Bharada E Masih Ingin Berkarier di Polri: Saya Lahir dan Besar di Brimob

Reporter : Okti Nur Alifia
Senin, 15 Agustus 2022 10:35
Bharada E Masih Ingin Berkarier di Polri: Saya Lahir dan Besar di Brimob
Bharada E mencurahkan perasannya bahwa dia masih ingin tetap melanjutkan tugasnya menjadi satuan personel Korps Brigade Mobil (Brimob).

Dream - Proses hukum Bharada E alias Richard Eliezer Pudihang Lumiu yang terlibat dalam kasus pembunuhan Brigadir J masih berlangsung. Namun dia menyatakan keinginannya untuk tetap berkarier di kepolisian.

Melalui kuasa hukumnya, Ronny Talapessy, Bharada E mencurahkan perasannya bahwa dia masih ingin tetap melanjutkan tugasnya menjadi satuan personel Korps Brigade Mobil (Brimob). 

" Saya Brimob, saya lulusan Brimob, rumah saya lahir dan besar di Brimob, Brimob itu rumah saya. Jika saya diizinkan, saya masih ingin berkarier di Brimob," kata Ronny sambil tirukan pesan dari Bharada E, Minggu 14 Agustus 2022.

Menurut Ronny, keinginan itu membuat Bharada E memintanya dibela semaksimal mungkin dalam kasus kematian Nofriansyah Yosua Hutabarat tersebut. Diketahui Bharada E ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan. Bersama tiga orang lain, salah satunya mantan Kadiv Propam, Ferdy Sambo.

" Makanya saya ingin dibela semaksimal mungkin, ngomongnya gitu ke saya," ujar Ronny.

1 dari 4 halaman

Ronny menambahkan, sosok Bharada E terbilang masih muda dan memiliki banyak harapan ke depan. Termasuk keluarga dan karier di kepolisian.

" Dia masih mudah, harapan orang tua. Ingin melanjutkan hidup, ingin berkeluarga, kalau bisa ingin berkarir di kepolisian," tutur dia.

Bharada E merupakan polisi kelahiran tahun 1998. Dia lulus di tahun 2009 dari Polda Sulawesi Utara itu usai menempuh pendidikan di pusat pendidikan Brimob di Watukosek, Jawa Timur.

Bicara sepak terjangnya dalam dunia Brimbo, Bharada E memiliki catatan dua kali menjadi tim Bawah Kendali Operasi (BKO) selama bertugas di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok. Pertama bergabung ke Brimob Nusantara di Papua hingga menjadi anggota Satgas Tinombala di Poso, Sulawesi Tengah (Sulteng).

Kemudia, ia juga dikenal sebagai penembak nomor satu satu di resimen satu pasukan pelopor di jajaran Korps Brimob. Tak hanya itu, Bharada E memiliki keahlian khusus yakni vertical rescue atau kemampuan mengevakuasi korban pada medan yang curam seperti tebing.

Sumber: Merdeka.com

2 dari 4 halaman

Isi Lengkap Surat Permohonan Maaf Ferdy Sambo Usai Diperiksa Sebagai Tersangka Pembunuhan Brigadir J

Dream - Irjen Ferdy Sambo, tersangka pembunuhan berencana terhadap Brigadir J telah menjalani pemeriksaan perdana di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Kamis, 11 Agustus 2022. 

Usai pemeriksaan, Ferdy Sambo menuliskan sebuah pesan yang dititipkan melalui pengacaranya Arman Hanis, untuk disampaikan seluruh masyarakat.

Pesan ini dibacakan sang pengacara ketika ditemui awak media di rumah Sambo di Jalan Saguling III, Duren Tiga Barat, Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis malam.

Melalui pesan itu, Sambo menyampaikan permohonan maaf, khususnya kepada institusi Polri karena telah mencoreng nama baik institusi tersebut. Suami dari Putri Candrawathi kembali menegaskan tindakannya semata dilakukan untuk menjaga harkat dan martabat keluarganya.

Mengutip Liputan6.com, berikut ini isi pesan lengkap Ferdy Sambo sebagai tersangka atas kasus pembunuhan Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat.

3 dari 4 halaman

Isi Lengkap Surat Ferdy Sambo

Izinkan saya sebagai manusia yang tidak lepas dari kekhilafan secara tulus meminta maaf dan memohon maaf sebesar-besarnya khususnya kepada rekan sejawat Polri beserta keluarga serta masyarakat luas yang terdampak akibat perbuatan saya yang memberikan informasi yang tidak benar serta memicu polemik dalam pusaran kasus Duren Tiga yang menimpa saya dan keluarga. Saya akan patuh pada setiap proses hukum saat ini yang sedang berjalan dan nantinya di pengadilan akan saya pertanggungjawabkan.

Saya adalah kepala keluarga dan murni niat saya untuk menjaga dan melindungi marwah dan kehormatan keluarga yang sangat saya cintai.

Kepada institusi yang saya banggakan, Polri, dan khususnya kepada bapak Kapolri yang sangat saya hormati, saya memohon maaf dan secara khusus kepada sejawat Polri yang memperoleh dampak langsung dari kasus ini saya memohon maaf, sekali lagi saya memohon maaf akibat timbulnya beragam penafsiran serta penyampaian informasi yang tidak jujur dan mencederai kepercayaan publik kepada institusi Polri. Izinkan saya bertanggung jawab atas segala perbuatan yang telah saya perbuat sesuai hukum yang berlaku.

4 dari 4 halaman

Sambo diperiksa sejak pukul 11.00 WIB sampai 18.00 WIB. Dikatakan dia telah mengungkapkan motif merencanakan pembunuhan terhadap Brigadir J. 

Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Pol Andi Rian Djajadi mengatakan, Ferdy Sambo mengaku marah terhadap Brigadir J.

" Dalam kesempatan ini tolong dicatat saya sampaikan satu hal bahwa di dalam keterangan tersangka FS mengatakan bahwa dirinya marah dan emosi setelah mendapat dapat laporan dari istrinya PC yang telah mengalami tindakan yang melukai harkat martabat keluarga yang terjadi di Magelang yang dilakukan oleh almarhum Yoshua," kata Andi dalam keteranganya di Mako Brimob Kelapa 2 Depok, Kamis, 11 Agustus 2022.

Andi menerangkan, Ferdy Sambo memberikan perintah kepada Bripka RR dan Bharada RE dalam merencakan pembunuhan terhadap Brigadir J.

" Oleh karena itu, kemudian tersangka FS memanggil tersangka RR, tersangka RE untuk merencanakan pembunuhan terhadap almarhum Yosua," tandas dia.

Beri Komentar