Izin Dicabut, Bos ACT: Heran, Mengapa Terlalu Cepat?

Reporter : Okti Nur Alifia
Kamis, 7 Juli 2022 11:00
Izin Dicabut, Bos ACT: Heran, Mengapa Terlalu Cepat?
ACT akan tetap beraktivitas terhadap dana yang sudah terhimpun sebelum adanya keputusan pencabutan izin dari Kemensos.

Dream - Yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT) buka suara soal keputusan dari Kementerian Sosial (Kemensos) tentang pencabutan izin penyelenggaraan pengumpulan sumbangan kepada ACT melalui keputusan Menteri Sosial No 133/HUK/2022. Pihak ACT menyayangkan keputusan itu.

“ Kami perlu menyampaikan kepada masyarakat bahwa kami sangat kaget dengan keputusan ini,” kata Presiden ACT, Ibnu Khajar, dalam keterangannya kepada media di kantor ACT di Jakarta Selatan, Rabu, 6 Juli 2022.

Ibnu mengaku telah menjelaskan secara rinci dalam panggilan dari Kemensos pada Selasa, 5 Juli 2022. Dari hasil pertemuan tersebut, kata Ibnu, tim Kemensos berencana datang untuk melakukan pengawasan pada Rabu, 6 Juli 2022.

“ Artinya kami telah menunjukkan sikap kooperatif. Kami juga sudah menyiapkan apa saja yang diminta oleh pihak Kemensos, terkait dengan pengelolaan keuangan,” ujarnya.

 

1 dari 3 halaman

Keputusan Pencabutan Izin Dinilai Terlalu Reaktif

Tim legal Yayasan ACT, Andri TK, menilai keputusan pencabutan izin yang dilakukan oleh Kemensos ini terlalu reaktif.

Andri menautkan peraturan Menteri Sosial RI No 8/2021 tentang Penyelenggaraan Pengumpulan Uang atau Barang (PUB) pasal 27 telah dijelaskan adanya proses yang harus dilakukan secara bertahap.

“ Melalui Pasal 27 itu disebutkan sanksi administrasi bagi penyelenggara PUB yang memiliki izin melalui tiga tahapan. Pertama, teguran secara tertulis, kedua penangguhan izin, dan ketiga baru pencabutan izin. Hingga kini kami masih belum menerima teguran tertulis tersebut,” jelasnya.

Masih berdasarkan aturan tersebut, Andri juga menjelaskan sanksi administratif berupa teguran secara tertulis itu harus diberikan kepada penyelenggara PUB paling banyak tiga kali dengan tenggang waktu paling lama tujuh hari kerja antara teguran pertama dan teguran selanjutnya.

“ Di sinilah kami menjadi heran, mengapa begitu cepat keputusan pencabutan izin itu dilakukan,” kata Andri.

 

2 dari 3 halaman

Kiprah ACR Selama 17 Tahun

Sementara itu Ibnu menjelaskan selama 17 tahun terakhir ini, ACT telah memberikan kontribusi dan telah menjalankan amanah yang dititipkan umat.

Hal ini dicontohkan Ibnu dengan peran aktif dan nyata dari ribuan relawan ACT yang selalu berusaha hadir memberikan bantuan di sejumlah wilayah Indonesia yang mengalami musibah bencana.

ACT akan tetap beraktivitas terhadap dana yang sudah terhimpun sebelum adanya keputusan pencabutan izin dari Kemensos.

“ Jadi dengan adanya keputusan yang dikeluarkan oleh Kemensos ini, kami akan mematuhi keputusan tersebut. Namun untuk dana yang sudah terhimpun sebelum keputusan ini ditetapkan, kami akan tetap beraktivitas dan menyalurkannya sebagaimana amanah yang sudah diberikan,” kata Ibnu menegaskan.

 

3 dari 3 halaman

Tentang Polemik Pengelolaan Dana ACT

Dalam kesempatan itu, Ibnu juga mengatakan komitmennya untuk terus melakukan perbaikan terhadap tata kelola keuangan lembaga yang dipimpinnya. 

“ Kami tentunya membutuhkan dukungan semua pihak untuk bisa melewati tantangan yang sekarang ini dihadapi. Insya allah kami terus berkomitmen,” ujarnya.

Ibnu mengakui polemik terkait pengelolaan dana ACT ini sesungguhnya hasil dari kepemimpinan sebelumnya. Tanpa hendak melempar tanggung jawab, ia menegaskan pihaknya siap untuk membuka diri dari banyak pihak untuk mengaudit.

“ Kepemimpinan yang dilakukan secara kolektif ini menjadi bukti nyata bahwa kami berusaha melakukan perbaikan, terutama dalam mengelola dana yang telah dihimpun. Semua keputusan sekarang dilakukan secara kolektif kolegial di bawah pengawasan Dewan Pengawas,” pungkasnya.

 

Beri Komentar