Waspada Gelombang Tinggi pada 23-28 Juli di Wilayah Ini

Reporter : Ahmad Baiquni
Senin, 23 Juli 2018 17:02
Waspada Gelombang Tinggi pada 23-28 Juli di Wilayah Ini
Puncak gelombang terjadi pada 24-25 Juli dengan ketinggian antara 4-6 meter.

Dream - Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingkatkan adanya potensi terjadinya gelombang laut tinggi hingga akhir Juli nanti. Para nelayan dan pengguna transportasi laut diminta waspada.

Kepala BKMG, Dwikorita Karnawati, menjelaskan gelombang tinggi bakal terjadi di perairan Indonesia pada 23-28 Juli dengan ketinggian 2,5-6 meter. Sedangkan puncaknya diprediksi terjadi pada 24-25 Juli dengan ketinggian gelombang 4-6 meter.

" Sementara tinggi gelombang 2,5-4 meter (berbahaya) berpeluang terjadi di perairan Sabang, perairan barat utara dan barat Aceh, perairan barat Pulau Simeulue hingga Kepulauan Mentawai, perairan barat Bengkulu hingga Lampung, Selat Sunda bagian selatan, perairan selatan Jawa hingga Pulau Sumbawa, Selat Bali-Selat Lombok-Selat Alas bagian selatan, perairan selatan Pulau Sumba, Laut Sawu, perairan selatan Pulau Rote," ujat Dwikorita, dikutip dari laman bmkg.go.id, Senin 23 Juli 2018.

Menurut Dwikorita, gelombang tinggi ini dipicu angin yang berhembus dengan kecepatan tinggi di wilayah Mascarane High di Samudra Hindia.

" Dan terjadinya swell akibat dari kejadian Mascarane High yang menjalar hingga wilayah perairan barat Sumatera dan selatan Jawa hingga Pulau Sumba," kata dia.

Mascarene High adalah tekanan tinggi yang bertahan di Samudra Hindia. Kondisi ini memicu terjadinya gelombang tinggi di perairan selatan Indonesia.

Selanjutnya, Dwikorita mengimbau masyarakat yang sedang berwisata di kawasan pantai untuk mewaspadai bahaya rip current atau arus kuat air. Arus ini bergerak menjauhi pantai dan dapat menyapu para perenang.

Rip/back current merupakan pertemuan ombak yang sejajar dengan garis pantai. Kondisi ini menyebabkan arus balik dengan kecepatan tinggi mencapai 2 meter per detik.

" BMKG pun berupaya memberikan peringatan bahaya rip current kepada masyarakat melalui media sosial," kata Dwikorita.

Lebih lanjut, dia mengimbau nelayan menunda penangkapan ikan untuk sementara waktu hingga gelombang tinggi mereda. (ism)

 

Beri Komentar