Langkah Tepat Lindungi Kulit dari Paparan Sinar UV
6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an
Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya
Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?
5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya
Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang
Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Dua Indeks Syariah Mendekam Di Zona Hijau Seharian Ini.
Dream - Bursa saham Indonesia terus mencetak rekor baru. Meski gagal menyentuh level 6.000, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI) Rabu, 4 Oktober 2017 di level tertingginya sepanjang masa.
Maraknya aksi beli pemodal turut dirasakan dua indeks acuan saham syariah. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dan Jakarta Islamic Index (JII) sama-sama kompak menguat sepanjang perdagangan. Keduanya menutup sesi transaksi di zona hijau.
Indeks ISSi tercatat menanjak 0,747 poin (0,40%) ke level 186,446. Dibuka menguat di level 185,862 poin, ISSI sempat menyentuh level tertingginya di 186,846.
Indeks keping biru syariah, JII juga tercatat naik 3,919 poin (0,53%) ke level 747,173.
Hingga sesi penutupan perdagangan, sebanyak 49,44 juta lembar telah berpindah tangan. Nilai transaksi jual beli itu mencapai Rp3,45 triliun.
Aksi jual beli asing memang masih terjadi di pasar modal Indonesia. Namun nilai nett sell asing relatif turun tajam pada saham-saham syariah. ISSI mencatat nett sell asing mencapai Rp 66 miliar, lebih rendah dari JII yang mencapai Rp 133 miliar.
Mayoritas indeks sektoral naik. Sentimen naiknya harga saham komoditas khususnya nikel membuat indeks pertambangan kembali melonjak 1,52 persen. diikuti indeks sektor pertanian 1,09 persen.
Satu-satunya indeks sektoral yang terkoreksi terjadi pada emiten keuangan yang melemah 0,10 persen. Koreksi ini tak terlalu banyak berpengaruh pada indeks saham syariah.
Emiten-emiten bluechip syariah yang menjadi top gainer hari ini adalah UNTR yang harga sahamnya naik Rp550, AALI Rp250, SMGR Rp250, INCO Rp160, dan PTPP Rp100.
Sebaliknya, yang menjadi top loser hari ini adalah LPPF yang harga sahamnya melemah Rp200, TPIA Rp200, AKRA Rp25, SSMS Rp25, dan WSKT Rp10.
Dari pasar uang, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat 80 poin (0,59%) ke level Rp13.462 per dolar AS. Kurs rupiah terhadap dolar AS ini turut menguat seharian. Ketika perdagangan dibuka, nilai tukar mata uang Garuda ini berada di posisi Rp13.474 per dolar AS dan bertengger di posisi puncak di level Rp13.447 per dolar AS.(Sah)
Advertisement

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih


6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an

Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya