Jadi Tersangka Kasus Kerangkeng Manusia, Begini Reaksi Bupati Langkat

Reporter : Nabila Hanum
Selasa, 19 April 2022 14:00
Jadi Tersangka Kasus Kerangkeng Manusia, Begini Reaksi Bupati Langkat
Bupati Langkat angkat bicara soal status tersangkanya dalam kasus kerangkeng manusia

Dream - Bupati Langkat nonaktif, Terbit Rencana Perangin Angin, mengaku hanya bisa pasrah ditetapkan sebagai tersangka kasus kerangkeng manusia di rumahnya. Sang putra, Dewa Peranging Angin, juga menjadi tersangka dalam kasus yang sama.

" Kami sudah ikuti, kami terima apa adanya," ujar Terbit Rencana Perangin Angin usai diperiksa tim penyidik KPK di Gedung Merah Putih KPK, dikutip dari Liputan6, Selasa 19 April 2022.

Terbit Rencana Perangin Angin ditetapkan tersangka dalam kasus meninggalnya penghuni kerangkeng manusia di rumahnya, Desa Raja Tengah, Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara (Sumut).

Kapolda Sumut, Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak mengatakan, penetapan tersangka ini setelah Penyidik Direktorat Reskrimum Polda Sumut melakukan penyelidikan hingga penyidikan dalam kasus kerangkeng manusia Bupati Langkat nonaktif ini.

" Awalnya menetapkan delapan tersangka, kemudian tim koordinasi dengan Komnas HAM, termasuk LPSK," kata Panca didampingi Wakapolda Sumut, Brigjen Pol Dadang Hartanto.

1 dari 1 halaman

8 orang tersangka

Panca menjelaskan, setelah mengumpulkan bukti-bukti dan fakta serta berkoordinasi dengan Komnas HAM dan LPSK, tim melakukan gelar perkara dalam kasus kerangkeng manusia milik Terbit Rencana Perangin Angin.

" Tim penyidik telah melakukan gelar perkara dan menetapkan TRP (Terbit Rencana Perangin Angin) sebagai orang atau pihak yang memiliki tempat dan bertanggungjawab terhadap tempat itu, dan ditetapkan sebagai tersangka," terangnya.

Hasilnya, penyidik menetapkan delapan orang tersangka kasus meninggalnya penghuni kerangkeng manusia milik Bupati Langkat nonaktif Terbit Rencana Perangin Angin.

Beri Komentar