Beredar Video GBK Jadi Tempat Pasien Covid-19, Ini Faktanya

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Selasa, 29 Desember 2020 11:02
Beredar Video GBK Jadi Tempat Pasien Covid-19, Ini Faktanya
Terkait video yang beredar, begini pernyataan Manajemen Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno (GBK).

Dream - Belakang beredar sebuah video yang memperlihatkan puluhan orang beradai di lapangan olahraga indoor. Lapangan tersebut diklaim berlokasi di Istora Senayan, Jakarta.

Terlihat dalam video lapangan indoor penuh dengan alas tidur dan dipenuhi warga. Terlihat pula, ada empat orang mengenakan alat pelindung diri (APD) lengkap mengawasi warga.

Terkait video yang beredar, Manajemen Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno (GBK) membantah pemberitaan yang menyebutkan adanya pemanfaatan Istora Senayan sebagai penampungan dan tempat untuk merawat pasien Covid-19.

Public Relations Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno (GBK) Dyah Kumala Sari dalam keterangan tertulisnya menyatakan bahwa pemberitaan tersebut adalah tidak benar atau hoaks.

Menurut Dyah, selama pandemi Covid-19, Istora GBK tidak dimanfaatkan atau digunakan untuk kegiatan apapun.

1 dari 5 halaman

Patuh Prokes

Sementara itu, berdasarkan Peraturan Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 51 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar Pada Masa Transisi Menuju Masyarakat Sehat, Aman, dan Produktif, Manajemen GBK selalu melakukankesiapan venue dan kawasan GBK dari sisi kebersihan, keamanan dan kenyamanan

Selain itu, kata Dyah, manajemen GBK secara konsisten membuat berbagai imbauan terkait protokol kesehatan yang dipublikasikan dalam berbagai platform media.

" Berbagai aktivitas yang dilakukan masyarakat di kawasan GBK sejak dilaksanakannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Masa Transisi Menuju “ New Normal” secara berkala menjadi bahan evaluasi pelaksanaan tata tertib protokol kesehatan di GBK," kata Dyah..

Tata tertib dan protokol kesehatan ketat yang diterapkan oleh Manajemen GBK yaitu antara lain dengan menerapkan program 3M (menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak fisik minimal 1.5 meter).

" Pengecekan suhu tubuh dan pembatasanibu hamil dan anak usia dibawah 9 tahun juga dilakukan," ujar Dyah.

 

 

2 dari 5 halaman

Upaya Putuskan Mata Rantai Penyebaran Covid-19

Manajemen GBK juga berharap peran serta aktif dan kesadaran masyarakat yang tinggi untuk melaksanakannya diharapkan dapat diikutisehingga diharapkan mampu memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19.

" Upaya yang dilakukan Manajemen GBK secara berkala dan konsisten bertujuan agar masyarakat dapat tetap berolahraga dengan aman dan nyaman di kawasan ini," jelas Dyah.

Sumber: liputan6.com

3 dari 5 halaman

Beredar Pesan Daftar Obat Covid-19 Saat Isolasi Mandiri, Begini Kata Ahli

Dream - Sebuah pesan berantau berisi informasi daftar obat covid-19 untuk perawatan mandiri di rumah beredar di aplikasi perpesanan. Pesan berantai tersebut ramai dibagikan di Whatsapp sejak pekan lalu.

Dalam pesan berantai tersebut terdapat daftar obat untuk pasien covid-19 beserta kegunaannya. Berikut isi lengkap pesan berantai tersebut:

 Kalau ada yg kena covid tdk perlu panik dan tdk harus ke RS kalau memang tdk terlalu parah sesak napas sampai perlu ICU dan ventilator, krn saat ini RS khusus covid semua penuh.

Bisa diobati sendiri, obat di RS untuk pasien covid seperti ini:

- Antibiotik: azitromycin atau zitrothromax 500 mg diminum 10 hari

- Antivirus: fluvir 75

- Anti batuk dan kluarin dahak: fluimucil 200mg

- Anti radang: Dexamethasone 0,5

- Turun panas: Paracetamol, sanmol

- jgn panik dan Stress.

Untuk jaga imun diatas 55 thn

Tetap hrs minum multi vitamin C 1000 mg .D 5000 Iu .E 400 Iu .Zinc zat (besi )dan usahakan berjemur matahari pagi hari setidaknya 15 menit.

Lianghua sangat bagus untuk membantu meredakan gejala spt batuk dan sesak napas diminum 3x4 kapsul sehari

Silahkan di share ke semua yg membutuhkan, semoga dapat membantu dan cepat sembuh???? 20kims12"

Lalu, benarkah isi pesan berantai daftar obat Covid-19 untuk perawatan mandiri di rumah?

4 dari 5 halaman

Cek Fakta

Cek Fakta Liputan6.com menelusuri informasi tersebut dengan menghubungi dr RA Adaninggar, SpPD. Dia menjelaskan isi pesan berantai tersebut tidak benar.

" Sesuai dengan pedoman tatalaksana covid-19, penanganan pasien disesuaikan dengan gejalanya, yakni ringan, sedang dan berat. Kita tidak boleh mengobati sendiri karena kondisi setiap orang berbeda, harus selalu konsultasi ke dokter," kata dr Adaninggar dikutip dari liputan6.com, Senin 28 Desember 2020.

" Dexamethason, antivirus, antibiotik semuanya termasuk obat keras, tidak semua pasien bisa minum ada penilaian indikasi dan kontraindikasi dari dokter. Pasalnya kalau tidak maka bisa berpotensi ada bahaya efek samping obat, interaksi obat, dan reaksi obat yang bisa terjadi pada kondisi tertentu," ujarnya menambahkan.

" Khusus untuk Lianghua jika digabung pemakaiannya dengan obat modern bisa membantu gejala hilang lebih cepat. Tetapi ini hanya berlaku untuk gejala ringan yang sedang," ujarnya.

5 dari 5 halaman

Kesimpulan

Pesan berantai yang berisi daftar obat covid-19 untuk penanganan mandiri di rumah adalah tidak benar. Faktanya obat untuk covid-19 harus dikonsultasikan dengan dokter karena kondisi pasien berbeda satu sama lain.

Sumber: liputan6.com

Beri Komentar
Jangan Lewatkan
More