Ilustrasi (http://www.inminds.co.uk/)
Dream - Pepohonan telah tumbuh kembali di Lhok Nga. Saat dilihat dari jalan, desa kecil itu seperti tersembunyi di balik tirai tebal berwarna hijau. Ketika kami menghentikan kendaraan di daerah pinggiran, saya berdiri di tepi jalan, di atas bukit sembari mencari wajah yang saya kenali dan memikirkan betapa banyak perubahan yang terjadi.
Sepuluh tahun yang lalu, saya ingat situasinya sangat berbeda. Beberapa hari setelah tsunami, ketika semuanya rata, dari lokasi ini kita dapat melihat ke segala arah, termasuk laut, yang berjarak sekitar dua kilometer di bagian barat, dan juga ibu kota Banda Aceh.
Lumpur, puing, serta kesengsaraan ada di mana mana. Para relawan mulai mencari jenazah. Ratusan mayat tersebar di tanah, berselimut lumpur.
Salah satu koban selamat adalah Mawardah. Kini, gadis yang kehilangan kedua orangtuanya itu telah tumbuh dewasa.
“ Tidak ada yang peduli terhadap saya, tidak ada yang mencintai saya seperti orangtua saya,” kata Mawardah sambil menangis kala itu. Tsunami menghancurkan jejak orangtuanya. Tidak tersisa foto ibu atau ayahnya.....
Baca selengkapnya di sini.
Kirimkan kisah nyata inspiratif disekitamu atau yang kamu temui, ke komunitas@dream.co.id, dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut:
1. Lampirkan satu paragraf dari konten blog/website yang ingin dipublish
2. Sertakan link blog atau sosmed
3. Foto dengan ukuran high-res
4. Isi di luar tanggung jawab redaksi
Ayo berbagi traffic di sini!
Advertisement

Persahabatan yang Kuat Bisa Memperkuat Kesehatan Mental dan Fisik Milik Seseorang

Fakta di Balik Kemampuan Orang Bajo Melihat Lebih Jelas saat Berada di Bawah Air

Cara Menghindari Kelelahan Mengambil Keputusan yang Kita Lakukan

Cara Agar Anak Tidak Tumbuh Menjadi Pribadi yang Manja dan Menyebalkan

Apa Makna SPL pada Parfum? Ini yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membeli

Beda Tenis, Padel, dan Squash: Mengenal Tiga Olahraga Raket yang Sering Tertukar

Buang bin Muhammad Ali alias Ali Wallace, Asisten Alfred Russel Wallace yang Terlupakan