Pekerja Restoran Inspiratif (Siakapkeli.my)
Dream - Bekerja di restoran yang buka 24 jam tentu butuh konsentrasi ekstra. Apalagi jika pengunjung sedang ramai-ramainya. Restoran tentu dituntut memberikan pelayanan prima demi menjaga kepuasan pelanggan.
Hal ini kerap membuat para pekerja restoran selalu siaga. Mereka pun dituntut selalu siap memberikan layanan begitu ada pelanggan yang membutuhkan.
Seorang pekerja restoran 24 jam di Skudai, Johor, Malaysia, menjadi perbincangan warganet negeri jiran itu. Dia tertangkap kamera tengah melakukan aksi yang mengharukan.
Tersentuh hati melihat seorang insan yang hanya bergelar “ mamak” sedang menyuapkan orang kurang upayað��¢ð��¢aku respect abang mamak ni ð��¯ pic.twitter.com/a9z9uEoDS5
— APex™ (@najib_fiqri)April 22, 2019
Dikutip dari Siakapkeli, pekerja itu terlihat sedang berdiri di depan pria difabel. Dia rupanya membantu pria itu makan.
Pekerja tersebut menyuapkan sesendok demi sesendok makanan ke mulut pria difabel. Untuk sementara waktu, pekerja itu meninggalkan kewajibannya melayani pelanggan lainnya.
Foto pekerja itu viral setelah diunggah oleh pemilik akun Twitter Najib Fiqri. Foto tersebut mendapat banyak sekali tanggapan dari para pengguna Twitter lainnya.
" Semoga Allah mengkaruniakan rezeki ke bapak itu. Semoga suatu hari nanti dia jadi pemilik 10 cabang restoran," tulis @ZhHm.
" MasyaAllah... semoga Allah membalas kebaikannya dengan yang lebih baik lagi," tulis @nanasui28
Dream - Seorang pelajar 12 tahun di Moche, Peru, tertangkap CCTV tengah tengkurap di jalanan. Sesekali, dia duduk di tepi trotoar.
Dia tampak membaca sebuah buku. Sementara salah satu tangannya terlihat memegang alat tulis.
Dikutip dari Odditycentral, petugas Departemen Kepolisian Moche sempat curiga ketika melihat bocah itu di layar bulan lalu. Tetapi, kecurigaan petugas berubah menjadi salut begitu memperbesar gambar monitor CCTV.
Mereka mendapati bocah yang dikenali dengan nama Victor Martin Angulo Cordoba itu ternyata sedang membaca dan menulis di buku catatan. Victor sedang mengerjakan Pekerjaan Rumah (PR) dari sekolahnya di bawah temaram lampu jalan.
Tersentuh dengan dedikasi Victor, polisi mengunggah video tersebut lewat Facebook. Dalam waktu sekejap, video itu viral.
Kisah Victor menjadi berita utama di sejumlah media internasional. Media-media lokal berhasil melacak tempat tinggal bocah itu lantas dibuat sedih dengan keadaan ibunya.
Victor tumbuh di tengah keluarga sangat miskin. Ibunya sampai tidak bisa membayar biaya pemasangan meteran listrik.
Alhasil, Victor dan ibunya hanya mengandalkan penerangan dari nyala lilin. Karena itulah, Victor jarang bisa menyelesaikan PR.
Sebelum tertangkap CCTV, Victor masih berusaha mengerjakan PR di rumah. Sayangnya, lilin yang ada di rumahnya makin habis sehingga bocah itu terpaksa mengerjakan PR di bawah lampu jalan.
" Suatu hari anak saya berkata, 'jika saya terus mengandalkan lilin, saya akan kehabisan akal. Lebih baik saya keluar untuk menyelesaikan PR," ujar ibunda Victor, Rosa Angulo Cordoba, kepada Panamericana TV.
Dia mengatakan Victor kerap mengeluh lehernya kaku. Bosah itu harus memiringkan kepala agar cahaya lilin bisa menerangi bukunya.
Selanjutnya, Rosa mengatakan Victor kerap membantu menggembalakan kambing keluarga. Namun begitu, kata dia, Victor serius dalam belajar dan kerap mendapatkan nilai bagus.
Setelah cerita Victor mendapat banyak sekali perhatian dari media, Wali Kota Moche akhirnya mengunjungi rumah bocah itu. Dia mendoakan dan berjanji membayar tagihan listrik di rumah Rosa dan Victor dengan gajinya sendiri sehingga bocah itu tidak perlu mengerjakan PR di pinggir jalan.
" Saya berharap mereka bisa membantu saya, sehingga saya bisa punya lampu di rumah dan tidak harus keluar untuk mengerjakan PR," kata Victor.
" Saya sangat ingin membantu keluarga saya. Saya ingin menjadi polisi dan memberantas korupsi," ucap dia.