BMKG: Musim Hujan Berpotensi Terjadi Pada November

Reporter : Maulana Kautsar
Jumat, 1 November 2019 09:00
BMKG: Musim Hujan Berpotensi Terjadi Pada November
Puncak musim hujan terjadi Januari hingga Februari 2020.

Dream - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan musim hujan di Indonesia terjadi pada November 2019. Saat ini, sejumlah kawasan seperti Sumatera, Kalimantan telah mengalami hujan mulai pertengahan Oktober 2019.

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, mengatakan keterlambatan ini terjadi karena fenomena rendahnya suhu permukaan laut di perairan selatan dan barat Indonesia.

" Sehingga berimplikasi pada kurangnya pembentukan awan di wilayah Indonesia," kata Dwikorita.

Dia memprediksi pada 2020 tidak akan terjadi badai El Nino yang kuat dan berpotensi menimbulkan anomali iklim. Dwikorita juga menyebut potensi curah hujan akan sama dengan kondisi normal.

" Musim kemarau umumnya akan dimulai pada bulan April-Mei hingga Oktober 2020. Sedangkan wilayah di dekat ekuator seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Riau, musim kemarau pertama akan dimulai pada Februari-Maret 2020," kata Dwikorita.

1 dari 5 halaman

Berlangsung Normal

Sementara itu, Kepala Bidang Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca BMKG, Miming Saepudin, memprediksi awal musim hujan mundur. Namun begitu, musim hujan akan berjalan normal

" Awal musim hujan 2019-2020 umumnya mundur. Musim hujan 2019-2020 berlangsung normal sesuai klimatologisnya," kata Miming dilaporkan Merdeka.com.

Miming mengatakan puncak musim hujan terjadi pada Januari hingga Februari 2020. Tetapi dia mengingatkn potensi cuaca ekstrem perlu diwaspadai karena diprediksi memunculkan angin kencang, puting beliung, hingga hujan es.

" Perlu diwaspadai potensi cuaca ekstrem (puting beliung, hujan es, hujan lebat disertai petir dan angin kencang pada periode transisi musim) pada November-Desember 2019," ujar dia.

2 dari 5 halaman

Viral! Suhu Panas Ekstrem Selama Tiga Hari, BMKG: Hoaks!

Dream - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memastikan beredarnya pesan singkat yang menyebut suhu panas mencapai 45 derajat celcius itu adalah informasi hoaks.

" Tidak benar atau hoaks," ujar Kepala Bidang Meteorologi BMKG, R Mulyono Rahadi Prabowo kepada Dream, Rabu, 23 Oktober 2019

Dalam pesan itu menyebut, akan terjadi suhu panas yang melanda wilayah Indonesia hingga 45 derajat Celcius selama tiga hari ke depan.

Pesan itu juga menyebut, panas ekstrem juga dapat menyebabkan kerusakan jaringan sel otak.

BMKG© Instagram

Berikut pesan hoaks yang beredar.

Assalamualaikum untuk kawan-kawan semua,.. mulai besok sampai 3 hari ke depan di harapkan kurangi aktifitas di luar rumah karena cuaca panas extreme melanda Indonesia untuk 3 hari ke depan. Banyak minum air mineral dan multivitamin ya Bro... Temperatur panas extreme yang terbaca oleh deteksi satelit hari ini, adalah di daerah :
Jakarta 38°C
Depok 38°C
Serang Banten 44°C
Bekasi 38°C
Tangerang 44°C
Jogjakarta 40°C
Malang 44°C
Solo 45°C
Madiun 39°C
Magelang 39°C
Purworejo 40°C
Madura 42°C
Bali 45°C
Lombok 43°C
Riau 45°C
Pekanbaru 45°C
Batam 42°C
Makassar 43°C
Pare-pare dan bone 40°C
Papua Nugini, nyaris mendekati 50°C

Daerah lain masih dalam pantauan mitigasi klimatologi NASA.

Jaga kesehatan, pola makan, dan banyak minum air ya, Kawan. Panas extreme pemicu dehidrasi, malaria, tifus, campak, dan pelemahan sel jaringan otak.

3 dari 5 halaman

Suhu Indonesia Belakangan Kelewat Panas, Ini Penjelasan BMKG

Dream - Beberapa hari belakangan, warganet mengeluhkan suhu panas. Di Jakarta misalnya, suhu panas sudah melebihi angka rata-rata di atas 360 Celcius. Pada Selasa 22 Oktober 2019, aplikasi suhu di ponsel bahkan menunjukkan suhu Jakarta mencapai 370 Celcius.

