Asyik, Tukang Cukur dan Bakso Bisa Pinjam Uang Bangun Rumah

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Kamis, 5 Oktober 2017 07:44
Asyik, Tukang Cukur dan Bakso Bisa Pinjam Uang Bangun Rumah
Alhamdulillah. Berapa nilainya?

Dream – Pemerintah menyediakan program pembiayaan mikro perumahan (PMP). Fasilitas kredit ini menyasar kepada pekerja informal yang berpenghasilan tidak tetap (non fixed income), seperti nelayan, pedagang bakso, tukang cukur, dan sopir ojek.

“ (Pembiayaan) ini untuk perumahan,” kata Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Lana Winayanti, ketika dihubungi Dream di Jakarta, Rabu 4 Oktober 2017.

Lana mengatakan pembiayaan rumah ini tidak sama dengan pembiayaan untuk mengambil rumah. Skema PMP ini bertujuan untuk menjembatani pemenuhan kebutuhan pekerja informal melalui bantuan akses pembiayaan ke perbankan untuk membangun rumah inti tumbuh (RIT)—kadang disebut rumah tumbuh—dan perbaikan rumah.

Sekadar informasi, dilansir dari pu.go.id, skema ini bersifat bertahap dan berulang. Pinjaman yang diberikan maksimal Rp50 juta dengan angsuran maksimal 5 tahun.

Setelah lunas, debitur bisa mengajukan pinjaman kembali dengan besaran dan jangka waktu yang lama. Misalnya, pinjaman pertama digunakan untuk membeli kavling tanah atau membangun pondasi rumah dan konstruksi bangunan. Setelah lunas, pinjaman kembali diajukan untuk mengembangkan rumah, misalnya menambah kamar atau memperbaiki rumah.

Pemerintah meluncurkan program ini karena pekerja informal sulit mendapatkan akses pembiayaan perbankan–mereka tak punya rekam jejak kredit, slip gaji, atau dan legalitas usaha. Para pekerja informal juga memiliki aset yang sedikit untuk dijadikan jaminan pinjaman. Pemerintah berharap skema ini bisa mendorong realisasi program Satu Juta Rumah.

“ Itu harus membangun bertahap. Pinjam Rp50 juta, lunas, baru bangun lagi. Ini bukan seperti meminjam uang untuk mengambil rumah atau KPR,” kata dia.

Lana mengatakan pihaknya menggandeng PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (Persero), PT Bank Kesejahteraan Ekonomi (BKE), Perum Pegadaian, dan Yayasan Habitat Kemanusiaan Indonesia (YHKI) di Semarang. Sebagai pilot project, PMP akan diberikan kepada komunitas masyarakat berpenghasilan tidak tetap, seperti penjual bakso dan tukang cukur di 16 provinsi yang memperoleh bantuan, seperti Maluku, Riau, dan Lampung.

“ Kalau BRI, PMP bisa disalurkan ke 3 ribu unit rumah dan BKE 500 unit rumah. Kalau BKE, mereka kerja sama dengan Koperasi Pegawai Negeri Sipil (PNS),” kata dia.

Beri Komentar