Cahaya Misterius Memancar di Langit Samudera Pasifik

Reporter : Eko Huda S
Sabtu, 30 Agustus 2014 11:02
Cahaya Misterius Memancar di Langit Samudera Pasifik
Cahaya itu memancar sekitar 20 menit setelah terlihat semburan cahaya secara vertikal. Belum ada laporan soal fenomena ini. Cahaya merah itu sempat diabadikan oleh Van Heijst dari kokpit pesawat.

Dream - Cahaya merah dan oranye yang misterius memancar di atas langit Samudera Pasifik. Fenomena tersebut membuat terkejut pilot pesawat Boeing 747-8, PC van Heijst, yang terbang dari Hongkong menuju Anchorage, Alaska, Amerika Serikat.

Menurut The Mirror, Jumat 29 Agustus 2014, pilot asal Belanda itu melihat cahaya aneh itu saat di tengah penerbangan. Cahaya itu terlihat di Kamachatka atau sebelah selatan Semenanjung Rusia.

Cahaya itu memancar sekitar 20 menit setelah terlihat semburan cahaya secara vertikal. Diduga, cahaya itu berasal dari letusan gunung berapi di bawah laut. Namun, belum ada laporan soal fenomena ini. Cahaya merah itu sempat diabadikan oleh Van Heijst dari kokpit pesawat.

Cahaya Misterius Memancar di Langit Samudera Pasifik© the mirror

Foto cahaya merah dari kokpit pesawat

Sumber: Mirror

Saat melihat fenomena aneh itu, Van Heijst mengaku bingung. Dia menggambarkan pengalaman itu 'menyeramkan'. Saat terjadi peristiwa itu, tak ada badai pada rute menuju Alaska itu, sehingga cahaya itu kemungkinan besar bukan berasal dari kilatan petir.

Satu-satunya kemungkinan yang dia pikirkan kala itu bahwa cahaya tersebut berasal dari letusan gunung berapi bawah laut. " Semakin dekat jarak kita, semakin intens cahaya itu, menerangi awan dan langit di bawah kami dengan cahaya oranye yang menakutkan," kata Van Heijst.

" Yang kami pikirkan tentang penyebab cahaya merah itu adalah letusan gunung berapi besar di bawah permukaan laut, sekitar 30 menit sebelum kami melewati titik kejadian," tambah dia.

Kejadian itu langsung dilaporkan Van Heijst ke Air Traffic Control. Penyelidikan di daerah terpencil itu sekarang sedang dilakukan untuk mencari apa gerangan penyebab kilauan cahaya merah dna jingga itu.

" Sekarang, saya hanya berharap jika sebuah pulau baru terbentuk di sana, setidaknya akan diberi nama saya sebagai penemu resmi. Itu akan sangat keren," tutur van Heijst.

Cahaya Misterius Memancar di Langit Samudera Pasifik© daily mail

Ring of Fire dunia. Sumber: Daily Mail

Dugaan van Heijst soal letusan gunung berapi bawah laut itu bisa jadi benar. Namun masih perlu dibuktikan lebih dalam. Memang, wilayah yang dilalui oleh pesawat van Heijst itu merupakan bagian dari cincin api atau Ring of Fire dunia.

Ring of Fire dunia yang membentang sekitar 40 ribu kilometer dari Peru hingga Kepulauan Pasifik di mana terdapat sekitar 452 gunung berapi, yang menjadi rumah bagi 75 persen gunung berapi aktif di muka bumi.

Beri Komentar
Jangan Lewatkan
More