas berselancar di media sosial, efeknya ternyata juga bisa berpengaruh pada bisnis.

Penulis terkenal New York Times sekaligus Chief Connoisseur of Good Vibes dari komunitas Luvv Nation, Luvvie Ajayi Jones mengatakan pemegang brand dan pebisnis tak bisa lagi mengandalkan sepenuhnya platform sosial media untuk menggapai audiensnya.

" Ambil alih kuasa yang lebih besar untuk kehadiran online kamu," imbaunya dikutip dari akun Instagram Luvv, Selasa, 5 Oktober 2021.

Mengutip kembali nasihat bijak soal investasi, Luvvie mengatakan terputusnya akses selama 6 jam menjadi peringatan berulang bagi para pebisnis untuk tidak bisa menyimpan semua telur dalam satu basket.

Langkah itu telah dilakukan Luvvie dengan memiliki sendiri newsletter, tim pengirim pesan SMS, dan website. Saat ketiga platform tersebut tumbang, Luvie mengaku mengalami kendala yang lebih kecil.

Meski diakui Luvie jika dirinya juga terkena dampak akibat tak bisa berkomunikasi lewat WhatsApp Group.

 

1 dari 5 halaman

Saran Agar Tak Hadapi Masalah Serupa Lagi

Seperti diketahui Facebook, Instagram, dan WhatsApp tak bisa diakses penggunanya malam waktu Indonesia, atau pagi hingga siang hari waktu Amerika Serikat.

Ketiga platfrom ini, terutama Instagram dan Facebook, banyak digunakan untuk mengkampanyekan program bahkan digunakan sebagai platform utama para pembuat konten untuk terhubung dengan audiens yang sangat banyak.

" Matinya sosial media merupakan peringatan besar bahwa kamu tak bisa sepenuhnya membangun bisnis atau pendapatan stream lewat platform yang tertutup," tulisnya. 

Luvie menyarankan semua pebisnis dan kreator konten harus memiliki website, blog, newsletter ataupun bentuk platform lain yang bisa digunakan untuk berkomunikasi dengan orang-orang penting di dalam bisnisnya.  

      View this post on Instagram      

A post shared by Luvvie Ajayi Jones (@luvvie)

© Dream
2 dari 5 halaman

Facebook, WhatsApp dan Instagram Tumbang, Mark Zuckerberg Rugi Rp99,8 Triliun

Dream – Facebook, WhatsApp dan Instagram, sempat down pada Senin malam, 4 Oktober 2021. Meski begitu, belum diketahui secara jelas, apa penyebab ketiga platform tersebut tidak bisa diakses secara bersamaan.

Pihak Facebook pun sudah mencoba memperbaiki seluruh layanannya. Butuh waktu enam jam hingga Facebook dapat diakses kembali pada Selasa, 5 Oktober 2021.

Dilansir dari entrepreneur.com meski hanya beberapa jam saja, kekayaan Mark Zuckerberg langsung turun hingga Rp99,8 trililun.

Bahkan menurut Bloomberg Billionaires Index, tumbangnya ketiga paltform tersebut menyebabkan posisi Mark Zuckerberg turun menjadi peringkat keenam dari daftar orang terkaya didunia.

Ilustrasi© Pexels.com

Menurut laporan dari DownDetector, masalah ketiga platiform ini terjadi di berbagai negara Eropa, Asia, Amerika Latin hingga Amerika Utara. Hal ini pun langsung menjadi pembicaraan warganet di seluruh dunia hingga jadi trending topik di Twitter.

Pihak Facebook pun sebelumnya telah mengungkapkan permohonan maafnya kepada para pengguna akibat masalah yang terjadi.

“ Kami menyadari bahwa beberapa orang mengalami kesulitan mengakses aplikasi dan produk kami. Kami sedang berupaya agar semuanya kembali normal secepat mungkin, dan kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini,” dikutip dari akun Twitter, Facebook.

Kini layanan Facebook, WhatsApp dan Instagram sudah mulai dapat diakses kembali.

" Kepada komunitas besar orang dan bisnis di seluruh dunia yang bergantung pada kami: kami minta maaf. Kami telah bekerja keras untuk memulihkan akses ke aplikasi dan layanan kami dan dengan senang hati melaporkan bahwa mereka telah kembali online sekarang. Terima kasih telah mendukung kami,"  kata Facebook.

3 dari 5 halaman

Efek Mengerikan Tumbangnya Akses Facebook

Dream – Matinya akses platform Facebook selama enam jam membuat saham perusahaan milik ark Zucerberg ini ikut terhempas 5 persen. Tumbangnya Facebook pada Senin, 4 Oktober 2021 malam waktu Indonesia disebut sebagai yang terburuk  dalam 13 tahun terakhir.

Turunnya saham raksasa teknologi itu juga disebutkan oleh tayangan “ 60 Minutes” yang menuding perusahaan mengkhianati demokrasi.

Dikutip dari CNBC, Selasa 5 Oktober 2021, saham Facebook turun 4,9 persen ke US$326,23. Indeks Nasdaq merosot 2 persen pada perdagangan Senin 4 Oktober 2021. Penurunan tajam ini disebabkan oleh saham-saham platform media sosial seperti Twitter, Snap, dan Pinterest yang juga ikut terguling lebih dari 5 persen.

Sekadar informasi, layanan Facebook, Instagram, dan WhatsApp sempat padam selama beberapa jam. Hal ini menggegerkan pengguna, bahkan sempat menjadi trending topic di Twitter. Bahkan, platform-platform ini masih offline saat perdagangan ditutup.

“ Kami menyadari sebagian orang mengalami masalah saat mengakses produk dan aplikasi kami,” cuit perusahaan.

© Dream
4 dari 5 halaman

Minta Maaf kepada Pengguna

Facebook mengatakan pihaknya sedang berupaya menormalkan kembali layanan dan meminta maaf kepada pengguna yang terdampak.

“ Kami bekerja secepat mungkin untuk menormalkan kembali layanan. Mohon maaf atas ketidaknyamanannya,” tulis perusahaan.

Rupanya, kejadian shutdown ini bukan pertama kali terjadi. Pada 2008, sebuah bug membuat layanan Facebook padam seharian.

Layanan Facebook yang tidak dapat diakses ini berdampak kepada 80 juta pengguna. Kini, perusahaan rintisan Mark Zuckerberg punya 3 miliar pengguna.

5 dari 5 halaman

Muncul Tudingan dari Mantan Pegawai

Tudingan negatif turut memperparah apa yang dialami Facebook saat ini. Dalam sebuah wawancara, seorang bernama Frances Haugen, mengungkapkan dirinya menjadi whistleblower yang memberikan “ kunci” dokumen perusahaan kepada Wall Street Journal. Media itu menggunakan informasi yang diberikan untuk menjadi sebuah laporan berjudul “ The Facebook Files”.

Haugen merupakan mantan product manager di Facebook. Dia bekerja di divisi misinformasi sipil. Haugen meninggalkan Facebook pada Mei 2021 dan membuat salinan dokumen-dokumen internal sebelum berhenti bekerja di sana.

Haugen menuding Facebook lebih memprioritaskan keuntungan perseroan di atas keamanan publik dan membahayakan nyawa orang.

© Dream
Beri Komentar