Menurut Deputi Bidang Meteorologi Badan meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), R Mulyono R Prabowo, meningkatnya suhu panas yang terjadi di beberapa wilayah di Indonesia karena adanya gerak semu matahari.

" Berdasarkan persebaran suhu panas yang dominan berada di selatan Khatulistiwa, hal ini erat kaitannya dengan gerak semu Matahari," ujar Mulyono dikutip dari Merdeka.com.

Gerak semu matahari dimulai pada September 2019, ketika matahari berada di wilayah Khatulistiwa dan terus bergerak ke arah belahan Bumi bagian selatan hingga Desember.

Pada Oktober, posisi semu matahari berada di sekitar wilayah Indonesia bagian selatan, yaitu Sulawesi Selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, dan sebagainya.

Posisi itu menyebabkan radiasi matahari yang diterima oleh permukaan Bumi di wilayah tersebut relatif menjadi lebih banyak, sehingga meningkatkan suhu udara pada siang hari.

Gerak semu matahari merupakan suatu siklus yang biasa dan terjadi setiap tahun, sehingga potensi suhu udara panas seperti ini juga dapat berulang pada periode yang sama setiap tahunnya.

Suhu terik di sekitar wilayah Indonesia diprediksi masih bakal terjadi hingga minggu depan mengingat posisi semu matahari yang masih terus bergerak ke selatan. Sudah begitu, atmosfir masih cukup kering sehingga sehingga potensi awan yang bisa menghalangi terik matahari juga sangat kecil pertumbuhannya. (eko)

4 dari 5 halaman

Suhu Panas Hingga Akhir Oktober 2019

Pada 19 Oktober 2019, beberapa stasiun pemangatan BMKG mencatat suhu udara di beberapa wilayah Indonesia mengalami peningkatan.

Pengamatan yang dilakukan stasisun BMKG di Sulawesi, tercatat wilayah Makassar berada pada suhu 83.8 derajat celcius, 38.3 derajat Celcius, dan Stasiun Meteorologi Sangia Ni Bandera 37.8 derajat celcius.

Sementera, stasiun pengamatan BMKG di Jawa hingga Nusa Tenggara mencatatkan suhu udara maksimum terukur berkisar antara 35 derajat - 36.5 derajat celcius pada periode 19-20 Oktober 2019.

BMKG memperkirakan, suhu panas di beberapa wilayah Indonesia akan terus terjadi hingga akhir Oktober 2019 selesai.

Dengan peningkatan suhu panas ini, BMKG mengimbau masyarakat untuk menjaga kondisi tubuh agar tidak mengalami dehidrasi.

(Sumber: Merdeka.com/Iqbal Fadil)

5 dari 5 halaman

Hindari Mencuci Muka Saat Suhu Panas

Dream - Paparan sinar matahari dan debu di jalan membuat wajah menjadi kusam. Bila tidak rutin membersihkan wajah maka memicu masalah pada kulit, jerawat misalnya. Namun sebaiknya hindari mencuci muka saat suhu wajah masih panas.

" Kalau biasanya orang merasa panas di bagian wajah setelah beraktivitas di luar kemudian langsung cuci muka. Sebaiknya kebiasaan ini harus dihindari," ujar Maria, Beauty Consultan Artistry.

Saat udara panas dan wajah masih berkeringat dapat menyumbat pori-pori. Diamkan hingga suhu wajah dan kondisi pori-pori normal.

" Sebaiknya tunggu hinga 30 menit baru dapat mencuci muka dengan menggunakan air, toner dan milk cleanser," papar Maria.

Sebelum mencuci muka Maria menambahkan pastikan tangan sudah dicuci bersih agar terhindar dari kotoran, kuman, bakteri yang menempel pada tangan tidak berpindah ke wajah.

Perawatan wajah di rumah tidak terlalu sulit, " Sebenarnya tidak terlalu sulit merawat wajah di rumah asalkan rutin selepas beraktifitas dan sebelum tidur," ucapnya.

Air putih juga bermanfaat banyak untuk kesehatan kulit, Maria menambahkan perbanyak konsumsi air putih agar kulit tidak kusam dan tampak selalu segar.

" Selain air putih, tidur yang cukup sangat berpengaruh kesegaran dan kesehatan wajah minimal 7 jam agar kulit beristirahat," jelas Maria.

Beri Komentar